
Tiba di rumah Lina dan Devis didalam kamar, Lina sudah mengganti busana undangan makan malam itu dengan busana tidur, Lina masih harus menyusui Baby Hasya, hati nya masih tidak tenang karena sesudah ini Devis masih menunggu Lina untuk di mintai penjelasan nya bisa kenal dengan Freddo. Devis sudah melepas jas nya ia berdiri di dekat Lina menatapi Lina yang sedang menyusui.
Lina sudah sangat lelah sebenarnya, punya anak bayi pasti berkurang tidur nya. Setelah Hasya tidur Lina ingin meletakan Baby Hasya ke ranjang bayi. Tapi Devis ingin menggendong Hasya dulu untuk menciumi pipi nya sebelum Devis yang akan meletakan Bayi mungil itu ke ranjang.
" Dia sudah tidur." ucap Lina.
Lina pun melangkah ke ranjang ingin membaringkan tubuh nya. Namun Devis menarik tangan Lina.
" Tolong lepaskan dulu dasi ku!"
Lina pun melepaskan ikatan dasi di leher Devis, Devis menatap Lina lekat lekat membuat Lina gugup.
" Jangan menatap ku seperti itu."
" Bagaimana kau bisa mengenal Freddo?"
Lina tersenyum dan sama sama menatap Devis.
" Aku juga tidak sengaja bertemu dengan pria itu disaat aku sedang mencari bumbu rempah di supermarket, Dev."
" Bagaimana dia bisa tahu nama mu?"
" Dia yang menanyakan nama ku, dan kami akhir nya saling kenal nama."
" Hanya Sampai di situ?"
__ADS_1
" Tidak, rupanya kami bertemu kembali di saat itu juga tapi di sebuah Mal aku membeli baju untuk Buk Jum dan Buk Inah, dia yang membayar belanjaan ku."
Devis mengangguk, lalu melingkarkan kedua tangan nya pada pinggang Lina.
" Sekalian kemeja ku tolong lepaskan!"
Lina lalu melepaskan kancing kancing kemeja itu, dan meloloskan kemeja Devis.
" Celana nya juga!"
Lina menurut tangan nya melepaskan ikat pinggang dan menurunkan resleting celana lalu melepaskan celana yang di padukan dengan jas tadi. Setelah itu Devis hanya memakai cd saja.
" Ya sudah sekarang kita istirahat yaa!"
Devis mengangguk saja namun tangan Lina di tarik nya kembali sampai masuk ke dalam kamar mandi.
" Dev sayang, kamu mau apa?"
Devis diam saja ia ingin mengerjai Lina, tangan Lina di tarik sampai di bawah shower lalu tangan Devis membuka kran air shower.
" Akhh.." Lina tersentak karena air shower itu langsung mengguyur rambut dan seluruh tubuh nya juga tubuh Devis.
" Kita mandi malam malam?" tanya Lina.
Devis tetap diam tidak mau menjawab. lalu tangan nya meloloskan busana tidur Lina.
__ADS_1
Devis mulai menciumi leher Lina dan menghisapnya kuat hingga meninggalkan bekas meras.
" Aww..Dev."
Devis lalu memagut bibir Lina dan menarik leher Lina tangan kanan nya meremas pelan dada Lina. Sesudah nya Lina di paksa berjongkok dan di minta Devis untuk melips servis junior Devis. Tentu nya masih air shower itu mengalir. Devis menahan kepala Lina dengan kedua tangan nya pinggul nya di maju mundur kan hingga junior Devis mentok sampai ke kerongkongan Lina. Mulut Lina rasanya tidak muat ketika bagian keras Devis semakin membengkak dan..Devis mendapat pelepasan, cairan nya di tuangkan kedalam mulut Lina. Lina memuntahkan nya bersamaan dengan air shower itu.
Lina kemudian di sandarkan di dinding, kini Devis yang berjongkok kaki Lina di letakan pada bahu nya, Devis mulai memainkan lidah nya di bagian intim Lina. Lina mendesah dan semakin mengerang takala lidah Devis menari nari dibagian lembah Lina. Lina kini mendapat kepuasan dari lidah Devis.
Kaki Lina sudah tidak kuat berdiri, Devis mengangkat tubuh Lina, Lina langsung melingkarkan kedua tangan nya pada leher Devis Lina seperti anak koala, Devis sudah membenamkan bagian keras nya sambil melangkah menuju ranjang saat melangkah itu sangat terasa di bagian keras Devis di dalam intim Lina yang membuat Lina semakin tidak karuan karena nikmat yang Devis berikan.
" Akhhh.hah hah..Dev." Lina nafasnya tersendat sendat
" Heumm..
" Ampun..Aku sudah lemas."
Devis tersenyum ia melihat wajah Lina memang sudah sangat terkulai.
" Aku belum, sayang."
Devis masih terus menggauli Lina sampai ia mendapat pelepasan ketiga kalinya, karena sudah kasihan melihat istrinya yang kelelahan Devis cukupkan ia kini membelai wajah Lina.
" Kau harus ingat posisi mu, kau adalah wanita yang bersuami, jadi bila ada pria yang ingin berkenalan, kau harus tunjukan identitas kamu, ingat itu sayang."
Lina mengangguk. lalu Devis mendekap tubuh polos Lina dan akhir nya kedua tertidur.
__ADS_1