CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Berterima Kasih Pada Adrie


__ADS_3

Pagi hari Devis sedang berada di ruangan gym nya, nampak peluh keringat nya bercucuran di kening dan leher nya. Olah raga cukup 30 menit dan rutin setiap pagi bagi Devis . Lalu tangan nya meneguk air mineral sambil mengelap keringat dengan handuk kecil.


" Dev."


" Iya Mom."


" Kau sudah mantap dengan Lina untuk menikah dengan nya?"


Devis tersenyum, sambil menyeruput kopi hitam nya.


" Iya, aku sudah siap 100 persen..mungkin Lina yang belum, dia masih memikirkan hal yang lainnya."


" Kalau dia belum siap, bagaimana?"


" Aku sudah mengikatnya, Mom?"


" Maksud kamu?"


" Aku memberikan cincin sebagai tanda pengikat."


" Kau pasti sudah bercinta dengan nya, bukan?" Laura tersenyum.


" Iya berkali kali."


" Kalau begitu dia tidak bisa menghindar lagi dari mu."


" Ya..aku sengaja membuat dia agar tidak bisa menghindar dari ku, dia wanita yang lemah lembut aku suka mendengar suaranya bila bicara dengan ku, dia punya bidang bisnis yang menurut ku sangat cocok dengan ku. Dia wanita sangat menggairahkan Mom."


Laura tertawa lebar, dengan ucapan Devis yang sangat frontal.


" Kau sudah dewasa, kau harus pertanggung jawabkan."


" Tentu Mom."


" Bagaimana kalau dia tidak mau menetap di Amsterdam?"


" Akan aku paksa Mom, kalau perlu aku culik dia."


Laura semakin tertawa.


" Kau memang sudah sangat mencintai Lina."


" Dari awal perkenalan dengan nya, aku sudah jatuh hati Mom, Entahlah.. berada dekat dengan nya hati ku terasa nyaman walau dulu masih ada Adrie."

__ADS_1


" Kau harus berterimakasih pada nya."


" Andai saja aku bisa bertemu dengan Adrie walau dalam mimpi, aku akan berterima kasih pada nya."


Laura kemudian melihat penampilan Derick yang sudah rapih.


" Derick, kau ingin bekerja?"


" Iya sayang."


" Ini hari libur sayang, kenapa bekerja?"


" Biasalah..hanya pertemuan sebentar saja dengan klien ku, kau mau ikut?"


" Ya sudah aku ganti pakaian dulu, kau duduklah!, sarapan dulu."


Derick kemudian duduk kini di meja itu hanya Derick dan putra nya.


" Dev."


" Iya Ayah."


" Cepat lah!, pertemukan Lina dengan kami."


" Baguslah, jangan terlalu lama hidup sendiri biar Lina mengurus mu dengan baik."


" Iya tentu."


" Kau tidak mengunjungi Bastian dan Sander?"


" After this."


.


.


.


.


.


Devis sedang menjemput kedua putra nya Sampai di kamar Sander, Devis ingin bicara pada kedua putra nya.

__ADS_1


" Papa mau bicara dengan kalian berdua, duduklah!"


" Ada apa Pah?" ucap Sander.


" Kalian tidak keberatan kan, kalau Papa menikah lagi?"


" Terserah pada Papa, biar hidup Papa ada yang menemani."


" Kapan Papa akan menikah?" Balas Bastian.


" Mungkin secepat nya."


" Kami berdua hanya mendukung saja, Pah."


" Terimakasih untuk kalian berdua, ya sudah kalian pulang Kakek dan Nenek mu menunggu kalian."


Hari keberangkatan Devis ke Indonesia sudah dia siapkan, sebelumnya ia sudah menghubungi Johan sekretaris nya. Tapi sebelum berkunjung ke rumah Lina, Devis ingin ke kantor nya.😍


Tanggerang.


Sampai di bandara Devis berjalan menuju mobil nya, yang sudah di tunggu oleh Johan dan supir nya. Langkah nya tidak terburu buru tapi tidak juga santai. Hingga seorang pria melangkah dengan tergesa gesa tidak sengaja menyenggol bahu Devis.


" Ow..Im sorry, I did'nt-"


" Its okey, tidak apa." Balas Devis.


" Saya sangat terburu buru harus menjemput putra saya di rumah teman nya." pria itu tersenyum pada Devis.


Devis pun tersenyum mendengar alasan pria itu dan menganggukan kepala pada pria itu.


" Oh i see..silahkan!"


" Terimakasih."


Devis lalu kembali meneruskan langkah nya mata nya sedikit memperhatikan pria yang menyenggol bahu nya dengan langkah yang cepat.


" Selamat sore Jo."


" Selamat sore Pak Devis."


" Kita ke kantor dulu, ya!"


" Ok."

__ADS_1


__ADS_2