CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Jodoh buat Devis


__ADS_3

Cuti liburan bulan madu Tiara usai sudah, Tiara kini kembali beraktifitas langkah kakinya sangat anggun dan penuh percaya diri. Wajahnya segar berseri. Sebelum memasuki ruang kantornya ia memasuki ruang kantor Ayah nya dimana sang ibu kandung nya sedang menunggu kedatangannya.


TOK TOK


" Selamat pagi, Ayah Ibu."


Ibu Marlina berdiri langsung merentangkan kedua tangan nya ingin memeluk putri nya yang melangkah menghampiri nya.


" Putri ku, Ibu sangat merindukan mu, Nak."


" Aku juga sangat merindukan Ibu."


" Bagaimana, bulan madu mu dengan Brata?"


" Sangat menyenangkan Bu. Brata membawaku ketempat tempat yang aku impikan di sana."


" Ibu berharap sepulang bulan madu, semoga kau di karuniai anak lagi."


" Iya, Ibu doakan saja, semoga aku cepat hamil."


" Ayah bagaimana dengan pekerjaan ku?"


" Adrie menghandel dengan baik, Nak."


" Oh, aku harus berterimakasih pada nya, Ayah. Sebaiknya aku temui dia dulu."


" Iya, temuilah dia."


TOK TOK


Tiara buka pintu nampak Adrie sedang serius pada layar laptopnya.


" Hemm, you look so serius."


Adrie mendengar suara Tiara langsung menatapnya sudah berada di ambang pintu kaca.


" Hai, Kau sudah mulai bekerja, bagaimana honeymoon kamu?"


" Rahasia dong, nanti kau cemburu lagi."


Adrie terkekeh


" Owh ya?, kalau gitu mana oleh oleh buat ku?"


" Tenang ada buat kamu. Nih, gantungan kunci."


Tiara menunjukan sebuah gantungan kunci Tower Shibakoen. Membuat Adrie semakin tertawa geli dengan tingkah Tiara. Namun Adrie menerima buah tangan itu.


" Trimakasih sayang." Adrie melihat bentuk gantungan kunci yang lucu berada di genggamannya.


Tiara tersenyum, padahal bukan itu saja oleh oleh akan di berikan untuk Adrie. Dia hanya ingin menggoda saja.


" Aku bawa oleh oleh special buat kamu."


" Oh, ada lagi?"


Tiara kemudian memanggil supir nya untuk membawa oleh oleh untuk Adrie.

__ADS_1


" Nah, ini oleh oleh dari aku di terima yaa!" Tiara memberikan sebuah baju kimono couple untuk Adrie dan Lina.


" Wuihh, keren nih."


" Kimono nya sepasang dengan istri kamu, istrimu sangat cantik memakainya."


" Makasih, Ra."


" Sama sama, aku yang harus berterima kasih!, karena kamu menghandel pekerjaan ku selama aku cuti liburan."


" Bagaimana dengan suami mu?, apa kamu..?"


" Aku menerima dengan tulus, Drie. Aku merasa bahagia dengan nya."


" Syukurlah, kalau kau sudah menerima cinta Brata."


😍😍😍


Amsterdam


Devis baru saja tiba dari mess tempat kos kedua putranya yang berada di kampus mereka, lalu ia di panggil oleh Derick untuk membicarakan perjodohan Devis dengan wanita pilihan kedua orang tuanya.


" Dev, kemarilah!"


Devis baru menapak kaki nya di anak tangga untuk menuju kamarnya, langsung menghampiri Ayah dan Ibunya, sedang duduk di sofa


" Iya Ayah ada apa?"


" Duduklah lah!" ucap Laura Ibu Devis.


Devis kemudian duduk berhadapan kedua orang tua.


Devis menautkan kedua alisnya.


" Tentang apa, Ayah?"


" Begini, ini kami bicarakan...maaf!, masalah pribadi Kamu. Apakah kamu ingin membuka hati kamu untuk pasangan kamu?, kami memang tidak memaksakan kamu. Ini terserah pada mu."


" Ayah dan Ibu Inging menyampaikan apa, langsung saja." ucap Devis lembut.


" Kami berniat ingin memperkenalkan kamu, dengan wanita bernama Maria anak dari teman rekan bisnis Ayah. Dan kami bukan maksud menjodohkan."


" Kapan Ayah ingin memperkenalkan pada Devis?"


