
Lina sedang menjemput Via sahabat nya, Supir sudah mengantar Lina di bandara Internasional Schiphol. Lina tinggal menunggu kedatangan sahabat kentalnya itu. Gadis asal Bandung ini sudah tiba, langkahnya yang berlenggak lenggok seperti peragawati itu, menoleh ke kanan dan kekiri mencari pintu keluar dan segera menemukan Lina yang sedang menunggu nya. Postur tubuh Via ini hampir sama dengan tinggi Lina, Via mempunyai rambut panjang hitam legam lurus panjang sebahu warna kulit nya kuning Langsat dan dagunya yang terbelah hidung nya mancung tapi mungil.
Tidak semua wanita mempunyai betis seperti Via yang ada garis nya betis yang sexy. Sahabat Lina dari semenjak mereka masih kuliah, segala apa pun masalah Lina, Via adalah tempat kedua curahan hati Lina. Via dan Lina selalu saling menjaga privasi dan rahasia mereka, masalah apapun yang menimpa mereka katakan saja Via dan Lina bukan mulut yang bocor halus tentang segala keburukan dan kebaikan keduanya tidak di ceritakan kembali ke orang lain mereka saling menjaga dan sudah saling percaya. Via gadis yang humoris dan periang.
Kedua bola mata Via sudah tertuju pada sahabat nya yang sedang melambai lambaikan tangan ke arah nya.
" Via." Lina memanggil
Via pun langsung tersenyum dan merasa lega karena sudah mendapati sahabat nya itu.
" Lina."
Keduanya pun saling memeluk.
" Ahhh..syukurlah elu sudah sampai."
" Iya Lina gue grogi, maklum ini pertama kali gue ke LN, gue takut nyasar.. kalau di Jakarta gue udah ubek ubek tahu jalan pulang, kalau elu sampe lepas gue di sini..gue bisa nangis di pojokan, Linaa."
Lina langsung tertawa mendengar ocehan Via, Lina merasakan telapak tangan sahabat nya itu dingin.
" Ayo..elu ke rumah gue."
" Tapi laki elu ada gak?, gue kagak enak ahh."
__ADS_1
" Santai..Devis lagi ke USA."
" Oh..gue nginep nih di rumah elu?"
" Teruss..lu mau di mana?"
" Gue?,.. cari yang aman dan gratis deh!, makan tidur di rumah elu."
Lina makin tertawa.
Via sudah sampai di Mansion Lina, Via nampak kagum pada rumah kediaman Lina.
" Lina gue boleh norak gak?, ini rumah apa istana?"
Lina tertawa.
" Dihh..ya pasti nyaman lah!"
Lina langsung mengenalkan pada ank tirinya Bastian dan Sander anak anak Devis tersenyum ramah pada sahabat Lina, kedua nya sangat menyambut kedatangan teman Mama tiri mereka.
Sedangkan Sakya Aileen dan Aldeen sudah kenal dekat dengan Via.
" Halo Tante, Via." sambut Aileen.
__ADS_1
" Hai..Aileen kamu sudah semakin besar ya."
" Halo Tante Via." sambut Sakya.
" Abang Sakya makin ganteng kamu sayang."
" Terimakasih Tante."
Lina sudah membawa Hasya dari kamar nya, ia ingin memperlihatkan anak hasil dari Devis pada Via.
" Via ini Hasya."
" Oouhh....ya ampun!, gemes gue lihat nya, Lina. Anak anak elu..emang gak ada yang gagal produk." Via sambil menciumi pipi Hasya.
Lina selalu ketawa candaan Via.
" Oke..sebentar lagi kita makan bersama."
" Siip..kebetulan gue udah laper."
Via dan Lina duduk bersama bercanda dengan anak anak Lina. Via hanya mengunjungi Lina selama 2 Minggu ia cuti dari kantor tempat dia bekerja.
Hari pertama Via menginap di rumah Lina. Lina langsung mengajak Via jalan jalan. tentu nya Via ingin melihat hamparan bunga bunga tulip yang berwarna warni.
__ADS_1
Dalam mobil itu Via menggendong Hasya, Aileen dan Aldeen juga Buk Jum dan Buk Inah, sedangkan Sakya bersama Sander dan Bastian punya acara sendiri.