CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Answer me?


__ADS_3

Lina sedang melambatkan laju mobilnya ia sudah melihat mobil Devis di parkir tepat halaman garasi nya. Lina sudah menghentikan mobilnya di jalan aspal. Lina keluar dan melangkah masuk saat di teras rumah pendengaran nya menangkap suara Devis dan Buk Jum. Rupanya Devis sedang di temani Buk Jum ngobrol dengan Devis.


Saat Lina sudah masuk rumah, Buk Jum langsung pamit pada Devis untuk ke kamar nya. Hari sudah pukul 11 malam Buk Jum ingin istirahat.


" Tuan, Nyonya sudah datang. Saya permisi dulu."


" Iya Buk Jum."


Devis langsung berdiri menatap Lina, Lina langsung mengabaikan Devis, dan tak mau melihat Devis.


" Sayang..bisa kita bicara?"


Lina menggeleng matanya hanya menatap pada pintu kamar nya.


" Aku mau istirahat, kau pulanglah!"


" Aku akan jelaskan..jangan salah paham."


Lina tetap menutup telinga, dan mengabaikan Devis. Lina terus melangkah.


" Baiklah kalau kau tidak mau mendengarkan aku, kita bicara besok."


Lina mengangguk.


Devis melangkah keluar, terdengar suaranya oleh Lina Devis menghela nafasnya pelan Lina tidak mau melihat Devis tangan nya segera mematikan lampu ruangan tengah menandakan memang yang punya rumah telah mengusirnya. Devis keluar dan langsung menutup pintu ruang tamu itu


Lina menuju dapur ia mengambil air minum dari lemari es tenggrokannya sudah sangat kering dan sangat haus Lina langsung meneguk air itu langsung dari botol. Matanya mengalir kembali air bening dari sudut mata. Ia terbayang kembali melihat Devis dan Lidya.

__ADS_1


Setelah haus dahaga nya hilang, tangannya lalu mengusap air mata nya Lina kembali ingin menuju kamar nya namun tiba tiba lampu yang sudah Lina padamkan kembali nyala.


CETEK


Lina tersentak kaget Devis kembali keruangan itu.


" Kau?"


" Iya." Devis sudah berdiri sambil kedua tangan nya masuk kedalam kantong celana dan menatap Lina.


" Kenapa balik lagi?, pulang lah!"


Devis rupanya tidak merapatkan pintu itu, hatinya tidak rela kalau Lina mengabaikan nya, Devis tetap lah Devis ia teguh pada pendiriannya ia harus menyelesaikan masalah kesalahpahaman ini pada Lina. Ia kembali masuk walau ruangan sudah padam, ia menunggu Lina keluar dari dapur.


" Tidak!"


" Tidak."


" Baiklah, aku tidur dulu!"


Lina kembali melangkah dan akan meninggalkan Devis untuk masuk ke kamar nya.


" Do you love me, Lina?"


Lina seketika berhenti, dan terdiam.


" Do you..love me, Lina?" ucap Devis menekan.

__ADS_1


Devis kembali bertanya pada dirinya. Lina tetap diam.


" Answer me?" Devis sudah mendekat di belakang tubuh Lina.


Hingga ketiga kali nya Devis masih melontarkan pertanyaan nya yang sama pada Lina.


" Do you love me?"


Lina akhir nya membalikan tubuh nya menghadap pada Devis dan menjawab pertanyaan Devis.


" Pulanglah! aku tidak mau mendengar kan penjelas-" ucapan Lina cepat namun terputus.


" Answer..me?" Devis menarik lengan Lina hingga menyisakan sedikit jarak wajah Lina pada Devis, Devis menatap Lina lekat lekat.


" Pulanglah, Dev."


" Do you love me?"


" Do you love me?" Devis tetap memaksa meminta jawaban Lina.


" Yes, i do."


" Do you love me?"


" Yes I..douu " Lina sambil terisak menjawab dengan penuh penekanan walau nafasnya tersengal sengal.


" Good!.. itu saja yang aku inginkan jawaban dari mu, kalau kau mencintaiku, harusnya kau percaya pada ku." Devis belum memutuskan pandangan nya pada Lina.

__ADS_1


Lina terisak, kedua matanya akhirnya mau melihat kedua bola mata Devis.


__ADS_2