CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Kencan


__ADS_3

Sampai ruangan kantor Tiara ingin istirahat sejenak. Dika masih saja iseng menggoda Tiara.


" Pak Dika."


" Iya Mba."


" Saya masuk ke ruangan saya dulu, ya!"


" Iya Mba."


Dika masih saja mengikuti Tiara sampai pintu.


" Pak Dika." Tiara menatap bingung pada Dika yang senyum senyum.


" Iya Mba."


" Saya mau masuk."


" Eugh?, iya Mba silahkan!"


Lagi lagi Dika terus mengekori Tiara.


" Pak Dika." membuat Tiara jengah.


" Iya Mba,Tiara."


" Pak Dika, Saya mau istirahat, dulu."


" Hehhehe, iya Mba biar saya antar sampai di meja Mba."


" Tidak perlu, Pak Dika."


" Lho biar Mba Tiara biar aman, selamat, heheheh."


" Huuuuuff." Tiara menghela nafas kasar.


" Mba Tiara kalau perlu apa apa, panggil saya aja!"


" Iya Pak Dika, Terima kasih." Tiara buru buru masuk dan segera menutup pintu kaca itu hingga tidak sengaja pintu itu membentur kening dan hidung Dika, saat Dika ingin maju.


DUGHH


" Aduh." Dika meringis kesakitan.


" Ah, ya ampun maaf Pak Dika, saya tidak sengaja." Tiara ingin tertawa namun di tahan


" Iya Mba Tiara tidak apa."


" Sakit ya Pak Dika sini biar saya obati." Tiara ingin menyentuh hidung Pak Dika membuat perasaan Dika jadi tidak karuan.


" Iya Mba, hidung saya ini kan sudah ngirit numbuh nya, gak kaya Mba hidungnya Arab style."


Tiara bergegas mengambil plester untuk di tempelkan di hidung Dika.


" Sudah selesai Pak Dika."


Dika masih membeku karena merasakan sentuhan tangan Tiara pada hidungnya.


" Pak Dika."


" Euh, iya Mba. Terimakasih Mba Tiara sudah mengobati hidung saya." Dika cengengesan.

__ADS_1


" Nah jadi tambah tampan kan, Pak Dika nya."


" Iya ya, Mba..kalau begitu Saya gak akan copot plesternya."


" Ya sudah Pak Dika boleh keluar."


" iya Mba."


Dika akhirnya keluar dari ruangan Tiara.


" Huff..ada ada saja." Tiara menggelengkan kepala.


Saat Tiara baru memejamkan mata, ponselnya menerima sebuah pesan dari Brata.


" Jangan sampai saya menunggu, jam 7 malam di cafe xxx."


Tiara memikirkan ajakan Brata untuk menemuinya nanti malam, dirinya malas dengan ajakan Brata.Tapi Tiara takut dengan ancaman Brata seperti tidak main main bila ia sampai tidak menemuinya.


" Mam, Tiara ijin dulu yaa mau ketempat teman Tiara."


" Iya Nak, kau sudah makan?"


" Belum Mam, nanti di sana saja."


" Nanti kamu sakit."


" Tiara janji Sampai di tempat teman Tiara makan yang banyak."


Bu Purnomo selalu mengingatkan putri angkatnya untuk jangan sampai telat makan, Ia sudah tahu benar bila sedikit saja Tiara telat makan pasti akan sakit.


" Ya sudah hati hati ya sayang."


Tiara sudah menghidupkan mobil nya, malam ini juga Tiara akan memenuhi pertemuannya dengan Brata. Pakaian yang Tiara kenakan cukup kaos putih polos agak kebesaran dan celana jean biru gelap serta sneaker merah. Ia sengaja memakai kaos ia malas harus tampil anggun di depan Brata, riasan wajahnya hanya memakai lipstik rose gold tanpa bedak apapun di wajahnya. Beda dulu saat Tiara bila ingin berkencan dengan Adrie, ia selalu berbusana anggun dan seksi menampakan lekuk tubuhnya.


Di dalam Cafe Brata baru saja tiba, sedang menunggu Tiara. Brata menggenakan kemeja hitam lengan panjang yang di gulung sampai sikut. Penampilan Brata seperti ala mafia, kumis tipis jambang nya yang menyatu dengan janggut. Sosok Brata sangat dingin dan angkuh.


Tidak sampai lima menit Brata menunggu, Tiara sudah datang. Langkah kaki nya pelan tidak tergesa gesa menemui Brata.


Membuat Brata yang sudah melihat Tiara ingin menarik Tiara sampai di meja. Brata gemas melihatnya.


" Maaf sudah menunggu, apa saya terlambat?"


" Kau berjalan seperti kura kura saja."


