
Dalam ruangan kantor, Adrie mengingat ingat rupa wajah kedua orang tua Tiara, Adrie memang belum pernah bertatap muka pada kedua orang Tiara itu pun pernah melihat Ibu nya Tiara dulu saat ada pertemuan orang tua murid di sekolah SMA Adrie. Adrie mencari foto kedua orang tua Tiara, hingga Adrie mencoba mencari lewat Facebook barangkali Tiara pernah memposting foto orang tua Tiara di Facebook atau pun Instagram.
Adrie mulai pencarian profil Tiara di Facebook, dengan sabar Adrie melihat postingan foto foto yang di unggah di profil Tiara.
Ada foto foto acara reuni, baru dua jam yang lalu Tiara posting. Adrie melihat foto foto itu Tiara dengan Genk koplak, rupa nya Tiara sempat mengambil foto bersama Genk koplak sebelum Adrie dan Lina tiba.
Adrie terus melihat lihat foto foto Tiara di fecebook satu persatu.
Sudah 30 menit berlalu, foto foto Tiara yang hampir 1000 postingan foto itu di unggah tapi belum juga Adrie temukan.
" Penasaran masa tidak ada satupun foto keluarga Tiara."
Adrie menghela nafas. Merasa bosan, Adrie kemudian merebahkan bahu nya di kursi dan melihat jam yang melingkar di tangan kanan nya.
" Sudah hampir jam makan siang." Adrie mengambil kunci mobil nya dan keluar ruangan nya, untuk makan di luar.
😍😍😍
Amsterdam
Nampak Devis sibuk dengan beberapa restoran nya, mungkin ini cara agar Devis sedikit bisa melupakan Lina, walau setiap malam ia masih membayangkan wajah Lina dan kenangan manis bersamanya.
Pukul 11 malam Devis baru saja tiba, ia melirik pada Ayahnya sedang menonton tv seorang diri sambil tertawa karena acara yang sedang di tonton nya Drama komedi favorit nya. Devis tersenyum melihat sang Ayah yang masih sehat dan bugar. Devis menghampiri Ayah nya untuk berbincang walau sebentar.
" Ayah, kau belum tidur?" Devis mendekati dan duduk di sebelah Ayah nya yang masih cekikikan. Ayah nya merasa tidak terganggu dengan kedatangan nya.
" Ayah menonton acara favorit Ayah, ternyata." mata Devis melihat pada layar tv lalu berpindah memandang Ayah nya yang selalu mengembangkan senyum.
Drama komedi itu akhirnya selesai, Derick lalu baru menyadari putra nya sudah berada di samping nya.
" Oh,..drama kesukaan sudah selesai, euh?, kapan kau datang, Nak?"
" Lima menit yang lalu." Devis tersenyum.
" Ayah sedang asik menonton, sampai Ayah tidak terganggu dan tidak sadar kalau aku sudah duduk di samping Ayah."
Ayah Devis hanya mengangguk, remot tv digenggam nya.
" Maaf kan Ayah, Nak!, karena Ayah sudah tua."
" Ayah, kenapa belum tidur?, ini sudah malam. Tidak bagus untuk kesehatan, Ayah."
" Di usia Ayah yang sudah senja ini, sangat sulit untuk tidur lebih awal, Nak!, Ibu mu sedang tidur, Ayah tidak mau mengganggu nya."
__ADS_1
" Baik lah, Ayah!, aku istirahat dulu."
Devis selesai membersihkan tubuh nya, ia sudah sangat lelah. Tubuh nya baru saja dia rebahkan matanya sudah mulai terpejam. hingga masuk ke alam mimpi.
Devis sudah berdiri di depan altar menghadap pada seorang pendeta, yang di belakangnya sudah banyak jemaat yang sedang berdiri ikut menyaksikan pemberkatan pernikahan itu.
Devis nampak gagah dengan jas hitam serta bunga kecil di saku sebelah dada kanan. Wajah nya nampak berseri dan tersenyum pada seorang pendeta yang ikut tersenyum karena bahagia pendeta itu akan memberkati mempelai pria. Tidak sabar rasa nya Devis menunggu mempelai wanita itu datang melangkah dan berdiri di sisi Devis.
