
Adrie berjanji pada Pak Harry untuk bisa menemukan putri Pak Harry. Adrie baru saja tiba di rumah, ia duduk di sofa sambil melonggarkan dasi dari leher kemeja nya. Lina kemudian menghampiri Adrie dengan membawa segelas air putih dan di letakan di meja kemudian Lina duduk di samping Adrie.
Nampak wajah Adrie sedang memikirkan sesuatu, hingga membuat Lina bertanya.
" Apa sedang ada masalah di kantor, Bang?"
" Tidak ada masalah, perusahaan Om Harry berjalan dengan baik."
" Bagaimana kabar Om Harry?, sudah pulih kah kesehatan nya setelah berobat di Singapur?"
" Om Harry sudah sehat hanya saja kondisi kesehatan beliau harus benar benar terjaga. Kau tahu sayang...Om Harry meminta Abang untuk meneruskan perusahaan nya."
" Hah? apa Bang?, Om Harry meminta Abang untuk meneruskan perusahaan nya?"
Adrie mengangkat kedua alisnya dan menganggukkan kepala satu kali.
" Iya sayang."
Adrie Menoleh pada Lina dan kemudian menatap ke lurus pandangan nya.
" Dan kau menerima nya?"
" Tentu tidak sayang. Abang menolak nya."
" Kalau Abang menolak, lalu siapa yang akan meneruskan nya?"
" Itu yang Abang sedang pikirkan. Abang kasihan pada Om Harry, beliau belum punya keturunan. Putri beliau telah lama menghilang harus nya dialah yang punya hak untuk meneruskan perusahaan, bukan Abang. Abang hanya berjanji pada Om Harry akan mencari putri beliau."
" Tapi Bang, putri Om Harry sudah puluhan tahun menghilang apa Abang yakin bisa menemukan nya?"
" Abang sudah berjanji sayang, pasti Abang akan mencari nya."
" Yah terserah Abang bagaimana baiknya. Bagaimana pun Om Harry sudah terlalu baik terhadap kita."
" Sayang, mungkin dua hari Abang tidak pulang ada urusan pekerjaan."
" Baik lah."
Lina sudah tidak mau menanyakan perihal pekerjaan apa yang akan membuat suami nya tidak pulang?. Lina hanya pasrah mungkin saja Adrie memang benar ada urusan pekerjaan atau juga mulai mencari putri Om Harry. Dalam benak Lina.
Pagi hari setelah Adrie sudah duduk di ruangan kantor ponselnya ia keluarkan. Ia mulai mencari informasi data orang penyidik untuk membantu pencarian putri Pak Harry. Setelah mendapatkan informasi orang penyidik, Adrie menghubungi nya.
" Selamat pagi dari kantor kepolisian, ada yang bisa kami bantu?"
" Selamat pagi, saya ingin mencari seseorang yang telah lama menghilang 25 tahun yang lalu."
" Baik segera kami akan mengirimkan petugas penyidik. Tolong beri alamat anda, dengan siapa saya bicara?"
" Adrie, alamat kantor saya Jl. Semeru no xxx di xxx
" Baik Terima kasih."
__ADS_1
" Oke saya tunggu."
Setelah Lina mengantarkan Aldeen dan Aileen sekolah, Lina langsung mengerjakan urusan toko sembako nya. Lina kemudian melihat kantong belanja yang berisi bahan bahan sembako yang di letakan di meja kasir.
" Les, ini titipan belanja siapa?"
" Oh.. itu titipan punya Mba Abrey Bu!, tadi Mba Abrey minta tolong pada saya untuk di pisahkan dulu bahan bahan untuk membuat kue nanti Mba Abrey yang bawa." Jawab Lesti.
" Ya sudah biar Ibu saja yang antar titipan buat Mba Abrey."
" Iya Bu."
Lina langsung mengantarkan titipan bahan bahan untuk membuat kue pada Kakak ipar nya itu yang hanya bersebelahan dengan garasi mobil.
Lina masuk melalui pintu samping dapur. Namun terdengar oleh Lina, bahwa Abrey dan Michel sedang berbincang bincang di ruang meja makan. Hingga Lina ingin menghampiri dan bergabung dengan Kakak ipar ipar nya itu. Namun baru saja saat Lina melangkah ingin masuk, Lina menghentikan langkah nya karena pendengaran Lina menangkap sedang membicarakan suaminya.
" Chel elu tahu tidak? Abang elu rupanya sudah lama punya hubungan dengan Tiara."
" Masa sih Kak."
" Elu masih ingat kan Tiara, teman sekelas Abang elu waktu SMA?"
" Oh yang itu... iya iya gue baru ingat kak!, mereka berdua kan memang pacaran dari waktu masih SMA..terus maksud Kakak mereka kembali pacaran lagi?"
" Iya, Kakak beberapa hari lalu melihat Abang elu jalan berdua sama Tiara di mal. Tapi Kakak tidak menegur mereka."
Michel seperti tidak suka mendengar kalau Abang nya menjalin hubungan kembali dengan Tiara. Ia pun berdecak kesal.
" Kalau Kakak sih tidak peduli, lagi pula yang Kakak tahu Tiara orang berada. Kuliah nya saja di luar negeri. Orang nya juga cantik"
" Bukan begitu, Kak!, bagaimana pun Bang Adrie sudah punya keluarga akan sakit hati perasaan istri nya nanti kalau sampai tahu."
