CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Maria Marah pada Freddy


__ADS_3

Freddy benar benar mengajak Maria kembali ke rumah sakit itu untuk melihat janin Maria di dokter kandungan. Maria mengalah saja pada Freddy, mungkin dengan begitu Freddy akan bahagia. Saat Maria kembali di panggil oleh zuster yang sama, zuster itu heran?


" Nyonya Maria Leander."


Mendengar Maria di panggil, Freddy bergegas dan menggandeng tangan Maria untuk masuk ke ruang periksa. Freddy sengaja mencantumkan nama antrian Maria dengan nama belakang Leander.


" Ayo sayang kau sudah di panggil."


" Oh Freddy!, kau ini memang benar benar mengerjai ku."


" Aku ingin tahu sayang, hasil keras kerja ku."


" Euh?" Maria tidak tahu maksud ucapan Freddy.


" Kenapa sayang?"


" Kau bilang hasil keras kerja mu?"


" Iya!, bayi kita ini hasil keras kerja ku juga."


" Kerja keras Freddy, jangan terbalik."


Freddy hanya ingin menggoda Maria, Freddy terkekeh dan tersenyum pria ini sangat manis di mata Maria menampakan gigi putih nya dan lesung pipi Freddy di sebelah kanan.


" Kalau tidak keras dulu, tidak akan ada bayi kita yang kau kandung ini, sayang." Ucap Freddy frontal. Maria masih belum mengerti juga.


" Ayo kita masuk!"


Freddy kembali menggandeng Maria, Maria hanya ikuti kemauan Freddy dan menggaruk kepala yang tidak gatal.


Saat Freddy dan Maria sudah masuk, dokter itu heran pasien nya kembali lagi tapi di dampingi oleh seorang pria. Sudah dua kali Maria datang memeriksakan kandungan nya sendirian saja, Dokter itu menyimpulkan pasien nya kini belum ada satu jam sudah datang kembali. bersama seorang pria mungkin saja lelaki itu adalah suami nya.


" Silahkan duduk Tuan dan Nyonya!"


Freddy dan Maria kemudian duduk.


" Maaf sebelum nya bukan kah tadi Nyonya sudah saya periksa kandungan nya dan sehat bayi nya. Apa ada keluhan Nyonya?"


" Eum.. begini dokter tadi memang istri saya sudah diperiksa kandungan nya hanya saja saya belum sempat mendampingi nya, maksud saya apa boleh saya melihat langsung janin istri saya?"


Dokter itu langsung mengerti maksud Freddy, suami dari pasien ini ingin melihat bentuk janin istrinya. Dokter itu paham.


" Oh..baiklah Tuan!, saya akan memeriksa kembali, Tuan bisa lihat di layar itu."


Maria kini kembali terbaring dokter itu langsung mengolesi cairan seperti jelly di perut Maria dan mulai mendeteksinya. Saat alat itu di gerakan terdengar jelas denyut jantung bayi di dalam kandungan Maria.


" Itu suara hasil dari jantung bayi anda Tuan, bayi Tuan sangat sehat."

__ADS_1


Freddy langsung terpana mendengar suara denyut jantung, mata nya melihat pada layar monitor walaupun dia belum paham pada layar bagaimana melihat nya tapi yang jelas Freddy tahu bahwa itu adalah anak nya yang belum terbentuk sempurna.


" Bayi Tuan sudah berusia dua bulan."


Freddy masih memperhatikan layar monitor itu ia tersenyum bahagia bahwa dia akan menjadi seorang Ayah. Maria menatap Freddy hatinya sangat tersentuh laki laki ini memang sangat bertanggung jawab. Mulai saat itu Maria tidak meragukan lagi cinta Freddy untuk nya, dia pun akan menjadi seorang istri dan seorang Ibu. Maria harus berubah Ia harus menghormati Freddy yang akan menjadi suami nya.


" Nyonya harus konsumsi makanan yang bergizi agar bayi Tuan tetap sehat dan juga Ibu nya, jangan lupa rutin minum susu hamil."


" Baik Dokter, terimakasih banyak!" ucap Freddy.


" Sama sama Tuan."


Freddy kemudian mengajak Maria ke mansion nya. Ia ingin mempertemukan Maria dengan orang tuanya.


Sampai di mansion, Freddy segera membuka kan pintu mobil untuk Maria.


