
Adrie dan Lina keluar dari kamar. Seperti pengantin baru saja melihat kedua nya masih saja berpelukan dan tertawa.
" Abang, sudah lepaskan!" Ucap Lina manja.
" Tidak, Abang masih ingin, sayang."
" Tapi aku harus membuat steak kesukaan Abang, kan?"
" Baik lah baiklah..Tapi nanti malam, kamu harus janji jangan lagi di tinggal Abang tidur."
" Iya. Abang, aku janji!, suer!" Lina mengacung dua jari.
Tidak lama Buk Jum dan Buk Inah sudah tiba dari pasar. Lina segera melepas pelukan suami nya. Karena merasa tidak enak dengan kedatangan Buk Jum dan Buk Inah.
Makan siang sudah di hidang kan oleh Lina, Lina memanggil ketiga anak nya dan juga suami nya yang sedang asik menonton acara favorit mereka film kartun.
" Sakya Aldeen Aileen, ayo kita makan siang dulu!, nanti di lanjutkan lagi nonton nya.
Adrie mengajak anak anak nya untuk makan dan mereka duduk satu meja dengan Buk Jum dan Buk Inah. Adrie sangat semangat, ia menyantap makanan itu dengan lahap.
" Bagaimana rasa steak nya, Bang?"
Adrie melahap langsung mengacungkan Ibu jari pada istri nya.
" The best!"
" Terimakasih, Bang!" Lina tersenyum. Ayo!, anak anak di habiskan makan nya, ya!"
" O iya, Buk Jum, Buk Jum tinggal di sini lagi, kan?"
" Iya Tuan, eum..Nyonya kan, sudah pulang. Jadi saya tinggal di sini lagi."
" Terimakasih, Buk Jum." Ujar Adrie.
" Bang, selesai ini aku ke toko cabang dulu ya?"
" Ya sudah, kita berdua saja kesana!"
Hari hari berganti, semua sudah kembali normal seperti sedia kala. Adrie kini lebih menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah dan membantu istri nya ditoko.
Hingga malam hari di saat Adrie dan Lina ingin tidur, Adrie mempertanyakan ruko yang diberikan oleh Devis untuk Lina. Adrie ingin tahu apa Lina memang ingin membuka usaha baru nya yaitu, salon kecantikan yang lama pernah Adrie dan Lina diskusikan.
" Abang ayo!, kita tidur, ini sudah malam."
Adrie sudah merebahkan tubuh nya di ranjang, sebelum tidur Adrie mempertanyakan ruko itu.
" Sayang."
" Iya Bang."
Adrie sebelum bicara, ia memikirkan dulu kata kata yang tepat untuk di sampaikan pada Lina. Agar tidak ada yang salah paham.
__ADS_1
" Abang mohon maaf sebelum nya."
" Iya?"
" Mengenai usaha baru yang dulu pernah kamu sampaikan pada Abang, apa kamu serius untuk membuka salon kecantikan?"
Lina seketika jantung nya berdebar atas pertanyaan yang Adrie ajukan. Bagaimanapun ruko yang di miliki nya adalah pemberian, Devis. Lina khawatir Adrie akan menolak nya dan mengembalikan kembali pada Devis. Lina menjadi gugup.
" Euh..i-itu, terserah pada, Abang, apa Abang mengijinkan atau tidak?"
" Kenapa kau terlihat gugup?"
" Euh..euh, tidak, Bang!"
Adrie tersenyum, Adrie memegang tangan Lina yang terasa dingin.
" Kalau kau memang ada niatan untuk membuka salon kecantikan, Abang akan merealisasikan nya."
" Benarkah?"
" Iya, sayang!, dan ruko yang Devis berikan, sedikit dari keuntungan nya nanti kau kembalikan pada Devis."
" Iya, Bang!"
" Tapi ingat!, jangan sampai kau melalaikan keluarga dengan kesibukan usaha baru mu itu. Mengerti!"
" Pasti, Bang!"
" Baik. Bang!"
" Sekarang kita tidur!"
Adrie kemudian tangannya memeluk Lina, dan mengusap lembut pucuk kepala Lina. Dan mereka sudah masuk ke alam mimpi mereka.
