CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Dijebak


__ADS_3

Tapi Brata justru sebaliknya sangat suka dengan tingkah yang sengaja Tiara buat, beda dengan wanita wanita yang sudah di ajak kencan oleh Brata sangat menjaga sikap dan selalu menunjukan keanggunan yang di buat agar menarik di hadapan Brata.


" Ra."


" Iya?"


" jangan kau buat buat dengan sikap memalukan di depan ku."


" Eugh, maksudnya?"


" Justru aku malah tertarik."


" Tapi,.. aku memang seperti ini asli nya."


" Tapi aku menyukai kamu."


" Hoammm...maaf nih!, aku mulai ngantuk perut ku sudah kenyang, ini sudah jam 9 malam, dan aku harus pulang." Tiara berpura pura, dia sudah tahu arah maksud pembicaraan Brata.


" Aku antar kau pulang!"


" Euh?, tidak perlu Brata!, saya bawa kendaraan sendiri."


" Biar aku yang bawa, bahaya menyetir mobil dalam keadaan mengantuk."


" Baiklah!, terserah kau saja."


Dalam mobil Tiara benar benar terlelap, Brata sebenarnya ingin bicara namun Tiara nampak benar benar lelah.


Brata ingin membangunkan Tiara, sebab ia belum tahu rumah orang tua angkatnya.


" Ra." Brata menyentuh tangan Tiara, Tiara malahan mengganti posisi tidur nya menghadap sebelah kiri kaca mobil.


Brata menepikan mobilnya menunggu Tiara sampai benar benar membuka matanya. Ia sengaja menurunkan kaca mobil nya, dan menyalakan rokok dengan sabar Brata menunggu Tiara sampai satu jam.


Tiara akhirnya terbangun ia mengerjapkan kelopak matanya, ia sadar bahwa dirinya masih di dalam mobil. Kemudian menoleh pada Brata yang sedang fokus pada ponselnya. Pergerakan Tiara, Brata langsung memasukan ponsel nya di dalam saku.


" Kau sudah bangun."


" Eughh..hoamm, apa sudah sampai?, kenapa berhenti di sini?"


" Aku belum tahu alamat rumah kamu, karena kamu tertidur."


" Maaf yaa, aku benar benar sangat lelah."

__ADS_1


" Sekarang beritahu jalan menuju rumah mu!"


Brata kembali menyalakan mesin mobil dan segera ketempat tujuan.


" Kau jangan tertidur lagi, kalau kau tidak mau aku bawa ke hotel bersama ku."


" Iya iya."


Brata memberikan sebotol air mineral untuk Tiara agar Tiara terjaga.


" Kau harus minum kalau perlu basuh wajah kamu dengan air, biar tetap terjaga."


" Trimakasih!"


Brata sudah tiba di rumah Tiara.


" Kita sudah sampai, trimaksih ya Brata!, sudah mengantar ku pulang. Maaf merepotkan mu."


" Tidak apa."


" Kau mau masuk dulu!"


" Apa boleh?"


Brata kemudian masuk dan duduk di ruang tamu, Bu Purnomo keluar menemui Brata.


" Asallamualaikum, selamat malam Tante."


" Waalaikumsalam, malam."


" Mam kenaikan ini teman Tiara, nama nya Brata."


" Apa kabar Tante."


" Kabar baik Nak, Brata."


" Maaf kami kemalaman, karena Tiara sempat tertidur di mobil. Jadi saya menunggu Tiara bangun, saya belum tahu alamat rumah ini."


" Tidak apa, Nak Brata, Tiara memang suka seperti itu."


" Kalau begitu saya pamit dulu Tante, biar Tiara bisa istirahat."


Brata sudah di jemput oleh supir nya. dan Kembali ke hotel yang sudah dia pesan sebelumnya, niat nya ia ingin mengajak Tiara bermain main. Tapi seperti nya Tiara sudah menjadi sosok yang beda. Tiara ingin membatasi kedekatannya dengan Brata.

__ADS_1


" Nak, kalau mama lihat, teman kamu itu sangat sopan. Apa kamu tertarik pada nya."


" Brata hanya teman mam, tidak lebih."


" Kamu sudah cukup lama Single, apa kamu tidak ada niatan untuk menikah lagi."


" Belum ada, Mam!, Tiara masih fokus dengan perusahaan Papa Harry saja dulu."


" Kenapa kau, trauma?"


" Tidak juga sih, Mam, semenjak Tiara mengakhiri hubungan nya dengan Adrie. Rasa nya Tiara belum siap membuka hati untuk pria lagi." Tiara tersenyum.


