CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Operasi Sesar


__ADS_3

Kini di dalam ruangan tunggu pasien, Derick dan Laura juga Buk, menunggu Lina sedang dalam tindakan operasi sesar. Devis di minta Lina untuk ikut kedalam ruangan operasi, Devis dan Lina sudah meminta ijin sebelum nya dengan dokter SpOG dan rumah sakit tentunya.


Dengan seragam yang di asosiakan khusus dalam ruangan operasi, Devis sudah menggunakan baju seragam warna hijau kebiruan lengkap dengan atributnya yaitu masker dan sarung karet, ia ikut menyaksikan sendiri bagaimana perut Lina di sayat ketika sang dokter akan mengeluarkan bayi itu. Devis nampak terpaku bagaimana tangan dokter spesial kandungan itu membedah perut Lina. Ia kini tahu bagaimana rasa nya jadi seorang ibu yang berjuang tentunya sangat berisiko, nyawa taruhan nya.


Devis kemudian menoleh pada Lina dan tersenyum, ibu jari nya mengacung pada Lina agar Lina tetap semangat, dan jangan khawatir kalau diri nya tetap mendampingi Lina sampai operasi itu selesai. Devis masih terus menyaksikan sayatan sayatan pisau tajam membelah lapisan lapisan kulit perut Lina. hingga di sayatan kulit terakhir sudah nampak kepala yang mungil dan berambut, dan siap untuk di keluarkan. Perawat yang membantu dengan sigap tangan nya siap menekan dari atas pusar dan mendorong pelan, hanya kurang dari 5 menit bayi perempuan Devis keluar secara keseluruhan.


Devis menatap lekat lekat bagaimana bayi mungil itu sudah keluar dan mengeluarkan suara tangisan pertama bayi Devis. Devis terkesima ekspresi wajahnya tak terbaca ia mengembangkan senyum dan terpesona menatap bayi itu yang panjang nya 50 cm dan berat nya 4 kilo. Dokter itu menggendong dan di letakan di tangan sebelah kiri, Devis tidak sekalipun memutuskan tatapan nya pada bayi perempuan pertama nya setelah ia sudah memiliki dua putra yaitu Sander dan Bastian, lengkap sudah kebahagiaan Devis mendapatkan anak perempuan yang memang lama ia inginkan.

__ADS_1


" Bayi Tuan sehat normal dan lengkap." Dokter itu menunjukan bayi perempuan Devis pada Devis.


" Welcome my baby girl."


Bayi merah itu pun langsung di pertunjukan juga pada Ibunya oleh dokter


Lina tersenyum melihat bayi nya, yang sudah nampak hidung bangir nya, rambut nya tebal berwarna dark brown.

__ADS_1


" Thank you so much, my wife."


Devis membungkuk membisikan ditelinga Lina, lalu menatap wajah Lina sampai hidung kedua nya bersentuhan tangan nya membelai wajah dan rambut Lina, Lina pun mulai terpejam dan tertidur.


Pagi hari Lina baru mengerjapkan matanya, ia tertidur selama 6 jam, saat membuka mata Devis sudah berdiri di dekat nya lalu mengusap usap kaki Lina dengan lembut, Lina sudah bisa menggerakkan kedua kaki nya.


" Kau pegal?" ucap Devis lembut.

__ADS_1


" Sedikit." Lina menjawab nya masih lemah


Lina saat ini sedang membersihkan kedua putingnya, sang suster sangat ramah menyuruh Lina untuk dibersihkan dahulu kedua putingnya karena Lina harus memberikan asi pertama nya pada bayi perempuan Devis yang di beri nama Hasya Kencana Ayudisha Bakker.


__ADS_2