
warning only 21+ for adult, Author sarankan yang belum punya pasangan jangan baper๐๐ Btw admin lulusin, love u all๐
Lanjut...
Sampai di ranjang itu Maria di baringkan perlahan oleh Freddy, Freddy mulai melepas kancing kemeja menampakan otot dada dan lengan juga perut sixpack Freddy. Dada Maria mulai berdetak ia sangat gugup, Freddy mulai naik di atas tubuh Maria dan mengungkung nya. Freddy menatap wajah Maria terasa hembusan nafas mereka menerpa wajah kedua nya. Maria lagi lagi menghirup aroma keringat bercampur parfume maskulin Freddy yang menyegarkan di penciumannya, sangat khas harum keringat laki laki macho ini.
Freddy dengan kedua tangan nya melepaskan baju atasan Maria dan meloloskan baju itu, Maria membantu dengan mengangkat kedua tangan nya. Kini nampak lah kedua dada Maria yang terlihat mulai membengkak kedua dada Maria sangat sesak pada cup bra Maria.
Freddy mencari pengait untuk melepas kan bra Maria dengan tangan nya yang menyusup di belakang tubuh Maria.
TEK
Suara pengait bra itu terlepas oleh Freddy. kedua dada Maria kini terpampang jelas di mata Freddy. Freddy kagum melihat kedua dada itu yang kini bulatan nya semakin membesar dengan lingkar pucuk nya mulai berwarna coklat Milo.
Freddy tersenyum melihat dada Maria dulu belum sebesar ini, dada Maria sudah seperti balon yang bisa meletus bila terkena benda tajam. Freddy semakin gemas melihat nya.
" Eum..ke- kenapa hanya kau pandangi saja, Fre-ddy?" ucap Maria gugup
" Euh?, aku gemas melihat nya, sayang. Kenapa jadi seindah ini dada kamu?"
Maria terkekeh tangan nya membelai rambut Freddy.
" Karena aku sedang mengandung, Freddy.. hormon ku berubah dan menyebabkan payudara ku membengkak. Semenjak aku tahu kalau aku sedang hamil aku jadi sering membaca buku tentang Ibu hamil."
" Lalu?, apa boleh kita melakukan nya?"
Maria mengerti maksud pertanyaan calon suami nya ini.
" Dokter katakan tidak apa apa asal aku jangan melakukan aktifitas yang berat."
__ADS_1
Freddy senang mendengarnya, kedua telapak tangan nya mulai menangkup dada Maria dan meremas nya dengan lembut. Bibir nya mulai mencumbui kedua pucuk dada Maria, Maria merasakan rasa nyeri bercampur nikmat. Namun saat Freddy menghisapnya agak kuat Maria merintih sakit. Membuat hisapan Freddy terhenti.
" Aww..sshht."
" Kenapa sayang?"
" Kau terlalu kencang menghisap nya, Freddy...sakiit." Rengek Maria yang terdengar manja.
" Maaf!, aku terlalu gemas, sayang. Baiklah aku melakukan nya dengan lembut."
Freddy kini memulai nya dengan memagut bibir Maria, agar Maria sedikit tenang tangan nya memainkan dada dan pucuk nya. Maria kembali melenguh, mendengar lenguhan nya, Freddy semakin gencar memagut bibir Maria lidah nya memainkan rongga mulut Maria. Ia mengalirkan liur nya di lidah Maria dan meminta Maria untuk menelan nya.
" Telan sayang!"
Maria tidak menolak nya ataupun tidak ada rasa jijik dengan liur Freddy ia menelan nya dengan nikmat. Ciri khas Freddy bila ******* bibirnya entah apa maksudnya. Freddy mulai menurunkan kecupan nya pada leher Maria. Leher Maria yang putih bersih, Freddy menghisap dan menjilat kulit leher Maria. Membuat Maria merinding geli. Tak sampai di situ Freddy kembali memainkan dada Maria seperti dia tidak pernah bosan, dada Maria sudah basah oleh liur Freddy.
" Perut mu akan membuncit, sayang. tidak sabar rasanya melihat mu hamil dengan perut mu yang besar. Kau akan terlihat seksi."
Setiap Kalimat kalimat ucapan Freddy, membuat Maria tenang dan bahagia, dari awal kedekatan nya dengan Freddy, jujur!, laki laki ini membuat diri nya sudah nyaman. Selain perkataan nya dan perlakuan pun selalu manis di mata Mata Maria, hanya saja dulu ia menunjukan rasa gengsi nya.
" Freddy."
" Iya sayang." Freddy menyahut mata nya masih menghadap pada perut Maria.
" Kau ingin anak berapa dari ku?"
Freddy mendongakkan kepala ekspresi wajah nya terlihat sangat serius.
" Eumm..kalau bisa 4 atau 5 anak, sayang."
__ADS_1
Maria terkekeh, dengan ucapan Freddy.
" Aku serius sayang, rumah yang akan kita tempati nanti sangat besar dan luas. Aku mau isi rumah kita ramai dengan suara riuh anak anak kita nanti nya."
" Apa kau sanggup?"
" Uang ku tidak akan habis, sayang!, selagi aku bekerja keras, aku bisa mencukupinya."
Freddy kini mulai melepaskan celana nya, ia sudah tidak tahan dengan pemandangan kemolekan tubuh Maria. Kedua nya sudah tak ada satu helai kain pun di tubuh mereka. Freddy mulai ingin melakukan penyatuannya.
ini kedua kali nya Freddy kembali menggagahi tubuh calon istrinya.
Freddy melakukan nya dengan lembut ia tidak ingin sampai menyakiti janin yang ada di perut Maria. Bagian keras Freddy mulai di benamkan.
" Kau masih terasa sakit."
" Seperti nya sudah tidak Freddy."
" Katakan kalau sakit, kau gigit bahu ku!"
" I - iya." Maria sedikit menahan nafas karena kembali merasakan bagian keras Freddy yang akan mulai di benamkan.
Freddy mulai dengan aksi nya menghentakan pinggul nya dari tempo pelan hingga tempo cepat. Maria merasakan kenikmatan tiada tara setiap hujaman Freddy tak hentinya ia mend*s** dan menyebut nama Freddy. Keringat mereka semakin mengucur deras walaupun udara dalam rumah kayu mulai terasa sangat dingin di selimuti kabut yang mulai turun.
Hari sudah menjelang sore, Freddy dan Maria kini akan pulang kembali ke mansion Freddy.
Sampai di mansion Freddy, ternyata orang tua Maria telah menunggu Maria dan Freddy di dalam rumah keluarga Leander.
__ADS_1