CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Menyukai istri orang


__ADS_3

Tok Tok !


Adrie segera buka pintu melihat siapa yang datang?


" Selamat pag!,


" Selamat Pagi!"


" Kenalkan, saya Johan sekertaris Pak Devis."


" Oh...Bapak Johan, silahkan masuk Pak! Pak Devis sudah bersiap siap."


Adrie mempersilahkan Johan masuk, tak lama Devis pun keluar.


" Selamat pagi Pak Devis!, Bapak sudah siap?"


" Pagi Pak Jo! saya sudah siap. Jam berapa kita akan rapat?"


" Jam 10 pak Devis."


" Baik lah! Adrie, Lina, Abrey, Michel..kakak berangkat dulu, Trimakasih kakak sudah boleh tinggal di sini"


" Iya kak Devis, kakak sering seringlah mengunjungi kami."


" Trimaksih Drie, nanti kakak akan menghubungi kalian."


" Semoga sukses kak usaha kakak." Ucap Lina.


Devis tersenyum merasa senang dengan ucapan Lina.


" Trimakasih Lina!"


" Pak Devis biar saya bawa kopernya."


" Trimakasih Pak Johan."


Mereka pun mengantar kan Devis sampai ke Mobil.


Selama perjalanan menuju kantor, Devis diam sedang memikirkan Lina, Pak Johan sempat melirik ke Devis melihat muka Devis seperti tidak biasanya.


" Jo !"


" Iya Pak Devis"


" Boleh kah menyukai wanita yang sudah bersuami?"


Johan menautkan kedua alisnya, ia nampak bingung Devis memberikan pertanyaan di luar masalah pekerjaan.


" Wanita siapa yang dimaksud Pak Devis? mungkin saya bisa menjawab nya."


Devis membuang nafas pelan dan menoleh ke Johan lalu wajahnya kembali menatap ke depan.


" Wanita itu istri sepupuku Jo."


Johan kaget sejak kapan Devis menyukai Perempuan yang sudah bersuami, apalagi suaminya adalah sepupunya. Yang Johan khawatirkan Devis adalah Orang yang keras apa yang dia inginkan harus di dapatkannya entah bagaimana pun caranya.


" Kalau saya boleh menasehati saran saya, Jangan! apalagi wanita yang bapak maksud? istri dari sepupu anda Tuan."


" Shi*t...! Tangan Devis mengepal langsung menonjok kursi depan.


" Saya mengatakan jangan!. Tapi Tuhan yang akan menentukan, jalan hidup manusia tidak ada yang tau bagaimana kedepannya Pak Devis."


Devis menganggukkan kepala tanda setuju pada Johan. dengan kata kata bijaknya.


Hampir 10 tahun jadi sekretaris Devis,Johan tau bagaimana selera Devis terutama wanita


sudah beberapa wanita yang mendekati Devis namun bagi Devis hanya menganggap teman atau saudara, bahkan di Amsterdam banyak gadis gadis yang mengagumi Devis dan mengejar cinta Devis tak tanggung tanggung bahkan rela mau tidur dengannya.


Tapi ini..! Johan tak habis pikir, Devis menyukai istri sepupunya.


Sampai di ruang kantor, Devis langsung menghempaskan badannya di sofa. Otaknya tak bisa berfikir padahal dia harus fokus pada pekerjaan yang sedang dalam masalah.


" 10 menit lagi kita mulai rapat Pak Devis."


" Iya aku tau Jo."


" Bapak mau minum?"

__ADS_1


" Ambilkan saja Air putih Jo."


" Baik Pak."


Johan segera mengambil air mineral di lemari es di dalam ruangan itu dan membuka tutup nya. Devis langsung meminumnya merasa tubuhnya segar, ia pun semangat bekerja.


" Ayo Jo! kita ke ruangan meeting"


" Siap Pak Devis."


Devis berdiri menegak kan tubuhnya, mereka keluar menuju ruang Meeting.


Jam 7 malam Devis sudah tiba dirumahnya yang berada di kawasan Jakarta Barat.


Asisten rumah tangga dan penjaga rumah yang bekerja sudah hampir 10 tahun menyambut kedatangan Tuannya.


" Selamat malam Tuan Devis."


" Selamat malam Buk Surti, Pak Eman."


" Senang bertemu dengan kalian..gimana sehat sehat saja kan ?"


" Alhamdulillah Tuan Devis kami sehat sehat saja."


" Baik lah saya masuk dulu!, Buk Surti tolong bawakan tas saya taruh di ruang kerja saya!"


" Baik Tuan!, makan malam sudah saya siap kan Tuan!"


" Baik trimakasih Buk Surti."


Mereka senang bekerja di rumah Devis selain Devis orang sangat baik, ia juga ramah kepada pekerja dirumah itu.


Devis sudah membersih kan tubuhnya Ia merasa segar ia memakai baju ganti yang sudah di sediakan oleh Buk Surti.


Kemudian Devis mengambil ponselnya dan duduk di sofa.


Ia ingin menelpon anak anaknya menanyakan kabar mereka.


" Helo mijn zoon!"


" Hoe gaat het met jullie."


" **'''*'''


" Oke, zie je later !"


Setelah menghubungi anak anak Devis, Jari telunjuknya menggeser ke galeri, menampilkan 3 foto Lina yang dia ambil secara sembunyi.


