CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Ipar Maut


__ADS_3

Michel adik nya Adrie datang menemui Lina, pagi pagi ia sudah rapih karena sudah siap untuk berangkat kerja. Wajah Michel memang berparas ayu di banding Kakak nya Abrey yang terbilang wajah nya biasa saja, walau tubuh nya sedikit gempal tapi banyak pria yang ingin menjadi kekasihnya. Namun ia memilih jomblo karena masih memikirkan kakak kandung nya itu padahal usia nya sudah cukup matang mendekati umur 30 tahun. Michel datang di saat Lina sedang membuka toko nya yang di bantu oleh Surya.


" Lina."


" Eh, Kak Michel mau siap berangkat kerja?"


" Iya Lin, Lina gue boleh minta resep kue yang waktu tempo hari lu buatin buat Kak Abrey dong!"


" Oh, tentu boleh dong Kak, tumben!, mau buat kue?, apa Kak Michel tidak repot Kakak kan sibuk kerja, bukan?"


" Iya sih!, tapi..ini gue mau bikin buat pesanan temen gue. Lumayan kan!, buat nambah nambah penghasilan, karena kue marmer yang elu buat, enak...lain dari yang lain pokok nya!"


Lina tersenyum bangga. Lina sendiri sebenar nya sayang pada ipar ipar nya itu.Terlebih Michel, kadang tidak di sangka dia suka membela Lina di saat Abrey sedang berdebat dengan Lina yang sikap nya selalu menunjukan tidak suka pada Lina. Michel juga sayang pada ketiga keponakan nya.


" Baik lah Kak!, nanti Lina tulis resep nya.Tapi kalau lebih bagus lagi saat Lina buat, kan bisa lihat langsung. Di banding hanya lihat resep saja. Memang nya kapan?, Kak Michel mau buat pesanan untuk teman Kakak?"


" Buat hari Sabtu sore sih!, Lin."


" Oh..ya sudah hari Jumat Kakak praktek langsung di dapur Lina saja Kak!, biar tidak terlalu repot bawa bawa peralatan buat kue."


" Oke deh kalau gitu!, Kakak usaha in pulang cepat. Biar bisa langsung buat, Ya sudah gue berangkat kerja dulu!. Trimakasih ya lina."


" Sama sama, Kak."


Lina teringat dulu, pernah Abrey meminta tolong pada Lina untuk di buat kan kue bolu marmer. Namun saat kue itu sudah jadi dan di bawa oleh Abrey untuk teman teman nongkrong nya, Abrey malah mengaku itu hasil buatan Abrey sendiri. Lina merasa kesal tidak di hargai oleh Abrey. Bagaimana Lina tidak kesal? pada ipar nya itu. Abrey mengaku ia membeli sendiri bahan bahan kue itu di pasar. Padahal bahan bahan untuk buat kue, Lina memberi nya cuma cuma yang ada di toko sembako nya.


Tidak lama kemudian baru saja Lina teringat Abrey dengan kue marmernya. Abrey datang menemui Lina. Abrey memang tidak pernah ramah pada Lina. Wajah jutek nya tidak pernah hilang untuk Lina.


" Linaaa."


Lina menoleh pada Abrey.


" Mau apa lagi sih!, pagi pagi 'Ipar maut sudah datang?" Lina bergumam pelan, tapi Surya mendengar ucapan majikan nya, julukan untuk Mba Abrey membuat Surya menahan tawa.


Karena kalau sudah berhadapan dengan Abrey Lina harus stok kesabaran tentu nya.


" Iya ada apa, Kak?" Lina menjawab sambil tangannya pura pura sibuk.

__ADS_1


" Lina, gue minta tambahin uang dong!"


" Iya baiklah!, Kak. Memang berapa yang mau Kakak minta?"


" Dua juta, Lin."


Abrey yang sedang bicara pada Lina, sedangkan Surya yang sibuk hingga bulak balik lewat di tengah Lina dan Abrey tubuh nya saling berhadapan. Membuat Abrey sedikit jengkel pada Surya.


" Elu bulak balik aja, Sur!, tidak lihat kalau gue lagi bicara sama majikan elu, apa?"


