
" Turunkan aku!" Tangan Maria terus memukul tubuh belakang Freddy, tapi bagi Freddy pukulan Maria bukan lah apa apa, malah membuat tubuh Freddy meremang.
Sampai di mobil, Freddy membuka pintu depan dan langsung mendudukkan Maria dengan cepat tangan Freddy memasangkan seat belt.
" Kau? arrghhh." ucapnya dengan teriak penuh kesal.
Freddy yang sudah duduk di kemudi langsung menghidupkan mobil dan melaju mulai mejukan mobil dengan kecepatan sedang. Di dalam mobil Maria dan Freddy tidak bicara.
Hingga di tengah perjalanan, Freddy yang memulai membuka suara bicara pada Maria yang sedari tadi hanya cemberut padanya.
" Kalau saja saya tidak di sana dan menunggu Nona, mungkin nasib Nona akan jadi santapan para pria hidung belang, apa Nona mau? tubuh Nona di nikmati dan di gilir bergantian?"
Freddy bicara sambil pandangan nya fokus kedepan jalan. Mendengar ucapan Freddy supirnya, Maria jadi takut ia tidak bisa membayangi apa jadi nya kalau Freddy tidak berada di club' itu?. Untung saja Freddy tidak pulang, apa yang Freddy katakan bisa saja terjadi. Maria kini merasa bergidik ngeri
__ADS_1
" Iya..terimakasih kau sudah menolong ku."
Freddy mengangguk.
" Antar kan saya ke apartemen, saya ingin istirahat di sana saja."
" Baik, Nona!"
☠️☠️☠️☠️ warning only 21++
" Nona, sudah sampai."
Maria terbangun namun ia merasakan pusing di kepalanya karena ia lumayan banyak minum alkohol.
__ADS_1
" Kepala ku pusing Freddy.." Maria memijit mijit kening nya.
Maria ingin turun dari mobil tangan nya melepas seat belt tapi karena mabuk tangannya tak mampu melepaskan seatbelt itu sendiri. Freddy melihat Maria tangannya agak kesusahan melepas seatbelt itu, ia turun dan memutari mobil membuka pintu mobil sebelah kanan untuk membantu melepaskan seatbelt Maria
Setelah itu Maria turun dari mobil namun kedua kaki nya tidak sanggup untuk berdiri dan saat melangkah tubuh Maria oleng ke kanan, Freddy buru buru tangan kanannya dengan sigap meraih pinggang Maria agar tidak terjatuh. Tapi lagi lagi Freddy kembali mengangkat tubuh Maria ala bridal. Maria yang merasa di angkat tubuh nya oleh Freddy kedua tangan nya langsung melingkarkan pada leher beton Freddy. Tubuh nya saat di gendongan freddy, merasa sangat nyaman sampai wajah nya ia benamkan di dada Freddy membuat Freddy menarik kedua sudut bibir nya membentuk senyuman.
Freddy menggendong Maria sampai di pintu kamar apartemen Maria. Maria masih di gendongan Freddy sampai masuk, ruangan kamar itu terlihat gelap hanya sedikit cahaya terang bulan yang sinarnya masuk melalui celah kaca jendela. Freddy meletakan dan membaringkan Maria di ranjang tidur itu, namun karena kedua tangan Maria masih melingkar di leher Freddy membuat Freddy masih membungkukkan badan dan wajahnya kini menatap lekat lekat wajah Maria. Maria menjadi gugup dengan tatapan Freddy.
Dan perlahan Freddy naik keranjang tempat tidur, tubuh nya mengungkung Maria. lalu Maria memejamkan mata seakan ia tahu Freddy akan mengecup nya.
Freddy mulai mengecup bibir Maria dan memagut nya dengan lembut, tangan Freddy masuk pada leher belakang Maria bibirnya semakin menekan dan memperdalam ciumannya. Hingga sampai satu menit Freddy melepas pagutan nya, Maria masih memejamkan mata. Freddy menatap wajah Maria merasa tidak percaya wanita yang sikapnya tadi sangat angkuh dan sombong kini sudah berada di bawah kungkungan nya. Bola mata Freddy berbinar.ia tersenyum dan mulai kembali memagut bibir manis Maria, namun sebelum nya Freddy meminta Maria.
" Buka mulut mu, sayang!" ucap Freddy lembut.
__ADS_1
Lidah Freddy ingin menjelajahi kedalam rongga mulut Maria. Maria membuka mulutnya. Ujung lidah freddy masuk dan mengakses setiap bagian mulut Maria, kedua lidah mereka saling mengait, air liur Freddy di alirkan ke lidah Maria. Freddy mau Maria menelan nya. Liur Freddy terasa segar di lidah Maria dan Maria mengecapnya dan menelannya. Freddy pun tersenyum. Freddy semakin bergairah memainkan ujung lidah nya pada langit mulut Maria, langit langit mulut Maria terasa menggelitik karena ujung lidah freddy tubuh Maria meremang, hingga mengeluarkan suara lenguhan..