CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Belah Duren di Malam Pertama


__ADS_3

" Kau sudah siap?"


" Iya Freddo." Via menjawab nya gugup ."


Freddo mulai menciumi bibir Via, Via yang memejamkan mata malah terbayang bayang dengan ucapan teman teman sekantor nya bahwa pengalaman mereka di malam pertama saat pecah perawan akan terasa sakit. Bahkan ada temannya yang menceritakan terasa perih di bagian intim nya sampai sekitar 3 hari ada juga yang menceritakan belum bisa berjalan sampai 2 hari. " Apa sesakit itu?" dalam benak benak Via


Sementara Freddo yang sedang mencumbui bibir Via, Via sendiri malah membayangkan pengalaman pengalaman teman teman nya. Via tanpa sadar jadi tidak menikmati cumbuan Freddo. Membuat Freddo menghentikan cumbuan di bibir Via, Freddo yang tadi nya terpejam menikmati bibir Via juga menyadari kenapa Via tidak merespon atau membalas cumbuan bibirnya Freddo membuka matanya ia menatap Via wajah Via terlihat tegang.


" Dear..ada apa?, kenapa kau tidak membalas ciumanku? kau terlihat tegang."


Via yang di tanya Freddo sadar dan membuka kedua matanya.


" Eumm..eumm?"


" Kenapa, dear?"


" Aku takut."


" Eugh?..takut apa?" Freddo masih mengungkung Via.


" Takut sakit."


" Tenang dear..memang awalnya sakit tapi nanti kau akan menikmatinya."


" Menurut pengalaman teman teman ku akan terasa sakit..bahkan ada yang sampai tidak bisa berjalan sampai dua hari Freddo."


" Apa kau mau kita menunda nya dulu Sampai kau siap?"


" Awalnya saja kan terasa sakit?"


" Iya dear...aku sudah tidak tahan kalau ditunda, kau kan dulu katakan aku harus sabar mana mungkin aku sabar lagi, heum?"


" Iya..Freddo aku tahu, tapi aku lihat punya mu besar muat tidak masukin nya."


Freddo terkekeh.


" Big is beautiful, right?"

__ADS_1


Via malah tertawa geli mendengar ucapan Freddo.


" Ok dear relax..aku akan membuat mu tidak akan terasa sakit."


Via mengangguk.


" Nikmati saja permainan ku."


" Ok..." Via mengangguk siap.


Freddo memulai kembali mencium bibir istrinya itu dengan lembut pagutan dan luma*** bibir Freddo semakin di tekan kan, Via pun mulai membalas ciuman Freddo decapan ciuman keduanya mulai nyaring.


Telapak tangan kanan Freddo pun merayap di dada kanan Via dengan gerakan memutar dan jari jari freddo memainkan pucuk nya seperti mencari gelombang radio. Via mulai me*****


kecupan Freddo menjalar ke leher Via dan memberi tanda merah di leher Via.


Rangsangan yang Freddo berikan dari Setiap sentuhan dan kecupan Freddo membuat tubuh Via merasakan nikmat yang tak terhingga " Benar juga kata teman teman Via yang sudah berpengalaman bahwa bercinta itu membuat tubuh kita terbang sampai ke langit ke tujuh." bathin Via dalam pejaman mata nya.


Freddo wajah nya sudah di hadapkan pada bagian lembah Via, bola matanya sedang menatapi bentuk kepemilikan istrinya sangat indah dan bersih hidung mancung Freddo mengendus pada belahan bagian Via dan menghirupnya dalam dalam, Ujung hidung Freddo terasa basah.


Via yang sudah pasrah kedua tangan nya memegang ujung kanan kiri bantal wajah nya mendongak ke langit langit kamar. Via mengerang sampai membuka mulutnya mengambil nafas dalam dalam.


" Freddo..


Rupanya Freddo sedang memainkan dengan lidah nya di bagian bawah Via. Membuat nafas Via engap engapan.


" Freddo sudah cukup..." tangan nya menjambak rambut Freddo.


Freddo mendongak menghentikan permainan lidah nya sesaat, ia tersenyum melihat wajah istrinya sudah berkeringat.


" Ini baru permulaan,dear."


" Iya..hahhh..hahh..eummpp..hahh..eumpph."


Freddo ingin ketawa melihat ekspresi wajah istrinya seperti kehabisan nafas. Freddo melanjutkan kembali menyerang dengan lidahnya memainkan bawah via, hingga 2 menit Via merasakan seperti sesuatu yang belum pernah via rasakan sebelumnya akan keluar namun rasanya sangat nikmat . " Apa ini?" batihin Via.


" Fredddooo..euughhh...eumphh..hahh..hahh."

__ADS_1


Via mendapat pelepasan, Freddo menikmatinya pelepasan Via sampai habis.


Freddo kembali mengungkung istrinya, di tatapnya seluruh wajah Via sampai lehernya yang sudah berkeringat. Freddo membelai wajah Via mengusap keringat di kening Via.


Apa yang di lihat Freddo di bagian bawah Via terlihat sangat rapat, Freddo semakin tidak sabar untuk membenamkan milik nya.


" Katakan kalau sakit!"


" Iya..


Freddo mulai memposisikan agar junior nya tepat di bagian bawah Via. Perlahan lahan ujung nya mulai di benamkan


" its hurt?"


Via menggeleng.


Freddo memajukan lagi pinggul nya.


" Hurt?"


" No..."


" Are u sure.?"


Via mengangguk.


Freddo memajukan lagi pinggul nya agak dalam namun baru setengah nya.


" Aww..Freddo."


" Easy.." tangannya sambil memainkan dada istrinya.


Freddo mulai ancang ancang, karena sudah setengah nya junior nya di benamkan dan pinggul Freddo mulai di majukan namun yang gerakan memajukan pinggulnya yang terakhir di hentakan dengan kencang.


" Akhhhww..Freddo.


Freddo langsung memagut bibir Via agar Via merasa tenang, Freddo masih mendiamkan dulu. Setelah Via mulai tenang Freddo mulai memundurkan pinggulnya dan permainan gerakan maju mundur Freddo kini Via nikmati rasa sakit itu berangsur berubah menjadi kenikmatan yang Via rasakan. Satu hal yang Freddo banggakan mendapat kan Via yang masih perawan karena yang sudah sudah Freddo memang belum pernah menemukan nya. Permainan panas mereka hingga pukul 2 pagi.

__ADS_1


__ADS_2