" Maaf Mba Abrey!, memang saya kan lagi sibuk." Surya langsung masuk ke ruang stok barang.


Lina menuruti permintaan Abrey dan segera mengeluarkan uang pecahan 100 ribu 20 lembar, kadang Lina memberinya lebih dari jumlah yang Abrey minta. Saat Lina tangan nya memberi uang pada Abrey tiba tiba.


BHUGKK


Suara Dus besar yang berisi terigu itu sengaja Surya jatuh kan supaya Abrey kaget. Suara Dus jatuh itu terdengar sangat kencang membuat Abrey terkaget kaget.


" Eh, K****l !"


Surya di dalam ruang stok barang ketawa cekikikan tapi sedikit ia tahan. Surya merasa sukses mengerjai Abrey. Lina sudah biasa dengan candaan Surya. Lina pun juga ingin tertawa tapi ia tahan.


" Ini juga udah benar, Mba Abrey..Mba Abrey nya aja kagetan."


" Dasar cupu!, ya sudah Lina gue balik dulu!"


" Iya Kak."


Abrey langsung berlalu begitu saja. Seperti yang sudah sudah Abrey tidak pernah mengucapkan terimakasih pada Lina, hingga Lina selalu menggelengkan kepala.


" Kak Abrey selalu saja urusan nya minta duit."


Kemudian pegawai wanita Lina baru datang, Lesti.


" Maaf Bu!, saya kesiangan."


" Iya tidak apa, Lesti."

__ADS_1


" Wuuu..!, burung clepuk baru datang?"


" Kenapa sih!, ribet lu?"


Lina hanya menggelengkan kepala pada tingkah dua pegawai nya itu.Tidak pernah berubah dengan tingkah laku mereka.Tapi Lina tidak pernah marah atau menegur nya, walaupun begitu kedua nya kompak dan solid dalam bekerja.


" Ya sudah Surya, Lesti Ibu ke dapur dulu!"


" Iya, Bu."


Lina sudah bertemu dengan Devis. Sesuai janjinya, Devis ingin mengajak ke tempat restoran barunya itu.


" Kau sudah siap?"


" Iya. Dev."


Mobil sudah membawa mereka di kota D, ternyata Devis memang mengajak Lina untuk acara launching restoran baru nya. Restoran yang menyediakan menu dari berbagai negara. Tempat restoran itu tiga tingkat dan luas. lokasi nya menyatu dengan mal, apartemen, supermarket, wahana air Waterboom. Dan jarak nya tidak jauh dari lapangan golf.


Acara potong pita itu nampak seorang wanita muda membawa gunting yang di letakan pada baki tersenyum pada Devis. Devis mengambil gunting itu dan mulai menggunting pita yang panjang berwarna pink. Dan pada simpul ikatan pita tengah nya ada rangkaian bunga, Devis mulai menggunting pita itu sebagai simbolis bahwa restoran Devis telah di buka. Devis mulai berbicara kata sambutan.


" Trimakasih, untuk semua nya semoga restoran RDB di sini bisa berjalan dengan baik."


Selesai sambutan singkat dari Devis mereka yang hadir pun bertepuk tangan, sebagai ungkapan terimakasih pada Ceo itu.


Lina berdiri di belakang para undangan yang menghadiri acara launching restoran baru Devis ikut bertepuk tangan. Ada perasaan bangga pada Devis yang semakin melebarkan sayap nya usaha restoran Devis. Devis kemudian mencari Lina, rupanya Lina masih berdiri yang terhalang oleh para undangan. Devis melangkah ketengah melewati para undangan yang posisi mereka berdiri para undangan pun ada yang mengambil kesempatan berfoto ada juga yang bersalaman dan memberi ucapan selamat pada Devis.


Devis sudah di samping Lina. Lina pun memberi ucapan selamat pada Devis.


" Selamat ya!, Dev. Semoga kedepannya kau semakin sukses."


" Trimakasih sayang!, bagaimana kalau kita masuk dan melihat restoran di dalam?"


" Iya, aku ingin melihat di dalam nya."


❤️❤️❤️


Happy Reading( WK)

__ADS_1


jangan lupa like berikan vote Ok!


__ADS_2