
Adrie tertidur di sofa ruang tv, ia terbangun karena remote di tangannya jatuh. Ia beranjak dari sofa mencari Lina di kamar, Ia memilih beristirahat di kamar saja. Saat masuk kamar di lihat nya Lina sedang serius mengecek pembukuan di meja.
Adrie mengamati Lina dari ambang pintu kamar wajah istrinya terlihat sangat cantik dengan kacamata yang bertengger di hidung mancungnya, mata Adrie kemudian tertuju pada paha Lina, Lina duduk dengan paha kiri nya ia tumpangi di atas paha kanannya, paha yang putih dan mulus terlihat mengkilat karena cahaya lampu kamar. Bukan hanya bagian paha saja, kulit lengan tangan Lina mengkilat serta punggung dan leher nya yang jenjang sangat putih dan bersih. Rambutnya ia cepol tinggi menambah keseksiannya.
Sekilas Lina seperti memakai ****** ***** tapi yang Lina gunakan celana hotpants yang super mini sangat terpampang paha Lina dari bokong nya yang bulat sampai lutut. Pada saat Lina berganti posisi kaki kanannya ia naikan ke kursi dan di lipat, Adrie melihat pada bagian ************ Lina yang bersih.
Adrie mendekati Lina berdiri di belakang kursi kedua tangan Adrie di letakan kanan kiri bahu istrinya.
" Bang, kau sudah ingin istirahat."
" kamu tidak bangunin Abang, tertidur di sofa."
" Abang kelihatan sangat lelah, jadi aku tidak berani membangunkan Abang."
" Sudah selesai?"
" Belum."
" Ini sudah malam, sayang."
Sementara Lina yang sibuk dengan catatan pembukuan, tangan Adrie mulai nakal dari bahu turun pada dada Lina meremas pelan pada dua gundukan istrinya itu.
" Bang."
" Eum?" Adrie mulai menciumi telinga sebelah kanan Lina, ujung lidah nya menjilati daun telinga Lina. Adrie sudah hapal titik kelemahan istrinya, membuat Lina terasa geli dan nikmat.
" Bang, aku belum selesaikan ini."
Adrie malah memutar kursi itu menghadap ke Adrie, Adrie kemudian jongkok wajah nya ia dekatkan menyusup pada ************ Lina, dan menghirup dalam dalam bagian intim Lina yang masih tertutup celana jeans hotpants itu. Tangan nya mengelus dan meremas kedua paha Lina sampai ke pangkal.
Lina hanya diamkan kelakuan suaminya itu, Lina mulai terangsang karna hidung mancung Adrie terasa menusuk di bagian intim nya.
Adrie semakin gila, kedua kaki Lina ia letakan di bahunya tangan nya mulai membuka kancing dan menurunkan resleting celana itu. Lina sedikit mengangkat bokongnya membantu melepaskan celana itu hingga lolos, kepala Lina mengadah ke atas langit langit ia memejamkan mata nya merasakan kenikmatan lidah Adrie bermain main di situ, saking nikmat yang Adrie berikan tangan nya yang masih memegang pena ia jatuhkan dan meraih kepala Adrie meremas rambut Adrie. Hingga dua menit Lina mengerang mendapat pelepasan hanya dari lidah suaminya bermain main di bagian intinya.
" Hufft, Abang enak banget."
Adrie tersenyum melihat wajah Lina yang sayu kening nya nampak berkeringat. Adrie kemudian menarik Lina menuju ranjang mereka, dan meneruskan aktifitas panas di tengah malam.
Selesai bercinta hingga 2 jam lama nya, Adrie memeluk erat tubuh Lina . menciumi aroma keringat bercampur minyak kayu putih yang biasa istri nya balurkan bila merasa pegal di tengkuk lehernya.
" Istri Abang pakai baju seksi, gimana suami tidak bergairah."
" Hawa nya panas, Bang."
" Tapi kamu jangan berani berani keluar dengan berpakaian seperti tadi yaa!, walaupun kamu sedang di dapur, bahaya!, bila di lihat pembeli terutama laki laki."
" Ia Bang."
