
Jakarta.
Devis melangkah masuk ke ruangan nya, sepatu yang di pakai nya ke kantor hanya sneaker casual berlogo 3 garis sangat santai gaya nya tapi otak nya tidak santai banyak planing yang akan di kerjakan nya baik perusahaan nya dan rencana pernikahannya dengan Lina. Bokong nya langsung menduduki kursi CEO nya, setelah kemarin ia dan Lina tiba kemarin sore dari Sulawesi Utara.
Sambil mengecek dokumen yang menumpuk di meja ia mulai memeriksanya dengan teliti sebelum ia bubuhkan tanda tangan.
TOK TOK
" Masuk Jo!"
" Pagi Pak Devis."
" Pagi Jo, silahkan duduk Jo!"
" Bagaimana di Manado?, menyenangkan?"
" Verry Impressive, Jo."
Johan mengangguk dan tersenyum.
" Baru beberapa hari di sana, anda terlihat berisi, Pak Devis."
" Yeah..kau benar, Jo. Tidak bisa terkendali nafsu makan saya di sana, makan teruss Jo sangat enak enak makanan disana."
Johan tersenyum.
" O iya Jo, kau harus ada yang mewakili mu biar pekerjaan.mu terbantu karena kamu akan mengurus pernikahan saya."
" Iya Pak Devis sudah ada orang yang membantu pekerjaan saya."
" Siapa?"
" Nama nya Lidya, sudah berpengalaman dan masih muda. Saya sudah menghubungi dia hari ini dia mulai bekerja."
" Ya sudah kau atur saja Jo!"
" Baik Pak Devis."
__ADS_1
Lina sudah mengantar anak anaknya ke sekolah, seperti biasa dia membantu Surya dan Lesti di Toko sembako samping rumah nya.
" Surya Lesti Ibu mau bicara."
" Iya Bu, ada apa?" ucap Surya.
" Begini, saya akan segera menikah dan setelah nya saya akan menetap di Amsterdam, Ibu harap kalian bekerja saja seperti biasa. Dan rumah ini akan di tempati Buk Inah dan Lesti."
" Bagaimana Lesti kau mau?"
" Mau Bu, jadi saya tidak perlu mengeluarkan biaya kontrakan Bu." ucap Lesti to the point.
Lina tersenyum.
" Dan yang akan menghandel dua toko saya adalah Mba Michel. Kalian jangan ragu Mba Michel Kakak saya sangat baik."
Buk Jum setelah membereskan dapur akan menemui Lina karena ia sudah di tunggu oleh Nyonya nya di toko sembako.
" Nyonya ada apa manggil saya?"
" Buk Jum ikut saya ya?"
" Ikut tinggal Di Amsterdam."
" Hah?, Ap- apa Nyonya?, saya gak salah dengarkan?'
Lina tertawa dengan ekspresi wajah Bu Jum terkejut.
" Tidak, Bu Jum Mau?"
" Euh?, waduhh..saya harus harus hubungi dulu keluarga saya di kampung Nyonya."
" Ya sudah, Kalau Buk Jum siap bilang sama saya Ya!"
" Iya Nyonya."
.
__ADS_1
.
.
Devis dan Johan masih di dalam ruangan, mereka sedang berdiskusi proposal tentang buka cabang usaha Devis di Korea, Johan di hubungi investor dari korea ia tertarik ingin bekerjasama dengan perusahaan Devis, Devis pun menyetujui nya. Besok Devis dan Johan akan bertemu. Johan semakin sibuk
😀😀👉
" Jo kau sudah siapkan berkas berkas nya."
" Sudah Pak Devis, Jam 9 Mr. LeJhoung akan datang menemui anda.'
TOK TOK
Johan segera membuka pintu ruangan nampak seorang gadis cantik tinggi semampai, bernama Lidya ia memang sudah di suruh Johan untuk menemui Pak Devis.
" Masuk Lidya."
" Terimakasih Pak Johan."
" Pak Devis, ini Lidya yang akan membantu saya."
" Selamat pagi Pak Devis."
Devis hanya mengangguk.
Devis menatap lekat pada Lidya, dari rambut sampai kaki, hanya saja penampilan Lidya agak menggangu mata Devis.
" Kau di sini ingin bekerja atau ingin menggoda seseorang?"
" Eugh..?" Lidya langsung bergidik mendengar ucapan Ceo itu. Karena menurut Lidya ia memakai baju stelan kantor tidak terlalu minim, hanya rok yang dipakainua ketat dan pendek di atas lutut.
" Maaf Pak Devis, besok saya rubah penampilan saya." wajah Lidya langsung pucat, baru saja bekerja sudah mendapatkan teguran.
" Kau sudah tahu kan apa pekerjaan kamu?, membantu Johan untuk sementara."
" Iya Pak Devis."
__ADS_1
" Ya sudah lakukan pekerjaan yang baik."
" Baik Pak Devis."