CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Adrie dan Devis


__ADS_3

Adrie sudah rapih dengan kemeja kantor nya, ia sedang sarapan nasi goreng buatan Buk Jum walaupun rasa di lidah kurang pas Adrie tetap menyantap nya memang beda rasa nasi goreng buatan istri nya. Michel dan Abrey datang menemui Adrie.


" Bang,


" Iya Chel."


" Udah mau ke kantor?"


" Iya, ada meeting pagi pagi."


Michel memperhatikan wajah Adrie yang agak pucat.


" Bang, elu kelihatan nya agak pucat?, Abang sakit?"


" Abang sehat saja kok, Chel."


" Drie, gimana istri dan anak anak, elu?"


" Gue masih belum tahu?, mereka di mana?"


" Coba elu, kesekolahan Sakya!"


" Tapi gue ada rapat pagi pagi, Kak!"


" Elu ijin saja, tidak usah ke kantor!, lagian gue lihat wajah elu pucat, periksa ke dokter!"


" Tidak apa, Kak!, ya sudah gue jalan dulu, Chel Kak Abrey."


Satu Minggu kemudian, Adrie sudah menemukan keberadaan Lina dan anak anaknya. Ternyata Adrie menjemput Sakya di sekolah nya. Ia berdiri di sisi mobilnya sedang menunggu anak sulung nya selesai belajar dari sekolah..


" Bang Sakya!" Adrie memanggil nya dan melepaskan kacamata hitamnya.


Sakya sedang berjalan bersama teman sebangku nya, dari kejauhan nampak kedua nya sedang berbincang sambil melangkah keluar dari halaman sekolah. Namun bincang bincang itu Sakya hentikan, ketika ia mendengar ada yang memanggil nya. Sakya lalu menoleh, kedua mata nya langsung berbinar melihat sosok pria dewasa berdiri sedang menatapnya.


" Papah." Sakya langsung berjalan setengah lari menghampiri Adrie yang kedua tangan nya langsung di rentangkan.


Adrie langsung memeluk anak sulung nya itu, dengan erat.


" Papa, kemana saja?, Sakya merindukan papa."


Adrie masih belum melepaskan pelukannya pada Sakya, yang tinggi badannya sudah hampir menyusul tinggi badan Adrie.


Saat Sakya bertanya, Adrie ingin menitikan air mata nya. Namun ia tahan sekuat mungkin agar tidak keluar dan menangis di depan wajah Sakya.


" Papa, sangat sibuk di kantor. Maafkan Papa, baru sekarang Papa menemui mu, Nak!" Adrie berbohong menutupi nya dari Sakya.


" Papa dan mama tidak lagi bertengkar. kan?"

__ADS_1


" Tentu saja tidak, sayang!, sekarang antar Papa untuk menemui Mama, sekarang!"


Sakya dengan cepat menganggukkan kepala.


" Iya Pap, ayo!"


Adrie dan Sakya masuk kedalam mobil dengan penuh semangat Adrie ingin menemui istri nya itu dan segera membawa nya pulang.


Mobil sudah melaju dan segera meluncur ke rumah tempat keberadaan Lina dan anak anak nya.


Mobil Adrie sudah hampir tiba di rumah Lina, namun saat mobil Adrie sudah mendekat depan halaman rumah itu. Adrie melihat mobil yang sudah sangat di kenali nya.


" Devis?" Adrie bergumam pelan.


" Uncle Dev datang."


Sakya sangat senang, Devis sudah tiba. Anak itu memang sedang ada janji pada uncle nya untuk jalan.Tapi tidak untuk Adrie, hati nya mulai emosi dengan kehadiran Devis di rumah Lina.


" Mau apa dia?"


Sebelum Adrie dan Sakya turun dari mobil, Adrie meminta Sakya untuk menemani kedua adik nya di kamar. Karena saat ini Adrie ingin minta penjelasan pada Devis dan Lina.


" Sakya."


" Iya Pap."


Sakya yang polos belum mengerti maksud Papa nya, hanya mengangguk saja dengan perintah Papa nya.


" Baik, Pap !"


Adrie tersenyum pada Sakya. tangan nya mengusap kepala Sakya se saat.


" Masuk lah!" perintah Adrie pada Sakya.