Brata melihat penampilan Tiara yang biasa saja, beda dengan penampilan dirinya. Walau Tiara menggenakan Kaos kebesaran, namun tetap saja terlihat seksi di mata Brata.


" Duduk lah!"


" Terimakasih, Tuan."


" kamu bukan pembantu saya, jadi tolong panggil saja Brata."


" Baiklah." Tiara kemudian duduk berhadapan dengan Brata.


" Kau ingin makan dan minum apa?"


" Boleh, kebetulan saya sudah sangaaaat lapar."


Brata langsung menjentikan jari nya memanggil pelayan. Pelayan itu segera menghampiri meja mereka.


" Selamat malam Tuan dan Nyonya, ingin pesan makan dan minum apa?"

__ADS_1


" Saya boleh pesan nasi...sebentar!, Brata kau ingin makan nasi atau apa?"


" Soup labu kuning, dan segelas coklat panas."


" Saya nasi dua piring, udang tepung sambal geprek, krupuk, tempe mendoan,dan lalapan nya timun saja. Euumm minumnya es teh lemon panas."


Brata menatap Tiara aneh, perempuan ini seperti sengaja ingin di nilai buruk di hadapan nya.


Begitu juga pelayan resto itu di buatnya heran makanan yang Tiara pesan banyak, apa sanggup ia habiskan?, dan juga bingung dengan sambal geprek yang biasa nya itu menu untuk ayam. Belum lagi minuman yang Tiara pesan, Es teh lemon panas. Pelayan itu menautkan kedua alisnya.


" Maaf Nyonya."


" Iya?" Tiara sambil menutup buku menu itu.


" Maksudnya bagaimana ya?" Ucap pelayan dengan ekspresi binggung.


" Bagaimana apanya?"


" Minumnya es teh lemon panas, Nyonya?" Pelayan itu menunda mencatat menu.


" Iya?"


" Baiklah kalau begitu, saya akan antar 15 menit."


Pelayan itu mau tidak mau melaksanakan permintaan pesanan Tiara. Sambil melangkah pelayan itu bergumam pelan.


" EsTeh lemon panas , es teh lemon panas." Pelayan itu garuk garuk kening nya sambil melangkah.


Brata ingin tertawa sebenarnya dengan permintaan Tiara pada pelayan, namun ia tetap memasang wajah dingin.


" Eum, Brata saya sudah disini. Apa yang ingin kamu sampaikan?"


" Tidak ada, saya tertarik sa.." Brata belum selesai bicara Tiara memotong ucapan nya.


" Oh, iya Brata saya sangat berterima kasih tadi hari ini gudang kami berjalan lancar dengan jasa penerbangan kamu." Tiara tersenyum sumringah.


Brata tidak lepas tatapannya pada Tiara.


" Ya, kalau ada kendala apapun, segera beritahu saya."


" Tentu saja!"


Pelayan pun sudah membawa pesanan untuk mereka, dan meletakan di meja dengan tatanan piring yang bagus.


" Silahkan Tuan Nyonya."


Brata hanya mengangguk satu kali pada pelayan itu.


Tanpa basa basi Tiara langsung menyantap hidangan itu, Tiara menyantap udang dengan sambal geprek tidak menggunakan sendok dan garpu itu, langsung menggunakan jari tangan nya. Tiara mencocol udang dengan sambal serta tempe mendoan krupuk dan lalapan sangat lahap. Ia membiarkan Brata masih menatapnya, Tiara memang sengaja melahap seperti orang dua hari belum makan. Ia ingin membuat Brata tidak betah makan berdua dengan nya. Tingkahnya ia buat seperti orang rakus dengan hidangan makananan di meja.


Sedangkan Brata harus sabar dengan tingkah Tiara. Ia sudah tahu, Tiara hanya ingin membuat Brata kapok mengajak kencan dengan nya, dan Tiara berharap Brata tidak ingin mengajak ke dua kali.


Makanan yang Tiara pesan benar benar habis di meja itu. Brata sendiri pun belum menghabiskan soup labu kuningnya. Tiara benar benar ingin menguji kesabaran Brata.


Selesai makan, Tiara meminum es teh lemon itu sampai habis, dan yang mengejutkan sehabis minum Tiara bersendawa agak keras. Seperti mengeluarkan udara dari dalam tenggorokan karena sehabis makan dan minum


" Ooghhhh." UPS!, Tiara menutup mulut dengan telapak tangannya. " Maaf saya kekenyangan." Tiara nyengir pada Brata, sambil mengusap perutnya.


Brata pun tersenyum, melihat tingkah Tiara yang sengaja ingin mempermalukan dirinya di depan Brata.


" Semoga kau kapok mengajak ku bertemu dan tidak lagi ada pertemuan kencan seperti ini." ucap Tiara dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2