
"Apa kau juga sudah berpengalaman bercinta?"
Via tahu maksud pertanyaan Freddo ia tidak kaget dengan pertanyaan Freddo.
" Rahasia."
" Eugh?"
" Bagaimana dengan kamu sendiri?"
Freddo tersenyum.
" Aku terus terang melampiaskannya dengan wanita panggilan saja."
" Hah? yang benar saja."
" Kau kan bertanya pengalaman ku."
" Tidak adil kalau begitu."
" Tidak adil..bagaimana?"
" Kau sudah berpengalaman berati kau sudah tidak perjaka dong." Via sedikit kesal.
" Kau..memang nya?"
" Masih perawan lah gila aja kali..! uups." Via menutup mulut nya keceplosan.
" Benarkah?" Freddo justru senang mendengar nya. Ia tersenyum.
Via makin tidak enak dengan tatapan Freddo. Freddo ingin memancing pengakuan Via.
" Kau diam? kalau kau diam berarti..Via aku tidak peduli aku terima kau apa ada nya."
" Kau sudah tidak pe..ra..wa-" Freddo makin memancing Ia sudah ingin tertawa.
" Masih lah Freddo..tidak yakin aku buktikan sekarang..! eugh.."
__ADS_1
Ucapan Via malah terjebak sendiri, itu sama saja memancing birahi Freddo.
" Aku ingin buktikan tidak apa kau masih atau tidak aku tidak permasalahkan, aku memang mencintai mu."
" Tunggu nanti pas kita sudah menikah ok!" ucap Via.
" Sekarang saja!"
" Hah?..nanti belah duren nya jangan sekarang." pinta Via.
" Duren? apa itu?"
" Buah yang paling nikmat di Indonesia."
" Ohh.." Freddo mengangguk.
" Nanti belah duren nya, duren montong aku kasih saat first night." Via tersenyum
" Baiklah kalau begitu..aku sudah tidak sabar."
" Jadi yang sabar yaa..! I'm still Virgin." bisik nya di telinga Freddo.
" Ok kau menjaga nya untuk ku."
" Iya..aku akan serahkan keperawanan ku nanti saat kita sudah sah menjadi suami istri."
Freddo tersenyum dan mengangguk
" Deal."
Freddo terkekeh ada saja Via ini.
" Deal." Freddo kemudian memeluk Via dan kembali mencium bibir Via.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
😀😀😀😍😍😍👉
Satu bulan sudah Via dan Freddo menjalin hubungan jarak jauh keduanya sudah mengikrarkan jalinan kasih mereka ke jenjang yang lebih serius. Freddo sudah menemui kedua orang tua Via di Bandung tujuan nya ia meminta Via pada keluarga terutama orang tua Via untuk menjadi istri nya. Freddo meminta agar Via tinggal menetap di sana.
Kini Via dan Freddo sudah sah menjadi suami istri pernikahan mereka di adakan di Amsterdam secara besar besaran Freddo memang sengaja mengundang awak media untuk memberitakan pernikahan mereka bagi Freddo Via memang pantas untuk menjadi istri nya.
😍😍😍
Saat malam itu tiba, malam yang ditunggu tunggu oleh Freddo. Tamu tamu masih banyak yang berdatangan nampak Via sudah sangat lelah karena sudah berdiri hampir 2 jam Freddo dan Via masih menerima tamu.
" Kau sudah lelah, dear?"
" Iya tapi tamu kita masih banyak."
" Tidak apa..kita kembali saja kerumah ku.."
" Nanti bagaimana dengan tamu tamu yang lain kalau menanyakan kita?"
" Biar orang tua ku yang mewakili nya, tak lama Laura datang.
" Via sayang kau istirahatlah!, biar Mommy dan Papa di sini saja."
" Terimakasih Mom." ucap Freddo.
" Via pulang dulu Mom."
" Iya sayang."
Freddo dan Via segara pergi dari tempat pelaminan Freddo sudah membawa Via kedalam mobil nya dan segera meluncur ke kediaman Freddo yang dekat dengan kantor nya. Setelah sampai mobil Freddo sudah di parkir ke halaman mansionnya, para pelayan menyambut Tuan dan Nyonya mereka yang baru menikah itu.
__ADS_1
Freddo meminta Via untuk menunggu nya Freddo rupanya masuk ke ruang kerja nya ia ingin menelpon sekertaris nya untuk menghandel pekerjaan nya selama Freddo libur.
Via sudah melepas kan baju pengantin nya, sambil menunggu suami nya ia ingin menyegarkan tubuh nya yang sudah sangat lengket.