
Menjelang Magrib Adrie sampai dirumah nya, dengan segera Adrie menuju rumah yang di tempati Abrey dan Michel. Adrie ingin meminta penjelasan pada penjaga pIntu.
" Kamu bodoh, kerja begitu saja tidak becus?"
" Maaf boss!, saya ketiduran. Saya, kan, jaga semalaman boss!, karena Nyonya gedor gedor pintu terus."
Tidak lama kemudian, Michel tiba sepulang dari bekerja. Melihat Kakak nya sedang memarahi penjaga pintu gudang yang menundukkan kepalanya.
" Ada apa, Bang?"
Michel langsung melihat pintu gudang yang telah terbuka. Michel langsung mengerti, Lina lolos dari kurungan dalam gudang. Michel pun merasa lega hatinya.
" Maaf Bang, gue lancang!, gue bukan nya mau membela istri Abang?, Tapi Abang sudah terlalu kejam!, memperlakukan istri Abang sendiri layak nya seperti seorang tahanan. Kalau ada masalah?, bicarakan baik baik saja, Bang!, tapi..kalau memang istri Abang, bersalah?, Sebaiknya Abang pulangkan saja pada orang tua istri, Abang!, dari pada di siksa di kurung dalam gudang?, Abang masih mencintai istri Abang, Kan? kalau Abang memang mencintai istri, Abang?, buat dia bahagia!, bukan disakitin terus menerus?, kasihan..anak anak, Abang!"
Adrie yang masih merasa gemas dengan penjaga itu, lama lama mereda emosi nya. Karena mendengar nasihat Adiknya dengan lembut. Adrie yang masih berdiri mengambil posisi duduk di sisi penjaga itu, Adrie merenungi dengan ucapan Michel.
" Gue masuk dulu, Bang!, mau istirahat."
Adrie yang terdiam hanya mengangguk. Michel kemudian pergi.
Abrey kemudian baru pulang, langkah nya melenggang dengan santai masuk ke kamar. Ia sempat melirik pada Adrie yang hanya terdiam duduk di kursi kayu dekat pintu.
" Kak, dari mana?" Tanya Michel yang sedang rebahan di ranjang tempat tidur.
" Eh, elu udah pulang?"
" Memang nya, Kakak dari mana?"
" Biasalah!, habis nongkrong sama temen, di cafe."
" Kak, Kakak tahu kan?, gimana Lina bisa lolos dari penjaga itu?"
" Yaa, tahu lah!, kan berkat bantuan, gue."
" Maksudnya gimana?, berkat bantuan, Kakak?"
" Ck, jadi gini!, kan, gue butuh duit buat nongkrong di cafe, tapi duit gue kurang!. Ya, gue minta lah!, sama Lina. Tapi dasar, tuh!, penjaga bodoh molor aja kerjanya, kesempatan gue bisa lolosin Lina."
Michel mendengar cerita Kakak nya, jadi tertawa cekikikan.
Adrie kemudian berdiri, ia merasa sudah lengket tubuhnya dan juga ingin istirahat karena sudah lelah.
__ADS_1
" Ya sudah, tugas mu sudah selesai!, Bapak pulang saja!"
" Baik Pak."
Adrie langsung pulang kerumah nya yang hanya bersebelahan dengan tempat tinggal Abrey dan Michel.
Satu hari setelah Lina lolos dari kurungan, Adrie merasa tidak perlu lagi menyewa orang suruhannya untuk menyelidiki Lina. Adrie sendiri yang akan mencari keberadaan Lina dan anak anaknya. Ia juga harus meminta penjelasan hubungan nya dengan Devis.
Pagi harinya, Adrie sudah bersiap untuk pergi ke kantor.
" Pagi, Buk Jum."
" Selamat pagi, Tuan."
Adrie kemudian duduk untuk sarapan yang sudah di siapkan oleh Art itu.
" Tuan, saya mau bicara."
" Ada apa Buk Jum?"
" Anu..eum, saya boleh tidak?, kerja pagi sampai siang saja, setelah itu saya pulang."
" Iya Tuan, selama Nyonya belum pulang, saya tinggal dengan Buk Inah saja,Tuan."
Adrie mengerti maksud permintaan Art nya itu.
" Ya sudah, tidak apa apa!, Buk Jum."
Setelah sarapan Adrie menuju toko di samping rumah nya.
