CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Devis kecewa


__ADS_3

" Mama tidur sama papa biar papa tidak nakal!..iyakan pah?" . Ujar Lina.


sedikit menyindir Adrie.


Mulai malam itu juga Lina dan Adrie kembali tidur bersama setelah 6 bulan Lina memutuskan tidur dikamar Aileen dan Aldeen.


Adrie belum bisa meminta kebutuhan biologisnya pada Lina mengingat tadi siang Adrie sudah menggempur istrinya habis habisan sampai bagian intimnya membengkak. dalam benak Adrie ia tidak tega kalau malam ini juga ia memintanya lagi.


Lina sebenarnya agak canggung kembali kekamar tidur mereka untuk tidur bersama suaminya, karena sekian lama mereka berdua tidak saling bertanya. Adrie merasa pusing menahan hasrat biologisnya, jujur Adrie ingin menuntaskannya pada Tiara namun ia sendiri belum bisa bertemu dengan Tiara kekasih gelapnya. Adrie hanya tidak mau memperkeruh masalah karena kesalahannya sendiri.


Tapi tadi siang itu Adrie memang benar benar menumpahkan segala perasaannya kepada istrinya: Marah, kekesalannya, rasa sayangnya dan juga rasa rindunya kepada Lina bercampur menjadi hasrat untuk minta dituntaskan juniornya dengan paksa.


Menjelang pagi.


Adrie sedang bersiap siap untuk bekerja. Hari ini ia nampak semangat untuk memulai harinya dikantor yang baru. Ia sudah tidak lagi ditempatkan di kantor gudang pusat, kini Adrie diangkat menjabat wakil direktur 2 hari yang lalu. Ia terlihat gagah dan tampan wajah yang rupawan itu memang pantas digilai para wanita walau warna kulitnya sedikit agak gelap namun eksotik.


Kemeja lengan panjang warna salem pilihan Lina sangat cocok di tubuh Adrie yang tingginya 180, badan tegap dada bidang itu berjalan merangkul istrinya menuju mobil dalam garasi.


" Abang berangkat dulu yaa sayang."


" Hati hati bang!"


" Sampai kantor abang telpon yaa"..ingat! jangan lagi lagi kamu abaikan telepon dari ku dan harus balas pesan ku..!"


Lina mengangguk.


" Dan satu lagi..kembali jadi istri yang penurut!" Adrie bicara tegas menatap wajah Lina.


" Maafin aku bang cukup lama aku mengabaikan mu."


Adrie mengangguk dan tangannya membelai pipi Lina.


" Ya sudah..mendekatlah! aku ingin mencium mu." Cup.


Mobil Adrie sudah menjauh Lina melangkah masuk melanjutkan tugas ibu rumah tangga menyiapkan bekal sekolah anak anaknya. Sakya yang sudah masuk ke jenjang sekolah menengah pertama kelas 1. Lina tidak lagi repot mengantarnya ke sekolah sudah ada mobil jemputan khusus dari sekolahnya. sedangkan Aileen dan Aldeen masih di sekolah dasar.


" Bang Sakya mobil jemputan sudah menunggu!"


" Okey ma..!"


" Salim dulu ma!"


" Baik baik disekolah ya."


Lina sudah mengantarkan Aileen dan Aldeen sekolah. Saat diperjalanan, ponsel Lina berdering, ia menepikan mobil dahulu untuk mengecek ponselnya. Lina sedikit gugup karena yang menelpon adalah Devis.


" Halo kak Dev."


" Halo Lina apa kabar?"

__ADS_1


" Kabar ku baik baik saja."


" Syukurlah aku senang mendengarnya..kamu sedang apa?"


" Aku baru saja mengantar Aldeen dan Aileen sekolah kak."


" Kalau boleh aku ingin bertemu dengan mu."


Lina terdiam ia bingung dan ragu.


" Kamu diam aku anggap kamu mau bertemu dengan ku. Aku tunggu kamu dicafe xxx jl.Kenari.


" Baik lah kak!"


" Sampai ketemu nanti..aku tunggu!"


Lina kemudian mengemudikan kembali mobilnya pulang.


