CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Devis Protes


__ADS_3

" Drie..eughh lebih cepat, sayang!, aku sudah mau, sampai."


" Sedikit lagi, sahyaaang!,


" Adriee."


" Tiara."


Kedua nya, bersahutan mengerang, mengejan sama sama mendapat pelepasan yang tiada tara. Peluh keringat di sekujur tubuh dan nafas kedua nya masih terengah engah. Adrie mengatur nafasnya setelah nya, tangan Adrie memeluk pinggang Tiara. Hingga beberapa menit, Adrie beranjak dari ranjang untuk menyegarkan tubuh dari keringat yang sudah mengering.


" Ra, bersihkan tubuh mu dulu!"


" Baik lah."


Tiara bergantian membersihkan dan menyegarkan tubuh nya di kamar mandi.


" Drie,."


" Ehm." Adrie menjawab dengan mata terpejam, karena rasa kantuk yang mulai menyerang.


" Mau sampai kapan hubungan kita seperti, ini?. Aku mau kepastian tentang hubungan kita, dari mu?"


Karena pertanyaan Tiara, membuat Adrie tertunda rasa kantuk nya. Adrie kemudian mengambil posisi duduk menyandarkan punggung dan kepala nya pada headboard ranjang.


" Kau ingin aku menikahi, mu?"


" Tentu saja!, bukan kah itu lebih baik?, Dan seharusnya aku tidak mengutarakan pertanyaan ini. Cukup harus nya kau, mengerti!, apa kau pernah terlintas di pikiran mu, untuk bisa menikahi ku?"


" Baik, aku akan menikahi mu!. Tapi beri aku waktu, untuk menyelesaikan masalah dengan istri ku dan juga pencarian putri boss ku."


" Trimakasih, Drie."


" Ya sudah, sebaiknya kita tidur."


😍


Dua bulan sudah Devis belum mendapatkan kabar dari Lina. Keberadaan Lina pun belum Devis temukan. Pasal nya Lina sudah keluar dari rumah nya, menurut pengakuan pegawai toko nya pada Johan yang ia datangi ke toko cabang Lina. Atas perintah Devis.


Hingga pada siang hari setelah makan siang Johan menghubungi Devis di kantor nya.


" Halo Jo."


" Pak Devis, saya sudah mendapatkan informasi keberadaan, Nyonya."


Seketika Devis merasakan angin segar, ia reflek langsung berdiri dari kursi CEO nya.


" Baik, berikan alamat nya?"


Setelah Johan mengirimkan alamat keberadaan Lina, Devis membaca alamat rumah itu dengan


ekspresi wajah girang tak terkira.


" Yes, i found you." Ia bertekad akan menemui Lina.Segera.

__ADS_1


Mobil Devis sudah berhenti di rumah Lina dengan jarak yang tidak terlalu dekat. Ia sengaja ambil jarak untuk memantau nya dulu dari dalam mobil. Pintu rumah Lina tertutup, hanya jendela yang terbuka. Menandakan rumah itu sedang ada penghuninya, setelah lama menunggu sekitar 15 menit sosok yang Devis rindukan keluar. Devis langsung mengembangkan senyum nya, Lina memang suka berpakaian tank top dan celana pendek baju rumahan favorit nya. Ia melangkah ke tengah halaman rerumputan. Segala gerak gerik Lina di perhatikan oleh Devis, Lina membuka kran air selang lalu menyirami tanaman tanaman hias itu sambil bersenandung di bibir nya.


Setelah menyirami bunga bunga, selang air itu ia arahkan ke pohon yang tinggi nya sedada orang dewasa dengan posisi berdiri membelakangi jalan. Devis kemudian keluar dari dalam mobil dan melangkah santai menuju halaman rerumputan itu. Setelah jarak Devis sudah dekat dengan posisi Lina berdiri,


Devis berdehem.


" Ehem."


Lina yang sedang bersenandung, terdiam dan membalikkan badan nya, Sontak Lina terkejut! sampai selang air di tangan nya jatuh. Ekspresi wajah Lina tak terbaca.


" De-Devis?"


" Hello dear, apa kabar?" Devis melipatkan kedua tangan ke dada, sedikit mengangkat dagunya


" Ka-kau, mau apa ke sini ?"


" Emm?" Kedua alis Devis terangkat, dagunya ia turunkan.


