
Lina mulai menyusuri leher Devis dan menciumi dengan lembut, dan terus mengecupi dada Devis menjilati dua pucuk Devis, Devis mende**h.
" Teruskan sayang."
Kecupan kecupan bibir Lina sudah menurun di bagian perut Devis tak hanya mengecup lidah nya menjilati kulit perut Devis.
" Awghhh.." nafas Devis mulai tersengal sengal, kedua tangan nya meremas rambut Lina.
" Yes..Lina..awghh.." De*ah** suara bariton Devis mulai menggema di kamar itu.
Kecupan bibir Lina sudah di bagian tepat bawah Devis, terasa bulu bulu itu di bibir Lina. Lina mulai menggenggam junior Devis.
" Lakukan sayang!" Devis terpejam.
Bibir itu sudah mengerjai bagian keras Devis Lina sudah seperti menjilati ice cream yang meleleh.
" Aowwhh..God." Devis mengerang.
Lina melips servis nya sampai akhir nya Devis mendapat pelepasan.
" Argghhh..sayang."
Tak sampai di situ dengan genggaman tangan Lina memainkan bawah Devis hingga mengeras kembali. Lina mulai memasukan ke bagian lembah nya.
Lina mulai menggerakkan bokong nya, Devis menatap istrinya benar benar sangat sensual dengan gaya menunggang kuda.
" Owhhh..yes honey good."
__ADS_1
Gerakan Lina di atas sangat memacu gairah Devis, Devis sambil meremas kedua dada Lina yang tidak boleh di diamkan.
Lina sangat menikmati gaya WOT nya ia mengerang sampai wajahnya menengadah ke langit langit. Devis semakin terpana apalagi seluruh tubuh dan rambut Lina sudah basah dengan keringat, Lina terlihat erotis berada di atas perut Devis, ia seperti menari nari di atas perut nya.
Erangan dan de**** Lina dan Devis bersahutan. Lina menarik tangan Devis jari jari Devis ia masukan kedalam mulut nya ia mainkan dengan lidah nya menghisap dan menggigit dua jari Devis, sambil menggoyangkan bokong nya.
Hingga di saat yang bersamaan dua duanya mendapat pelepasan. Lina langsung menjatuhkan tubuh nya di dada Devis. Devis membelai tubuh dan rambut Lina yang sangat basah oleh keringat itu. sambil mengatur nafasnya Lina bicara pelan.
" Bagaimana sayang?"
" Memuaskan sayang.."
Malam itu juga Devis dan Lina bercinta Sampai pukul 3 dini hari, keduanya bergantian Devis yang diatas tubuh Lina, Lina dengan gaya WOT nya. Keduanya sebelum tidur mandi bersama dan akhir nya mereka pun terlelap.
✌️✌️✌️✌️
Via sudah menceritakan pada Lina, bahwa ia di ajak kencan oleh pria bernama Freddo, Lina tentu sudah tahu siapa Freddo itu, Lina mendukung Via.
TOK TOK
Via dengan lekas membukakan pintu untuk Freddo, saat pintu itu sudah terbuka lebar Freddo menatap Via dari rambut sampai kaki.
Tatapan Freddo pada Via membuat Via bertanya apa dirinya ada yang salah. Via saat ini menggunakan rok lebar agak kaku warna hitam panjang di atas lutut di padukan kemeja Hem putih berkerah dilipat Sampai sikut dengan tas kecil tali panjang warna hitam dan sepatu flat shoes hitam. Rambut lurus hitam legamnya yang berkilau Via urai saja.
" Eugh?"
Freddo tersenyum dan mengangguk, setuju dengan penampilan nya Via hari ini.
__ADS_1
" Sudah siap berkunjung ke rumah ku?"
" Sedikit masih kurang percaya diri saja."
" Tidak usah ragu, percaya padaku kau akan di terima oleh kedua orang tua ku."
" Oke."
Via menutup pintu itu, saat Via menutup pintu dan mengunci kamar posisi Via membelakangi Freddo. Freddo mengambil kesempatan melirik pada kedua kaki Via yang panjang.
Setelah selesai mengunci pintu itu, Freddo menggandeng tangan Via. Freddo segera membawa Via ke mansion nya. Tiba disana Via kaget terkagum kagum dengan rumah Freddo yang mewah. Kemewahan rumah itu Via justru semakin tidak percaya diri bahkan minder. Via hanya menganggap dirinya siapalah gue ini cuma remahan rengginang. Bathin Via.
" Ayo kita sudah sampai."
" Eumm..apa kita kembali saja." ucap Via dengan wajah kaku nya.
" Heum?, kembali?, Ayo masuk aku akan memperkenalkan dengan kedua orang tua ku mereka sudah menunggu mu."
" Iya..ta-tapi, aku malu."
" Kenapa harus malu."
" Freddo sebentar!, maksud ku.."
" Heum, kenapa?"
" Begini..eum.. tujuan mu untuk mengenalkan aku pada orang tua mu, apa?, kalau untuk berteman Ok!, aku tidak keberatan..tapi kalau tujuan nya, lebih dari teman, rasa nya kita bagaikan langit dan bumi. aku tidak pantas Freddo."
__ADS_1
Freddo tersenyum tahu maksud Via.
" Aku tidak memandang itu, aku suka kau apa ada nya. Jangan mempersoalkan status buat ku itu tidak penting. Aku mulai mencintai mu."