Saat jam siang di kantor, Adrie sedang sibuk sibuk nya. Kesibukan Adrie semakin menambah melupakan sosok bayang bayang Tiara. Ya, sudah satu bulan ini Adrie sudah tidak lagi menghubungi, Tiara.
Hingga pada saat Adrie ingin menuju ke gudang pusat. Tanpa sengaja mata nya menangkap sosok Tiara keluar dari area bandara sedang berjalan berdua bersama seorang pria bule. Adrie terdiam, langkah nya terhenti memperhatikan Tiara melangkah masuk ke dalam taxi bersama pria bule itu.
Tapi Adrie hanya tersenyum. dan menggelengkan kepala. Di benak Adrie merasa ia tidak percaya?, Tiara yang begitu menggebu gebu pada nya sudah menggandeng pria yang baru. Apa secepat itu Tiara sudah melupakan nya?.
Adrie kembali melangkah maju, dan menuju gudang cargo yang akan mengadakan rapat dengan beberapa orang kepala gudang. Dia juga sudah rindu pada sahabat nya yaitu, Broh Dika.
" Halo, Bro!"
" Halo, Broh Dika yang paling ganteng di gudang." Adrie terkekeh.
" Apa kabar, sayang ku?" Dika membalas menggoda Adrie
" Dih, najis lu!"
Mereka berdua tertawa dengan canda mereka masing masing.
__ADS_1
" Gue senang, Drie elu semakin sukses."
" Ya, berkat doa kalian semua perusahaan ini semakin berkembang."
" Sukurlah!,
" Gimana, Dik sudah berkumpul semua?"
" Siap, bro!"
" Oke, kita mulai saja rapat ini!'
Lina baru saja selesai masak untuk makan malam. Sambil menunggu suaminya pulang, Lina membaca sebuah undangan reuni SMA Adrie. Hati nya sedikit gelisah bila Adrie memenuhi undangan itu, pasti Adrie akan bertemu dengan Tiara. Mantan Adrie dan juga sekaligus menjadi selingkuhan Adrie. Lina cemas bila Adrie bertemu Tiara kembali, Adrie akan sulit melupakan Tiara.
" Huuft, Awas lihat saja nanti kalau Bang Adrie masih menghubungi Tiara." Lina bergumam ada kecemburuan di mata nya.
Mobil Adrie sudah tiba, Lina buru buru berdiri di ambang pintu. Buk Jum sedang membukakan pintu garasi mobil. Masih dari dalam mobil Adrie tersenyum pada Lina yang sedang menyambut nya pulang.
" Halo sayang, kau masak apa?, Abang sudah lapar?"
" Eum, tentu nya masak kesukaan kamu dan anak anak."
" Oke, Abang ganti baju dulu!"
Selesai makan malam, Adrie dan Lina duduk di sofa sambil Adrie merebahkan tubuh nya.
" O' iya Bang, ada undangan untuk Abang!'
Adrie menerima undangan dari tangan Lina. Adrie membaca undangan itu.
" Kau mau kan?, temani Abang?"
" Mau dong!" akan bahaya kalau kau pergi sendirian saja."
Adrie terkekeh, ia tahu Lina sedang cemburu dengan, Tiara.
" Kau menghawatirkan, Abang?, acara reuni nanti akan bertemu dengan, Tiara?"
" Iya lah, Aku bisa cemburu." Lina cemberut.
Adrie malah gemas melihat istri nya yang sudah cemberut.
Adrie langsung merangkul istri nya dan mencium wajah Lina dengan gemas. Menciumi bertubi tubi, dari pipi hidung dan kening nya. Dengan usil, Adrie menggelitik pinggang istri nya hingga membuat Lina tertawa cekikikan.
" Abang, ampun!"
Adrie segera menarik tangan Lina masuk ke kamar dan meminta jatah malam nya.
Adrie sedang menunggu istri nya sedang berdandan, Ia maklumi istri nya ingin tampil mengesankan di acara reuni siang ini. Lina harus tampil menyesuaikan dengan siapa Lina mendampingi. Agar Adrie dan Lina terlihat pasangan yang harmonis dan kompak
😍😍😍
__ADS_1
Malam readers, mohon maaf untuk episode selanjutnya belum lulus revieuw, padaha udah di revisi. Untuk yang masih setia dengan cerita ini. Terimakasih yaa!