" Kau bekerja di sini?"


Freddy hanya diam, dia akan menjelaskan pada Maria saat di dalam dan bertemu dengan orang tua Freddy.


" Ayo kita masuk!"


Freddy tetap menggandeng Maria, saat Maria melangkah Maria melihat sekeliling rumah mewah itu, ada perasaan tidak enak pada diri Maria, siapa Freddy ini sebenarnya?


Kepala pelayan keluarga Leander membungkuk hormat pada Freddy saat Freddy dan Maria sudah berada di dalam.


" Selamat siang Bu Hilda tolong buatkan minum untuk calon istri saya."


" Baik Tuan." ucap kepala pelayan dengan senyum yang ramah.


Maria ingin bertanya pada Freddy siapa Freddy ini sebenar nya, dan kenapa pelayan itu memanggil nya Tuan dan mengangguk hormat.


" Sayang, kau duduk lah dan tunggu sebentar!"


" Kau mau kemana?, jangan tinggal kan aku di sini sendiri."


Maria merasa sungkan berada di rumah mewah itu. Tak lama Ibu Hilda membawakan minum untuk Maria.


" Nyonya silahkan di minum!"


" Terimakasih Bu Hilda."


" Sama sama Nyonya."


" Sayang aku menemui Ibu-" ucap Freddy yang terhenti ketika melihat Ibunya sedang menuruni tangga.


" Freddy kau datang dengan siapa Nak?"

__ADS_1


Nyonya Floren melangkah mendekati Freddy dan Maria. Maria langsung berdiri untuk bersalaman pada Nyonya besar itu.


" Selamat siang, Nyonya."


" Mom ini- " Ucap Freddy yang terputus oleh anggukan Ibu nya, maksud Ibu Freddy biar Ibu Freddy yang akan memperkenalkan diri nya.


" Selamat siang Maria, apa kabar mu, sayang?" Floren menatap lembut pada calon menantu nya itu.


" Kabar ku baik Nyonya."


" Panggil saja Mommy, karena aku adalah Ibu kandung Freddy dan kau adalah calon mantu ku."


" Hah?, jadi Nyonya eum..maaf."


" Iya Nak, nama ku Floren Leander, pantas saja putra ku ini jatuh cinta pada mu karena kau cantik sekali Nak."


Maria kini menjadi canggung, dalam hati nya setelah ini ia akan memaki Freddy yang sudah mengerjai dirinya.


" Duduklah!, kita bincang bincang dulu!"


" Baik Mom."


" Freddy jadi kapan kau akan menikahi Maria?"


" Secepat nya, Mom."


" Baiklah, Maria bagaimana kandungan mu, Nak."


" Sehat Mom, tadi kami sudah memeriksakan ke dokter."


Nyonya Floren senang mendengar nya dan setelah berbincang bincang Nyonya Floren kembali menemani suami nya di kamar. Sampai Nyonya Floren itu hilang dari pandangan Maria. Maria ingin marah pada Freddy. Maria memukuli dada Freddy.


" Kau arrggh."


" Kenapa sayang?"


Maria masih memukuli dada Freddy, hingga pukulan kepalan tangan Maria berhenti saat Freddy memegang kedua tangan Maria, dan menarik Maria ke ruang kerja Freddy lalu mengunci pintu itu. Freddy ingin bicara tenang dengan Maria.


" Sekarang kau sudah di ruangan kerja ku, apa yang ingin kau katakan?, kenapa kau begitu kesal pada ku?"


" Freddy kenapa kau tidak mengatakan pada ku kalau kau adalah seorang dari keluarga terhormat?"


" Memang perlu?"


" Ya Tuhan..Freddy kalau saja kau tidak menutupi nya aku tidak akan menderita seperti ini Freddy!, aku terpaksa keluar dari rumah ku karena aku tidak mau orang tua ku menanggun malu karena dihamili oleh seorang supir yang membuat orang tua ku jadi marah besar pada ku."


Freddy mengerti ia juga sangat bersalah pada Maria, tapi pada saat itu Freddy memang sengaja menutupi indentitas nya karena memang diri nya masih ada persoalan dengan Ayah nya. Saat itu Freddy memang benar benar ingin menunjukan bahwa diri nya bisa menghidupi diri nya tanpa bantuan Ayah nya.

__ADS_1


__ADS_2