" Yaa, itu terserah pada mu saja!, tapi kalau ada pria yang ingin serius dengan mu, seperti teman mu tadi ia suka sama kamu lho!, kelihatannya."


" Tapi Tiara tidak tertarik pada nya, Mam!, Tiara belum kenal terlalu dekat."


" Terserah pada pilihan mu saja, asal..jangan sama Adrie lagi."


" Baik Mam, Tiara janji."


" Ya sudah kau istirahat lah!"


Bulan berganti, Brata semakin penasaran dengan Tiara. Infomasi dari tangan kanan nya Malik, Brata sudah tahu kedekatannya dengan Adrie bahwa mereka berdua pernah menjalin hubungan. Brata tahu status Tiara janda beranak dua, yang kini kedua anak nya ikut dengan mantan suami nya yang menikah dengan sepupu tiri nya. Brata sendiri pun statusnya adalah duda cerai hidup, ia sudah berpisah dengan mantan nya tiga tahun lalu. Hari hari nya ia jalani hanya fokus menjalani meneruskan perusahaan almarhum Ayah nya. Brata sudah memiliki anak perempuan yang kini hak asuh nya jatuh pada mantan istri nya.


Brata sudah mengungkapkan perasaan nya pada Tiara bahwa ia mencintainya , cinta itu timbul pada saat Tiara datang ke kantor Brata pertama kalinya bersama Adrie. Tiara menjelaskan perasaan nya pada Brata bahwa ia tidak tertarik pada Brata, menurutnya Tiara sudah menutup hatinya pada pria manapun yang mendekatinya. Brata masih terus mengejar untuk mendapatkan cinta Tiara, kerena ia yakin suatu saat Tiara akan jatuh dan tahluk pada Brata.


Hingga pada sore hari, Brata mengajak Tiara berkencan, dengan akal bulus nya Brata ingin menjebak Tiara, dan berujung agar Tiara mau menikah dengan nya. Brata harus memaksa Tiara bagaimana pun caranya.


Brata menggendong Tiara ala bridal masuk ke dalam mansion nya, ia sengaja memasukan obat tidur kedalam minuman saat mereka makan di sebuah restoran. Para pelayan di rumah itu sudah pulang dan sebagian sedang beristirahat. Pukul 10 malam, Brata menghubungi Malik dengan rencana yang akan di buat nya.


" Kau sudah siap?"


" Bagus."


Tiara sudah di atas ranjang besar tidur Brata, di pandangi nya Tiara lekat lekat tubuh menggulat miring ke kiri dan kanan. Tiara seperti ingin membuka mata namun rasanya sangat berat untuk bangun. Brata berdiri di sisi ranjang ia menyeringai melihat wajah Tiara yang semakin terlihat cantik karena cahaya bulan, tangannya mulai membuka kancing kemeja dan melepas kemeja. Brata sudah keadaan polos. Kemudian ia naik ke ranjang itu, tangan nya membelai rambut Tiara dan mengusap pipi nya yang halus. Bibir nya ia kecup dan memagutnya.


Pakaian Tiara kenakan helai demi helai sudah Brata lepas, keduanya sudah polos, Brata menelusuri tubuh Tiara yang pernah dulu Adrie kagumi itu. Brata terpukau dengan keindahan tubuh Tiara, pantas saja Adrie menggilai nya. Dada Tiara terlihat sangat kenyal dan ranum, perut rata pinggang ramping, kedua pahanya yang putih mulus dan bokong yang bulat.


Nafsu Brata sudah tidak tertahankan, ia mulai menciumi dari sepasang betis Tiara yang indah lidah nya bermain pada jari jari kakinya yang di cat kuku warna merah cabai itu.


Pada saat Brata menjilat nya Tiara melenguh, terdengar sangat indah di telinga Brata. Puas bermain main pada jari kaki Tiara, Brata merayap di atas tubuh Tiara, dan mengungkungnya di pandanginya wajah Tiara dan kembali menciumi wajah Tiara dan ******* bibir Tiara. Tangan Brata meremas dada Tiara dan menciumi ujung dada itu, Tiara kembali melenguh. Brata pun memulai aksinya mengerjai tubuh Tiara dalam keadaan pengaruh obat tidur..


Brata sudah mendapatkan pelepasan, ia tersenyum kembali mengusap wajah Tiara. Kini rencana berikut nya Brata mengambil foto berdua dalam keadaan tidak tertutup selimut.

__ADS_1


Foto bugil Tiara sedang berpelukan dengan Brata, itu akan Brata simpan dan akan dijadikan ancaman. Bila Tiara tidak ingin menikah dengan nya, Brata akan menyebarluaskan foto itu.


__ADS_2