Lina menggelengkan kepala, pikiran nya baru saja tenang dari sosok bayang bayang Devis. Tapi kini!, orang ini!, malah ada di hadapan nya, Sekarang.


" Euh..bagaimana bisa, kau tahu aku disini?"


Devis mengulas senyum.


" Mudah sekali, sayang!, sekalipun kau tinggal di ujung dunia mana pun aku tetap akan menemukan mu!"


Lina memijit dahi nya, lalu menghela nafas.


" Devis, tolong! jauhi aku."


Lina tidak berani menatap kedua mata Devis, tatapannya ke arah lain.


" Lina?" Devis meminta penjelasan.


" Adrie sudah tahu, hubungan ku dengan mu, Dev."


Devis menipiskan kedua bibirnya sedikit tersenyum. Mendengar jawaban Lina, Devis sudah menduganya.


Lina terdiam, sementara mata Devis malah menjelajahi lekuk tubuh Lina. Tank top dan celana hotpants yang Lina pakai ini akan mengundang hasrat laki laki siapa pun, apalagi di pakai nya di luar rumah. Devis ingin protes.


" Lina?" Devis kembali memanggil.


" Iya." Lina masih betah menoleh ke samping, dengan wajah sedikit cemberut.


" Lina?"


" Iya, itu jawaban ku!, apa aku harus mengulangi?, Adrie sudah tahu hubungan ku dengan mu!" Lina akhir nya menatap Devis.


Devis terkekeh, wanita ini terlihat lucu dengan muka cemberut. Padahal bukan itu lagi yang di Devis maksud?.


" Kau ingin menggoda, ku?, Hem?"


" Hah!, kau yang datang ke rumah ku, Dev!, masa kau bilang aku yang menggoda mu!"

__ADS_1


" Masuk lah!, ganti pakaian mu!, siapa pun bisa tergoda melihat mu seperti ini. Dan aku sangat tidak rela."


Lina mendengus sebal.


" Baiklah aku ganti dulu!, dasar mengganggu saja!" Lina menurut, seperti anak kecil langkah kaki nya ia hentak hentak kan, karena sebal pada Devis.


Devis tersenyum ternyata Lina penurut, Devis akhirnya duduk di teras rumah sambil menunggu Lina berganti pakaian.


Setelah berganti pakaian, Lina membawakan sebotol air mineral dan potongan kue di piring. Lina sudah hapal Devis tidak suka minuman berwarna ataupun bersoda. Cukup air putih atau jus buah, sesekali kopi hitam tanpa gula.


" Di minum dulu, Dev."


" Trimakasih, sayang."


" Bagaimana dengan usaha resto dan bakery mu, Dev?"


" So far so good, tidak ada masalah. Hanya dua bulan ini aku memikirkan, kamu? gila rasa nya kau tidak ada kabar sama sekali."


Lina hanya menunduk.


" Apa Adrie menyakiti mu?"


" Tidak, dia tidak menyakiti ku. Dia memang sangat marah."


Dalam hati, Lina tidak mau berterus terang pada Devis. Atas perlakuan Adrie telah mengurungnya seperti seorang tahanan.


Devis merasa tidak yakin atas jawaban Lina, tidak mungkin Lina sampai keluar dari rumah.


" Lalu..kenapa kau sampai keluar dari rumah?, Adrie mengusir, mu?"


Lina menghembus nafas nya pelan. Sebelum menjawab ia menyusun kata kata di luar fakta yang sebenar nya.


" Adrie tidak mengusir ku, hanya aku yang perlu keluar dari rumah itu. Agar kami saling introspeksi diri."


Devis mengerti walaupun jawaban Lina sangat klise, Devis merasakan ada hal yang buruk yang Lina tidak mau ceritakan.


Devis menggenggam tangan Lina.


" Lina, bukan kah aku sudah bilang sebelum nya, kalau terjadi sesuatu pada mu, ceritakan pada ku!"


" Tapi aku baik baik saja, Dev!, tidak ada sesuatu hal yang buruk terjadi pada ku."


" Jangan kau menutupi nya. Sayang."


" Tidak ada, yang aku tutupi."


" Baik lah." Devis tahu saat ini Lina masih menutupi nya, tapi nanti ia yakin akan terungkap."



Visual


Lina sedang menghabiskan air mineral Devis, Gak haus apa Devis tanya mulu😀✌️

__ADS_1


Ok Readers!, Author udah ngantuk mau bobo. jangan lupa berikan vote hadiah dan like.❤️


__ADS_2