Selesai dengan urusan mengurus rumah, pukul 8 Lina sudah sibuk dimeja kasir, toko sembako nya sudah mulai ramai wajar saja masuk awal bulan baru apalagi 2 hari lagi bulan suci ramadhan banyak para pembeli mencari kebutuhan bulanan untuk mereka stok dan juga bahan bahan membuat kue. Saking sibuknya ia belum bisa beranjak dari kursi kasir sampai menjelang siang.


Lina rehat sejenak masuk kamar, tokonya agak sepi ia sudah beri amanat pada Surya dan Lesti, kemudian ia harus menjemput Aileen dan Aldeen. Ponselnya berdering Adrie sedang menghubunginya.


" Halo bang."


" Iya sudah tidak apa apa."


" Sampai ketemu nanti malam."


" Devis?" Lina bergumam.


" Aku menemui satu jam lagi dicafe."


" Oh..ya Tuhan aku lupa!" tapi sepertinya aku tidak bisa menemuinya siang ini."


Lina mengetik membalas pesan Devis.


" Maaf kan aku kak Dev..aku tidak bisa menemui mu. Send.


Tangan Lina meraih kunci mobil segera menjemput Aileen dan Aldeen. 30 menit Lina mengecek ponselnya namun nampaknya balas pesan pada Devis belum dibacanya.


Lina sangsi kalau Devis sudah diperjalanan menuju ke cafe, Lina terpaksa menelpon Devis.


" Halo Lina..


" Halo kak Dev..mm maaf aku tidak bisa menemui mu siang ini tidak apa kan?"


" Iya tidak apa Lina mungkin kamu sibuk..ok lain kali saja tapi mohon untuk ajakan ku nanti jangan di tolak!"


Lina diam.

__ADS_1


" Baik lah!, lain waktu aku pasti menemui mu."


Dari dalam mobil Devis menyuruh supirnya untuk putar balik ke kantornya.


" Parman kita kembali ke kantor!" Perintah Devis pada supirnya. Devis sedikit kecewa moodnya seketika jadi buruk siang itu, dalam benaknya ia akan membuat alasan apapun agar Lina bisa menemuinya.


Devis merasa bosan dia butuh kehangatan di ranjang untuk mengembalikan moodnya,


Devis menelpon Johan untuk segera dikirimkan wanita panggilan ke hotel biasa Devis menuntaskan juniornya.


"Halo Johan segera kirimkan wanita yang sesuai seleraku sekarang juga! 30 menit harus sudah disana!"


" Parman antar kan saya ke hotel biasa!"


" Baik Pak Devis!"


Sampai di kamar hotel mata Devis langsung tertuju pada seorang wanita seksi dengan busana lingerie menampakan belahan bukit kembar yang lumayan besar sedang menghisap rokok. Devis tersenyum padanya.


" Matikan rokok mu!"


" Baiklah Tuan."


Wanita itu langsung mematikan rokok yang baru saja dinyalakan. dan menyambut Devis


" Hai pria tampan, kenalkan namaku Mona."


Devis menatap wanita itu lekat lekat, matanya menyusuri dari rambut sampai kaki.


Johan memang tidak pernah mengecewakan Devis memilih wanita panggilan untuknya. wanita panggilan itu benar benar cantik, masih muda, kulit putih, tubuh gitar spanyol, bokong bulat. Hanya saja Devis tidak menyukai wanita yang perokok.


Wanita itu tanpa ragu membelai wajah Devis jari telunjuknya turun mengelus dada bidang Devis. Tanpa disuruh wanita itu dengan liarnya menarik dasi Devis dari lehernya lalu membuka jas dan kain yang melekat pada bagian atas Devis. Devis hanya membiarkan wanita itu melakukan nya.


" Berapa umur kamu?"


" 27 tahun Tuan."


" Berapa yang kamu minta?"


Gadis itu tersenyum dan menggigit bibir bawahnya.


" 50 juta saya akan memuaskan anda Tuan."


Devis menyunggingkan sudut bibirnya.


" Baik!" Devis merogoh dompetnya untuk mengambil ****** yang selalu ia sediakan.


" Tolong pakaikan!"


Wanita itu sumringah ketika melihat langsung milik Devis yang berukuran big and long, saat tangannya mulai memakaikan pengaman itu.

__ADS_1


Devis langsung mendorong wanita itu ke ranjang tempat tidur tanpa tedeng aling aling Devis langsung saja memasukannya tidak disertai pemanasan apapun pada wanita itu.


.


__ADS_2