" Lesti, Surya kemari!, saya mau bicara."
" Baik,Tuan."
" Saya harap!, kalian berdua bekerja seperti biasa saja!, tetap layani pembeli dengan baik!. Nanti untuk laporan pembukuan, saya yang akan mengecek nya."
" Baik, Tuan."
" Saya berangkat dulu!"
" Iya Tuan."
__ADS_1
Adrie kemudian pergi, ada sebersit penyesalan pada diri, Adrie. Tapi Ia sendiri juga belum bisa memaafkan istri nya, ia merasa kecewa Lina ada hubungan dengan sepupunya.
😍👉
Siang hari itu, cuaca sedang panas panasnya. Di dalam kamar Lina sedang termenung memikirkan hari hari ke depan bersama anak anak nya, bukan itu saja dia juga memikirkan usaha toko sembakonya, nasib para pegawai pegawai nya, juga Buk Jum dan Buk Inah. Toko sembako yang sudah ia rintis beberapa tahun lama nya.
Di rumah baru Lina yang dia tempati sekarang ini, juga ia beli secara diam diam tanpa sepengetahuan suami nya. Lina nekat membeli rumah saat Ia dan suami nya bertengkar hebat di mana ia telah memergoki suami nya sedang berada di dalam apartemen dengan Tiara yang dalam keadaan sudah polos.
Kilas balik Lina saat menikah dengan Adrie pun karena keterpaksaan. Adrie begitu terobsesi pada nya. Hati nya dulu tidak ada cinta pada Adrie, Lina merasa nyaman pada Adrie hanya pertemanan saja. Tapi akhir nya Lina belajar mencintai Adrie, mau tidak mau saat tahu Lina mengandung Sakya. Lina menanamkan di hati nya bahwa mencintai Adrie harus dengan ketulusan.
Tapi Adrie sendiri sudah lupa, bagaimana dulu ia bisa mendapat kan Lina untuk di miliki nya dan berujung Lina di nikahi nya. Kini malah sering di duakan. Lina sadari resiko memiliki suami yang tampan dan berdompet tebal harus kuat mendampingi selama hidupnya, Adrie sendiri mengakui ia tidak bisa lepas dari godaan wanita. Lina pahami itu!, tapi yang tidak bisa Lina sendiri pahami dan di mengerti...Adrie sama sekali belum bisa melepaskan Tiara, cinta pertama Adrie yang beberapa tahun cukup lama sudah berdiam di hati Adrie. Seistimewa itu kah? Tiara di mata Adrie?.
Lalu apa arti nya ketulusan cinta Lina, kini? ketulusan cinta yang sudah tidak Adrie hargai lagi.
😍😍😍
TOK TOK
" Permisi, Bu Lina."
" Iya, sebentar Mang, Kurdi!" Lina segera keluar dari kamar dan menemui Kurdi di teras rumah.
" Gimana mang, Kurdi? sudah dapat ponsel nya?"
" Sudah, Bu!, ini ponsel nya ibu, keluaran model terbaru. Dan ini nomor baru nya."
Lina memang meminta tolong pada Kurdi untuk di belikan ponsel, karena memang Lina sangat membutuhkan nya. Agar bisa berkomunikasi dengan sahabat sahabat nya juga Buk Jum, Buk Inah, Surya dan Lesti.
" Baik, trimakasih ya!, Mang Kurdi."
" Sama sama, Bu Lina."
Lina kemudian mengaktifkan nomor dan membuat email baru di ponsel nya.
Lina dan ketiga anaknya menyirami tanaman tanaman yang sudah di rawat oleh Mang Kurdi sebelum nya. Lina sedang mencoba hobi baru nya untuk menanam tanaman hias di dalam pot. Walaupun menanam bukanlah hobi nya, tapi Lina tetap akan merawat tanaman tanaman hias itu dengan baik, maklum saja!, Lina lebih menyukai di bidang penjualan. Sehingga di rumah Adrie pun tidak terlalu banyak tanaman tanaman hias. Hanya Buk Jum saja yang sering menyirami tanaman hias di rumah Adrie.
😍😍😍
Yang sudah ikutin cerita ini, makasih untuk komen nya👍 maaf, belum update kemarin karena bocah Agi Atit demam 🙏
Jangan lupa berikan like dan vote yaa!
__ADS_1