" Cih..Kakak tidak peduli, di banding istrinya hanya orang biasa."
" Ahh Kakak ini!, ya sudah gue mau mandi dulu nanti gue terlambat kerja."
Setelah Michel beranjak Lina buru buru keluar. Kantong isi bahan bahan untuk membuat kue di letakan di bawah kitchen set.
Dalam keadaan sedih dan dada nya yang sesak Lina masuk kekamar dan duduk di sisi ranjang dan memikirkan pembicaraan Kakak ipar ipar nya tentang suaminya tadi.
" Jadi Bang Adrie masih berhubungan dengan wanita itu?, pantas saja Abang suka tidak pulang bahkan masih sering pulang larut malam." Air mata Lina mulai turun deras. Cukup lama ia di dalam kamar karena menangis.
Setelah reda tangis nya ia membasuh air mata nya di kamar mandi dan mengelap wajah nya dengan tisu. Lina menatap wajah nya pada cermin dan menyunggingkan sudut bibir nya.
" Buat apa aku tangisi?, buat apa aku pikirin?, suamiku tidak pernah memikirkan perasaan ku?, mereka berdua hanya memikirkan kebahagian mereka saja. Cukup!, buat aku untuk tidak usah melakukan apa apa lagi, pada Bang Adrie. Biarkan saja!. Aku sudah tidak mau lagi peduli, aku juga berhak bahagia dengan cara ku sendiri." tisu yang masih di genggam nya di lempar ke cermin.
Lina pun keluar dari kamar mandi dan ganti pakaian, ia ber-make tipis saja. Ia ingin pergi ada urusan penting.Tentu nya urusan untuk masa depan dia dan anak anak nya.
" Surya, Lesti."
" Iya Buk."
__ADS_1
" Saya mau keluar ada urusan penting. Sur nanti kamu tolong jemput Aldeen dan Aileen ya, pulang sekolah!"
" Baik Buk."
" Ya sudah Ibu jalan dulu!"
Di kantor Adrie sedang menunggu orang penyidik. Di ruangan sudah ada Pak Harry dan Istrinya yang masih terlihat cantik, kulit nya sangat terawat walaupun sudah lanjut usia.
TOK TOK
Tiga orang penyidik dari kepolisian sudah datang.
" Selamat pagi Pak Adrie."
" Selamat pagi Pak."
" Kami dari penyidik siap membantu."
" Baik, kenalkan ini Bapak Harry dan Ibu Marlina istrinya.
Mereka pun saling berjabat tangan.
" Silahkan duduk Bapak bapak!"
Adrie mempersilahkan duduk kepada mereka di sofa.
" Oke langsung saja saya mulai. Jadi begini, Pak Harry dan Ibu Marlina sudah lama mencari putri mereka. Putri Bapak Harry telah menghilang di tempat kejadian kecelakaan di jalan tol xxx 25 tahun yang lalu." Ujar penjelasan Adrie.
" Baik, Pak Harry apa Bapak masih punya foto putri Bapak waktu masih balita?, apa putri Bapak Ibu punya tanda lahir atau tanda lain nya di anggota tubuh putri Bapak Ibu?, agar kami bisa mengindentifikasikan nya."
" Ada Pak!" Ucap Ibu Marlina dengan antusias.
Ini beberapa foto putri kami waktu masih balita. Putri kami punya tanda lahir yaitu tahi lalat di pinggul sebelah kiri, dan juga tanda lahir seperti bercak warna kecoklatan di bagian bawah pusar sebelah kanan."
Penyidik itu melihat foto foto putri Pak Harry dan Ibu Marlina begitu juga Adrie. Adrie memandangi foto foto itu dan melihat tanda lahir tahi lalat. terlintas di pikiran nya Adrie kenapa wajah anak kecil itu seperti Tiara apa lagi tanda lahir nya sama persis dengan yang di miliki Tiara. Tapi Adrie menepis nya pikiran itu.
" Oke Bapak Harry tolong ceritakan kronologi tempat kejadian waktu kejadian kecelakaan."
Bapak Harry dan Ibu Marlina mulai mencoba menceritakan kronologi tempat dan waktu kejadian. Mengingat ingat kejadian 25 tahun lalu agak susah. Maklum kejadian itu sudah sangat lama apalagi di tambah usia Bapak Harry dan Ibu Marlina yang sudah tua.
Penyidik mencatat laporan itu untuk segera melakukan pencarian.
" Baik laporan ini sudah cukup. Kami akan mulai menelusuri dari tempat kejadian."
" Baik Terima kasih Pak." Ucap Pak Harry.
Adrie mengantar 3 orang penyidik sampai pintu dan membukakan nya. Kemudian ia kembali duduk di sofa dengan Pak Harry dan Ibu Marlina.
" Drie kamu dan putri Om usia nya sama dengan kamu, dulu papa dan mama kamu sering mengajak kamu dan Abrey main di rumah Om. Tentu nya kamu tidak ingat karena kamu dan putri Om masih berusia satu tahun."
Adrie seketika mengingat almarhum kedua orang tua nya. Mengingat kenangan kenangan itu dulu waktu orang tua nya masih hidup.
__ADS_1