CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Pelukan Bang Adrie


__ADS_3

Devis dan Johan serta Lidya selesai berdikusi, setelah Johan dan Lidya keluar dengan apa yang Devis perintahkan. Devis lalu mendapati Lina sedang tertidur di sofa itu. Lina tidak bisa menahan lagi rasa kantuk yang sudah menyerang nya. Devis pun membangunkan Lina.


" Sayang..bangun."


Lina mengerjapkan matanya, menatap Devis yang sudah duduk di sisi nya.


" Dev sayang..aku ngantuk banget."


" Iya aku ngerti, kau ingin pindah ke kamar."


" Eugh?, tidak tidak!, nanti kau malah mengajak ku bergelut, aku sudah tidak ngantuk lagi."


Devis terkekeh, Lina tahu saja dirinya. Tidak pernah cukup.


" Baiklah."


Lina kemudian duduk dan meraih buah kecapi itu untuk menghilangkan rasa kantuknya.


" Dev sayang."


" Iya."


" Aku lapar aku ingin makan yang pedas."


" Kau ingin makan apa?"

__ADS_1


" Bakso."


" Oke..biar aku pesan."


" Dev sayang."


" Heum?"


" Kalau kita menetap di Amsterdam apa ada bakso dan es campur, di sana?"


Devis mau ketawa, iya benar di sana tidak ada kalaupun ada mungkin rasa nya tidak sama seperti di sini.


" Aku belum pernah, aku makan bakso hanya di sini saja, tapi di sana ada restoran makanan khas Indonesia juga."


" Ahh..syukurlah!"


😍😍😍😍


Undangan pernikahan Devis dan Lina sudah di sebar, gaun dan baju pengantin pun sudah jadi hanya tinggal kekurangan sedikit yang masih di perbaiki Lina dan Devis sudah mencoba nya. Devis sudah off satu Minggu menuju pernikahan nya dengan Lina.


Saat ini Lina berada di rumah ia sedang memasak makanan kesukaan Devis. Lina mengaduk sayur itu sambil bersenandung, lalu terdiam tiba tiba Lina mengenang almarhum Adrie. Bila sedang memasak dengan posisi berdiri seperti ini, Adrie paling suka memeluk nya dari belakang. Matanya kini mulai berkaca kaca, Lina menghela nafas dan mengusap air mata yang akan mengalir di sudut kedua matanya ia menggelengkan kepala untuk menepis ingatan itu. Namun tiba tiba saja Lina merasa ada sosok kedua tangan memeluk nya dari belakang.


" Bang Adrie...?" Bang!" ucap Lina agak kencang ia spontan memanggil Adrie karena seperti merasakan ada Adrie di belakangnya.


Namun begitu membalikan tubuh nya bukan Adrie melainkan Devis yang memeluknya dari belakang, seketika Lina menjadi kaku apalagi tatapan Devis sangat dingin.

__ADS_1


" Dev...euhh..maaf."


" Kau mengingat nya?"


Lina tertunduk ia takut dengan tatapan Devis, Lina menghela nafas pelan lalu menganggukan kepala nya.


" Iya, tiba tiba saja aku teringat Bang Adrie."


Devis masih menatap Lina, ada air mata di sudut Kedua mata Lina. Devis yang ingin memberi kejutan malah kaget mendengar ucapan Lina menyebut nama Adrie, bukan nama dirinya. Ada rasa cemburu pada diri Devis.


" Maaf Dev, Bang Adrie suka memeluk ku dari belakang kalau sedang memasak seperti ini, kebiasaan itu yang tiba tiba saja datang untuk aku mengingat Bang Adrie."


Devis mengangguk angguk, ia lalu mengerti hampir saja mood nya rusak hanya karena cemburu pada orang yang sudah tiada.


" Sudah tidak apa!, aku maklumi sayang. Biar aku yang gantikan memeluk mu dari belakang bila sedang memasak."


Devis lalu memeluk Lina, lalu mengecup kening Lina air mata di sudut kedua matanya di hapus oleh Devis.


" Kau sedang masak apa?"


" Aku memasak kesukaan mu?"


Devis tersenyum.


" Oke aku sudah lapar, o iya hari ini orang tua ku datang kita berdua akan menjemput mereka."

__ADS_1


" Baik Devis sayang!" Lina kini sudah bisa tersenyum.


__ADS_2