
Di ruangan kantor Devis dan sekretaris Johan sedang membahas tentang restoran yang akan bekerjasama dengan Yudo. selesai istirahat mereka akan mendatangi kantor Yudo.Tiba di kantor Yudo, Devis dan Johan menunggu namun nampaknya didalam ruanganYudo sedang ada tamu.
Saat pintu ruangan itu dibuka oleh Yudo seorang wanita cantik dengan stelan pakaian kantor keluar dan berpapasan dengan Devis dan Johan yang sudah berdiri. Wanita itu sempat melirik pada Devis dan Johan sambil mengangguk senyum lalu melangkah jauh dari hadapan Devis dan Johan.
" Jo, bukan kah wanita itu selingkuhan sepupuku?"
" Iya Pak Devis, dialah Tiara."
Selang berapa detik Yudo, menyambut Devis dan Johan.
" Ahh..!, kalian sudah datang rupanya, maaf sudah membuat anda menunggu karena ada tamu. Mari! Pak Devis, Pak Johan saya persilahkan masuk!"
Devis mengangguk.
" Tidak apa Pak Yudo."
" Mari silahkan duduk!, Pak Devis, Pak Johan."
Sebentar saya pesankan minum dulu.
Yudo mengangkat gagang telepon disisi meja kerjanya.
" Lasmi tolong buatkan 2 minuman untuk tamu saya, segera bawa ke ruangan saya!"
Gagang telepon itu diletakan kembali setelah yudo memerintahkan pada pegawainya.
" Maaf kalau saya lancang, tamu anda sangat cantik Pak Yudo."
Devis mengulas senyum sebenarnya dibenaknya Devis ingin memancing yudo barangkali rekan bisnisnya itu bisa menjelaskan ada hubungan apa dengan Yudo?.
" Hahahaha..tamu saya itu adalah mantan istri saya Pak Devis. Kami sudah berpisah 5 tahun lalu."
Devis mengangguk.
" Maaf sedikit pribadi saya bicara. bagaimana dengan anda Pak Devis?" saya dengar status anda juga duda, apa benar?"
" Iya istriku meninggal 6 tahun lalu."
" Oh..maaf kalau begitu."
" Tidak apa apa Pak Yudo."
" Anda tidak ada niatan ingin menikah lagi Pak Devis? 6 tahun anda menduda, tidak mungkin tidak ada wanita yang tidak mau pada Pak Devis, anda ini tampan, kaya, pengusaha sukses akan sangat mudah mendapatkan wanita tentunya."
Devis terkekeh, memang benar yang diucapkan Yudo, cuma ada satu wanita dihatinya sekarang namun itu sangat terhambat mengingat wanita yang diinginkan adalah istri sepupunya sendiri.
" Iya Pak Yudo benar!, ada satu wanita yang saya inginkan tapi..rasanya tidak mudah saya dapatkan."
Yudo mendengar sedikit tidak masuk akal dengan ucapannya, mana mungkin seorang Devis tidak bisa mendapatkan wanita itu?
" Ohh begitu!...yaa' tapi kalau memang Tuhan berkehendak wanita itu pasti akan dipersatukan dengan anda Pak Devis!, Yakin kan saja!"
Obrolan pribadi mereka terhenti karena suara ketukan pintu.
Tok Tok!
Seorang pegawai Yudo masuk membawa baki berisi 3 cangkir minuman.
" Ini Tuan tuan minumnya, silahkan!"
__ADS_1
Pegawai itu membungkuk dan keluar.
"Jadi bagaimana Pak Devis kita sepakat dengan kerjasama kita?"
" Oke, Jo siapkan berkasnya untuk ditanda tangani.
Mereka sudah sepakat dan akan mulai bekerjasama, Devis, Johan dan Yudo keluar mengadakan perjalanan ke tempat restoran yang bercabang di dua kota untuk mereview restoran restoran itu.
Didalam Mobil dalam perjalanan pulang Devis dan Johan masih membahas tentang pekerjaan dan bisnisnya, namun dalam pikirannya terlintas tentang wanita mantan istri Yudo rekan bisnisnya.
" Jo!"
" Iya Pak Devis."
" Yang dikatakan tadi oleh pak Yudo, wanita itu adalah mantan istrinya, bisakah kau cari informasinya, bagaimana mereka bercerai?"
" Baik Pak Devis saya akan cari info tentang mereka."
" Hem." Devis hanya mengangguk tatapannya hanya ke depan.
" Yaah...si Boss kepo!" Nambah kerjaan saya saja." Bathin Johan.
" Parman, antar saya pulang
" Baik Pak Devis."
Dikediaman Adrie.
Adrie tiba dirumah sepulang dari kantor Buk Jum segera membukakan pintu garasi untuk Tuannya.
