
Devis dan Lina hanya di atas kapal saja, mereka menikmati lautan yang luas dengan menikmati secangkir kopi.
" Dev."
" Heum?"
" Setelah kita pulang, apa kau masih bekerja?"
" Masih, ada yang harus ku urus, aku akan meninjau beberapa cafe bakery dan restoran, kau mau ikut?"
" Tidak dulu."
" Johan sedang mengurus keberangkatan kita ke Amsterdam, setelah kita menikah ku boyong kau dan anak anak ke Amsterdam dan menetap di sana."
" Aku pasti akan merindukan tempat tinggal ku, Dev."
" Tenang lah!, aku juga banyak pekerjaan di Indonesia rumah ku yang di Jakarta pasti kita tempati, kau pikirkan matang matang usaha toko salon dan butik mu kau bisa handel di manapun karena aku pun tidak mau kau melepaskan usaha mu begitu saja yang sudah kau rintis."
" Terima kasih, Dev. Baiklah akan aku atur itu."
😀😀😍😍👉
Kini Devis dan Lina sedang berada di pusat mal terbesar di Manado, Manado To*n Squr* Kedua nya sedang memilih cincin pernikahan mereka.
__ADS_1
" Ada yang bisa saya bantu, Tuan dan Nyonya?"
" Tolong, tunjukan model cincin untuk pernikahan kami."
" Baiklah, Tuan dan Nyonya." ucap Petugas tersenyum ramah.
Petugas itu membawa beberapa model cincin couple pernikahan mereka dan langsung di perlihatkan pada Devis dan Lina.
" Ini Tuan dan Nyonya model terbaru cincin berlian yang ada di toko kami."
Lina melihat lihat cincin couple itu, semua nya sangat bagus bagus dan indah.
" Tuan dan Nyonya bisa memesan kalau ada yang ingin dengan selera Nyonya, pembuatan nya cukup sekitar 2 atau 3 hari."
" Bagaimana dengan yang ini."
Devis pun sama suka dengan pilihan Lina, Lina dan Devis langsung mencoba di jari manis mereka. Cincin itu sangat pas dilingkar an jari mereka.
" Cincin itu manis sekali di jari lentik anda Nyonya."
Devis tersenyum mendengar ucapan petugas itu.
" Terimakasih."
__ADS_1
" Baik, kami berdua memilih cincin ini."
" Terimakasih Tuan."
Malam harinya Devis berkumpul duduk bersama dengan kedua orang tua Lina, mereka meminta restu tentunya.
" Dengarkan kami baik baik, kalian akan menikah dan memulai hidup baru. Jagalah pernikahan kalian dengan baik. Kalian berdua sudah berpengalaman tentu nya, kalian sudah tahu bagaimana rasa nya manis asam pahit garam nya rumah tangga. Anak anak mu bukan hanya Sander dan Bastian Dev, tapi ada juga anak anak Lina. Kau harus berikan kasih sayang yang sama rata tidak di beda bedakan. Begitu juga kau, Lina. Rawat suami mu dengan baik!, juga anak anak Devis. apa yang diperintahkan calon suami mu kau harus tunduk dan patuh. Kau Devis, hargai dan sayangi calon istri mu. Karena di keluarga kami tidak ada yang kawin cerai. Sampai maut memisahkan kalian!, karena dengan begitu kalian berdua akan menjadi orang tua yang teladan untuk anak anak kalian juga. Kalian berdua paham!"
Ucap ayah Lina tegas.
" Baik Pah, saya berjanji akan membahagiakan Lina dan juga anak anak dengan baik, saya berjanji akan menghargai Lina sebagai istri saya."
" Lakukan dengan baik, saya serahkan putri saya Lina kepada kamu, saya percaya kamu."
Devis mengangguk.
" Iya Pah."
Kini giliran Omah Lina menasehati dan wejangan Devis dan Lina dengan bahasa Belanda. Devis hanya mengangguk dan tunduk pada Omah Lina.
Kini Devis dan sudah merasa lega, esok hari kedua nya akan kembali ke Jakarta.
__ADS_1