" Kalau kau mau, Ayah dan Ibu akan mempertemukan dengan anak teman Ayah besok."


Devis matanya meredup, sebenar nya ia masih mencintai Lina, entah ia belum bisa melupakan sosok Lina sampai saat ini.


Laura melihat raut wajah anak laki lakinya seperti sedang galau, ia tahu Devis belum move on dari Lina istri keponakannya itu. Laura sudah mendengar cerita dari Derick dan juga Adrie yang beberapa bulan lalu keponakan nya itu menghubunginya. Adrie sudah menceritakan semua masalah rumah tangga nya. Adrie pun juga meminta maaf pada Tante nya, bahwa masalah itu Adrie mengakui diri nya bersalah. Sudah menyia nyiakan Lina.


Kini Adrie dan Lina sudah bersatu kembali, dan Adrie sudah memperbaikinya. Adrie dan Lina sedang bahagia. Kini Laura pun juga harus memberi pengertian pada Devis, Devis harus melupakan Lina. Ia tahu putranya patah hati.


" Dev."


" Iya, Mom."


" Lupakan Lina, Mommy mengerti perasaan kamu, Mommy juga tidak menyalahkan Lina, kalian semua sudah dewasa. Jadi..pikirkanlah keputusan yang terbaik."

__ADS_1


Devis mengangguk.


" Baik Mom, Devis ingin berkenalan dengan Maria."


,


,


,


,


Maria memang sudah tertarik dengan Devis, walau dia belum melihat secara tatap muka, namun ia mengenal Devis melalui majalah majalah bisnis. Devis Bakker memang pengusaha yang sedang naik daun di usia nya masih menginjak 27 tahun sukses merambah bisnisnya di bidang bakery dan restorannya. Pabrik roti nya berkembang di berbagai negara Banyak awak media yang menyorot tentang kehidupan nya. Tapi masalah hubungan nya dengan Lina, Devis bisa menutupi nya rapat rapat jangan sampai terekspos di media. Ia sudah menugaskan pada orang orang kepercayaan nya agar awak media tidak mendapatkan informasi tentang percintaannya. Bagi Devis itu sangat privasi. Devis hanya ingin memberitakan hubungan nya pada Lina bila suatu saat nanti Lina sudah resmi menjadi istrinya.


Maria gadis berusia 28 tahun ia sangat cantik berprofesi sebagai psikiater, sedang bercermin merias wajah nya untuk bertemu dengan Devis. Tubuh nya sangat proposional. Rambut nya ikal berwarna golden brown.


" Sayang kau sudah siap?"


" Aku sudah siap Mom." Maria sedikit merapihkan rambut nya sisirnya kemudian ia letakan di meja rias.


" Keluarga Derick Bakker ingin mengajak kita makan malam di restoran Devis."


Sampailah mereka di sebuah restoran di ruangan tertutup. Devis sengaja ia enggan bila nanti ada awak media melihat pertemuan mereka dan mengambil gambar mereka untuk jadi berita utama.


" Selamat datang, Pak Revano, apa kabar?"


" Kabar baik, Pak Derick."


Devis yang duduk langsung berdiri menyambut kedatangan Maria dan Kedua orang tuanya. Maria tersenyum pada Derick Laura. dan Devis.


" Devis, kenalkan ini rekan bisnis Ayah Pak Revano dan juga istri nya, dan yang cantik ini nama Maria."


" Halo selamat malam."


Maria memberi tangan pada orang tua Devis dan juga Devis.


" Devis."


" Maria."


" Ayo silahkan duduk!, sambil menunggu hidangan kita ngobrol ngobrol dulu."


" Devis."


" Iya Mom."


" Ini Maria yang Ayah ibu ceritakan, cantikan!"


" Ah, Tante bisa saja."


Maria sebagai psikiater sudah bisa melihat membaca wajah Devis, Devis seperti nya tidak tertarik dengan dirinya. Tapi Maria akan terus mencoba agar dirinya menarik di mata Devis.


" Apa kabar Dev."


" Baik baik saja. Maria."


Hidangan makanan sudah tersedia keluarga Derick dan Revanno asik berbincang bincang, Maria mata nya sebentar sebentar melirik pada Devis yang hanya diam. Nampak Devis sama sekali tidak melirik pada Maria. Maria akhirnya sengaja mengajak Devis berbincang masalah bisnisnya.

__ADS_1


" Dev, bagaimana dengan usaha mu?"


" Baik saja, Maria."


__ADS_2