" Malam Buk Jum."
Pria gagah itu melangkah masuk yang sudah disambut oleh istrinya diambang pintu rumah
keduanya saling memberi kecupan. Adrie langsung memberi tas kerjanya pada Lina dan diletakan dimeja kamar pribadi mereka, setelah ia membawakan segelas air putih untuk suaminya yang duduk istirahat di sofa ruang tv.
" Diminum bang!"
" Trimakasih sayang."
" Anak anak sedang apa?"
" Mereka dikamar sedang belajar, bagaimana dikantor pusat bang?, Baik baik saja?" lanjut Lina.
" Baik baik saja masih penyesuaian, sayang..O' iya lusa Abang akan rapat perusahaan di hotel G selama 2 hari. Tolong persiapkan keperluan abang!"
" Baik suamiku..aku mau menyiapkan makan dulu buat abang."
Adrie mengangguk dan menyenderkan punggungnya di sofa.
Pagi pagi Lina sudah menyiapkan keperluan suaminya sesuai yang Adrie butuhkan pada Lina.
" Bang apa masih ada lagi yang abang butuhkan?"
" Sepertinya semua sudah cukup sayang, abang berangkat yaa!, Nanti abang akan sering sering menelpon mu."
Lina tersenyum menatap suaminya yang sangat tampan dengan kemeja yang dia pilihkan untuk pergi kekantor. Semua kemeja dan celana Adrie memang pilihan Lina yang cocok dengan warna kulitnya sawo matang. Adrie merasa senang dengan pilihan istrinya yang menurutnya tidak norak dan punya selera yang bagus.
Seperti biasa Lina mengantar suaminya sampai pintu mobil dan memberi kecupan pada Adrie.
__ADS_1
" Baik baik ya sayang dirumah, jaga anak anak dengan baik!"
" Abang juga semoga pekerjaan abang sukses, dan jangan sampai telat makan istirahatlah yang cukup selama di hotel!"
" Iya sayang."
Mobil sudah menjauh dari halaman rumah, namun ponsel yang digenggam Lina berdering ia tersenyum melihat layar pada ponsel, Via teman kuliahnya menghubungi memberi kabar untuk adakan pertemuan arisan tiap bulan.
" Halo pagi Via."
" Pagi say...Lina jangan lupa yaa!, Pertemuan kita arisan nanti sore di cafe B Jl. Kayu Jati, Marwah teman kita sekalian mengadakan ulang tahunnya."
" Ok siap sayang, aku semangat nihh!, Ariisan kita diadakan dicafe."
" Kita tunggu yaa!"
Telpon pun ditutup. dengan semangat Lina akan menyelesaikan semua urusan dirumah dan di tokonya.
Abrey datang menemui Lina pagi pagi, dengan wajah jutek yang sudah dianggap sudah biasa oleh Lina.
" Lina..Lin Lina!"
" Iya kak Abrey, ada apa?"
" Lina, si Adrie sudah naik jabatan ya?" Tanya Abrey yang senang mendengar kabar dari Adrie .
" Puji Tuhan!, Kak Abrey bang Adrie diberi kepercayaan menjadi wakil direktur di perusahaan Om Harry."
" Sekarang mana tuh si Adrie?"
" Hari ini bang Adrie bekerja, dan 2 hari menginap di hotel karena ada rapat perusahaan, Kak!"
" Ohh..kalau Adrie naik jabatan, gue minta tambahin dong!, Uang bulanan gue."
" Nanti aku bicarakan dulu sama bang Adrie yah Kak!"
" Hemm..ya sudah!, Nanti Adrie pulang gue yang ngomong." Trus Lina gue minta uang!, Gue mau jalan sama temen temen gue, nanti sore."
" Baik Kak, aku transfer sekarang juga!"
Abrey mengangguk dan langsung pergi. Lina menghela napas dan hanya menggelengkan kepala menatap punggung Abrey yang berlalu begitu saja.
Sore itu Lina sudah bersiap untuk pergi ke cafe yang sudah dijanjikan pada via temannya. Namun saat Lina membuka pintu mobil, Abrey menghampiri Lina.
" Lina elu mau kemana?"
" Arisan Kak!, uangnya sudah masuk yaa Kak?"
" Iya sudah, Lina elu mau pakai mobil Adrie ya?"
" Iya Kak!, Memangnya kenapa?"
" Gue mau pakai mobilnya nanti!, Elu naik taxi ajalah!"
seketika Lina mengernyitkan dahinya dengan permintaan kakak iparnya itu. Namun ia memilih mengalah dengan Abrey.
" Ya sudah kakak pakai mobil saja, biar aku pesan taxi online!"
" Nahh gitu dong!"
__ADS_1