Foto Lina sedang menggendong Aldeen, foto Lina sedang duduk di meja kasir dan yang terakhir foto Lina bersama ketiga anaknya. Foto yang bersama ketiga anaknya wajah Lina nampak terlihat cantik auranya sangat keibuan dan menurut Devis ini yang seksi.


Karena di foto itu Lina berpakaian long dress selutut warna biru laut berlengan buntung dan sepatu flat berwarna putih, sedang menggandeng Aileen sebelah kiri dan sebelah kanan menggandeng Aldeen sedangkan Sakya disamping Aldeen. Foto itu Devis ambil saat Lina habis menjemput anak anaknya dari sekolah.


Devis tersenyum Foto itu di perbesar dengan Ibu jari dan telunjuknya agar wajah Lina semakin jelas.


"Aku menginginkan kamu Lina." Ucap Devis pelan.


Dua minggu berlalu Devis berada di Jakarta. Dalam ruang Kantornya Devis bersama Johan sedang bersiap siap untuk Rapat di sebuah cafe.


" Jo kamu sudah menyiapkan berkas berkas?"


" Sudah Pak Devis."


" Baik..kita berangkat sekarang!"


Mobil sedan Mercedes Benz keluaran terbaru dengan harga yang fantastik 9, 89 Miliiar itu sudah berada di parkiran, di sebuah cafe.


Supir pribadi Devis sedang buka kan pintu untuk Tuannya.


Devis dan Johan masuk menemui klien beserta jajarannya menggandeng perusahaan Devis untuk bekerja sama.


Rapat berlangsung selama 2 jam. WaktuNya coffee break, Devis tidak sengaja mata nya melihat Adrie sepupunya sedang berjalan berdua dengan seorang perempuan, Devis mengira perempuan itu Lina istri Adrie. Devis melihat lekat lekat pada perempuan itu dan saat mereka semakin mendekat melewati meja Devis, Devis segera menundukkan kepala agar tidak dikenali Adrie.


" Ada apa Pak Devis?"


" Menunduk lah Jo!"


Johan menurut saja perintah Devis, Ia menebak past ada seseorang yang di kenali Devis.

__ADS_1


" Sepupuku ada di cafe ini bersama seorang wanita."


" Mereka duduk di meja paling ujung Pak Devis."


" Siapa wanita itu?" Jo coba kamu cari tau informasi tentang wanita itu!"


" Baik Pak Devis, sebaiknya kita tunggu di mobil saja sampai mereka berdua keluar dari Cafe ini."


Devis dan Johan menunggu Adrie dan wanita itu hampir satu jam. Akhirnya yang mereka tunggu keluar.


Adrie merangkul wanita itu menuju mobil, yang Devis tau itu bukan mobil Adrie. Adrie membuka kan pintu untuk wanita itu, kemudian memutari membuka pintu untuk di kemudikan.


saat mobil mulai jalan Devis memerintahkan supirnya untuk mengikuti Adrie.


" Parman kamu ikuti terus Mobil itu jangan sampai kehilangan dari penglihatan ku."


" Baik Pak."


Devis penasaran ! Adria bersama wanitanya hendak menuju kemana?


Mobil yang di kemudikan Adrie kemudian belok menuju area apartemen. Devis semakin tambah penasaran apa yang mereka buat?


Tiba di basement apartemen, mobil itu parkir di tempat khusus pemilik kamar apartemen.


Devis memerintahkan kembali pada supirnya untuk memarkirkan mobil agak jauh.


" Parman parkir mobil di sebelah kiri ujung sana saja!"


" Baik Pak Devis."


" Mereka sudah turun dan menuju Lift." Ujar Johan matanya tak lepas pada dua orang itu.


" Ayo turun Jo!, kita ikuti mereka."


" Oke.!"


Devis dan Johan sudah seperti sepasang penyidik saja, mereka terus berjalan mengikuti dua orang itu.Tak mau kehilangan jejak mereka, Devis Dan Johan Jalan setengah lari mengejar mereka masuk di lift sebelahnya.


Namun mereka tidak tahu Adrie dan Wanita itu menuju Lantai berapa?


Tidak kehilangan akal Johan menuju petugas Security dan mengeluarkan ponselnya untuk menanyakan foto wanita di ponsel Johan.


Johan sengaja mengambil gambar wanita itu dengan ponsel saat Adrie dan wanitanya keluar dari cafe. Ia mengambil foto dari dalam mobil.


" Selamat Sore Pak!"


" Sore ada yang bisa saya bantu?"


" Maaf Pak Saya mau tanya wanita ini tinggal di lantai berapa? saya sudah menelponnya berkali kali namun tidak di angkat karena saya ada perlu dengannya." Johan beralasan.


Foto itu di perbesar oleh Johan.


" Oh..itu Ibu Tiara dia berada di lantai 115 nomor 25."


" Oke baik trimakasih Pak!"


Kemudian Johan mengeluarkan uang pecahan 100 ribu dua lembar.


" Ini Pak buat Bapak."


" Wahh trimakasih Pak."


" Sama sama."


Johan kemudian mendekati Devis.


" Gimana Pak Devis...Apa kita mau ke Lantai 115 ?"


" Tidak perlu Jo! yang penting aku sudah tau keberadaan wanita itu tinggal."


" Biar orang suruhan saya untuk mendapatkan Identitas wanita itu, Aku tunggu informasinya besok!"


" Baik Pak Devis."


" Kita ke mobil...aku langsung pulang saja!"


" Siap Pak Devis!"

__ADS_1


__ADS_2