Sakya dan Adrie turun dari mobil, Sakya langsung masuk dan mengajak kedua Adik ya Aldeen dan Aileen.


Adrie yang sudah berdiri di ambang pintu, mata nya langsung melihat Lina dan Devis sedang berbincang di ruang tamu.


Lina seketika terkejut, melihat Adrie yang sudah berdiri. Lina pun langsung berdiri tubuh nya mulai gemetar, kedua netra nya menatap lurus pada Adrie, ekspresi wajah nya antar takut dan benci melihat Adrie.


Devis pun sama, ia berdiri tubuh nya langsung mendekat pada Lina. Devis, segera mengambil posisi pasang badan. Ia ingin melindungi Lina dari serangan tiba tiba yang bisa saja di lakukan Adrie pada Lina.


Mata Adrie menatap Lina langsung beralih menatap pada Devis. Tatapan kedua nya tatapan membunuh.


" Kau mau apa, kesini?" Lina mulai berucap dengan dada yang bergemuruh.


" Aku ingin mengajak kamu dan anak anak, kita pulang sekarang!"

__ADS_1


" Aku tidak mau!" tatapan mata nya diturunkan


" Aku mohon!" Adrie berusaha tenang.


" Aku tidak mau, Bang!, aku tidak mau kembali ke rumah itu lagi, titik."


Adrie dengan cepat maju menarik tangan Lina, tapi dengan cepat Devis menahan tangan Adrie dan menghadangnya. Lina langsung beringsut di belakang Devis.


" Adrie lepaskan!, jangan pernah lagi kau kasar pada Lina."


" Ini bukan urusan, kakak!, tolong jangan ikut campur!"


" Lina..pulang lah, Abang mohon!"


Lina masih tetap bersikeras pada Adrie. karena Lina masih trauma dengan perlakuan Adrie mengurung Lina di gudang. Lina mulai menangis


" Aku sudah tidak sudi, pada Abang. Kau sangat kasar, kau sudah mengurung ku di gudang seperti tahanan. Dan aku sudah cukup lelah dengan kelakuan Abang yang tidak berubah.. Abang masih berhubungan dengan Tiara sudah sangat lama, sampai saat ini, benar kan?"


" Lalu apa beda nya, kau pun sama..kau dan Devis berhubungan?, Kau brengsek, Kak!, kau memanfaatkan istri ku, Bukan?"


" Aku tidak memanfaatkan Lina, karena aku memang benar benar mencintai, Lina!, kau yang brengsek!, tidak sepantas nya Lina kau sakiti!, kalau kau memang tidak bisa membahagiakan nya.. biar aku yang akan membahagiakan, dia!"


Adrie merasa sudah panas hati nya, darah nya mendidih dengan pengakuan sepupunya itu. Adrie mengepalkan tangannya dan bersiap menonjok wajah Devis.


" Tidak ku sangka, kau menyukai istri ku, Dev."


Adrie mulai mengepal kan tangan kanan nya dan siap menonjok wajah Devis. Dan saat kepalan tangan Adrie mulai melayang, dengan cepat Devis menangkap tangan Adrie dan menangkis nya.


Saudara sepupu itu yang tinggi nya hampir sama dan juga sama sama berotot mulai adu jontos.


BUGH


Devis meninju sudut bibir Adrie.


BUGH


Adrie membalas meninju Devis, tepat kena pada mata pelipis Devis.


Lina yang shok karena melihat aksi kedua nya saling adu jontos. Ia menatap bingung, pandangannya beralih bergantian pada Devis juga ke Adrie. Lina bingung ingin membela yang mana?, Lina takut pertengkaran kedua sepupu itu bisa babak belur. Ekspresi wajah Lina campur campur antara takut, marah, dan malu. Tubuh nya semakin gemetar, lutut kaki nya terasa lemas.


Hingga akhir nya dengan sekuat tenaga, sambil teriak Lina berucap.


" Stop!, Sudah cukup!, kalian jagan berkelahi!'


Devis dan Adrie akhir nya berhenti tatapan kedua nya belum lepas, nafas kedua nya terengah engah.


Namun baru saja Lina meminta berhenti dari perkelahian mereka, tiba tiba Lina pingsan.

__ADS_1


Hingga akhir nya Devis dan Adrie sama sama khawatir karena Lina sudah tergeletak.


__ADS_2