Hingga musik sudah mulai mengalun dengan seorang pemandu lagu yang sangat merdu suaranya menyanyikan lagu pernikahan sebagai iringan bahwa mempelai wanita siap melangkah maju ke altar.
You by my side, that's how I see us
I close my eyes, and I can see us
We're on our way to say I do
My secret dreams have all come true
I see the church, I see the people
Your folks and mine happy and smiling
And I can hear sweet voices singing
Ave Maria
Can this really be?
That some day you'll walk
Down the aisle with me
Let it be, make it be
That I'm the one for you
I'll be yours, all yours
Now and forever
I see us now, your hand in my hand
__ADS_1
This is the hour, this is the moment
And I can hear sweet voices singing
Ave Maria
Mempelai wanita itu nampak cantik dan anggun dengan baju pengantin warna putih itu mulai melangkah pelan dari pintu. Devis rasa nya tidak percaya kalau hari ini Devis dan Lina akan di berkati dalam pernikahan Kudus.
Devis masih belum melihat kebelakang ia masih sabar menahan sampai Lina sudah berada dekat di sisi nya. Dengan dada yang membuncah dan deg deg an.
Tepat Lagu the wedding itu, selesai. Devis merasa Lina sudah di dekat nya. Namun yang tidak di sangka ada suara yang memanggil nya yang tidak asing di telinga nya.
" Kak, Devis !"
Suara Adrie memanggil tepat di belakang tubuh nya. Devis langsung menoleh kebelakang, Devis terkejut, mempelai wanita itu di antar oleh suami nya sendiri.
" Adrie?" Devis nampak bingung dan bertanya tanya kenapa Adrie yang mengantar Lina sampai ke altar.
Adrie hanya tersenyum pada Devis , kemudian Adrie menarik pelan tangan kiri Lina. Dengan bersama tangan Adrie menarik pelan tangan kanan Devis untuk saling menggenggam.
Devis hanya menurut dengan perlakuan Adrie pada nya. Devis masih diam dan bertanya tanya namun ia ingin berucap tapi rasa nya mulut ini seperti terkunci.
Saat Lina den Devis sudah saling menggenggam tangan, Adrie berucap pada Devis.
" Jaga dia baik baik, Kak!"
Mata Devis langsung terbuka, di lihat nya ia masih di dalam kamar nya. Devis menghela nafas nya.
" Huuhhf, ternyata hanya mimpi. Mimpi yang sangat aneh?" Devis bergumam tangan nya sambil menggaruk keningnya yang tidak gatal. Kemudian lirik nya jam menunjukan masih pikuk 3 pagi.
Devis masih memikirkan mimpinya tadi, rasanya dalam mimpi itu seperti nyata saja.
" Apa karna aku, masih membayangi Lina?, terobsesi ingin menikahi nya." Devis hanya tersenyum. Devis kembali meneruskan tidur nya, rasa nya ia ingin memimpikan kembali mimpinya itu.
🙏🙏🙏
Hai pembacaku, yang masih setia trimaksih kepada kalian yang masih menantikan kelanjutan cerita ini tiap episode nya. Author usahain update terus, Ok!👉👉
Adrie kembali melanjutkan melihat lihat foto di profil Facebook Tiara, sebelum ia pulang karena jam sudah menunjukan pukul 4 sore.
Hingga akhir nya foto yang Adrie maksud Adrie dapati, ia mengamati foto kedua orang tua Tiara saat Tiara sedang wisuda. Foto itu Tiara memakai jubah dan toga serta di apit oleh kedua orang tuanya. Lalu di foto berikutnya nampak foto Tiara sedang di gendong oleh Ayah nya dan ibu nya berdiri di samping nya sambil tersenyum. Tiara memposting foto jadul itu.
" Ini dia foto yang ku maksud, siapa tahu ini benar Bapak Purnomo yang telah mengadopsi Tiara.
__ADS_1