Tak lama pasangan suami istri pun terlelap, Lina sudah masuk ke alam mimpinya dalam mimpi itu Lina sedang menunggu Adrie pulang dari kantor. Hidangan makan sudah tersedia di meja, namun sudah hampir jam 10 malam Adrie belum juga tiba. Lina merasa gelisah, Adrie akhirnya pulang namun ia hanya diam saja tidak bicara sepatah kata pun.
" Bang, kau sudah?, sebentar aku ambil pakaian ganti dulu."
Lina masuk kamar dan membuka lemari pakaian untuk mengambil kaos untuk suaminya. Namun Lina tampak bingung pakaian Adrie tidak ada satupun di lemari itu yang tersisa hanya pakaian Lina saja.
" Kok aneh, pakaian Adrie tidak ada."
Tangan Lina membuka lemari pakaian yang di gantung tidak ada satupun pakaian Adrie di bagian lemari gantung. Lina kemudian keluar mencari suami nya. Tapi Adrie sudah tidak ada.
__ADS_1
" Bang, lho Bang Adrie kemana?"
Lina mencari suaminya di meja makan, lalu ke dapur dan juga di teras pun Adrie tidak ada.
" Bang Adrie kemana pergi nya?"
" Bang."
" Bang." Lina mulai menangis.
" Abang!"
Lina terbangun, di lihat di sampingnya Adrie sedang terlelap.
" Bang." Lina mengguncang kan bahu Adrie.
" Eugh?, kenapa?, Adrie masih dengan mata setengah terbuka.
" Bang." Lina menangis
Adrie menegaskan matanya karena Lina menangis.
" Kau kenapa?, kau menangis?"
Lina langsung memeluk Adrie erat.
" Bang, jangan tinggalkan aku!, jangan tinggalkan aku!" Lina semakin mengeratkan pelukan pada Adrie.
" Jangan tinggalkan aku!"
Adrie duduk memeluk Lina dan membelai rambut Lina.
Lina mengangguk wajah nya berada di ceruk leher Adrie.
Adrie melihat jam masih pukul 2 pagi. Kemudian ia beranjak ingin mengambil minum untuk istrinya.
" Abang ambilkan minum."
Lina duduk memikirkan mimpi yang baru saja ia alami, tapi ia merasa lega bahwa itu hanya mimpi yang tidak harus ia pikirkan. Apalagi Adrie ternyata masih tidur di samping nya.
" Ini minum dulu!"
Lina menghabiskan air di gelas itu sampai kosong. Karena Adrie masih mengantuk ia mengajak Lina untuk tidur kembali. Tangan Lina melingkar di pinggang Adrie.
Lina tersenyum melihat wajah Adrie yang mulai memejamkan matanya. Karena Lina merasa sangat sayang pada suaminya itu. Lina menciumi wajah Adrie bertubi tubi, membuat Adrie ikut tersenyum.
" Sudah nyium nya?"
Lina mengangguk.
" Kita kembali tidur yaa!"
Lina memejamkan mata tangan nya masih mengusap usap wajah Adrie, sampai ia pun tertidur.
😍😍😍
Di gudang cargo, Tiara dan Dika selaku kepala gudang sedang memonitor operasional gudang. Mulai hari ini pengiriman barang barang di berangkatkan dengan pesawat Mussaffer Airline. Selama di lapangan Tiara menjadi kembang di gudang. Banyak mata yang memandang ke arah Tiara, karyawan yang mayoritas pria, semakin semangat bekerja bila Tiara sudah terjun ke lapangan. Hingga Tiara pun harus kebal dari celetukan mulut mulut yang menggoda nya.
__ADS_1
" Anaknya Pak boss cantiknya kebangetan, euyy!"
Ucap salah satu karyawan menggoda Tiara, yang sedang membawa porklif.
Tiara hanya tersenyum, hari hari nya semakin semangat bekerja. Karena ia selalu jadi korban rayuan oleh karyawan karyawan di gudang.
SUIT SUIT
Dari mulai lapangan sampai belakang gudang bila Tiara berjalan ada saja yang bersiul.
" Yang pake baju ijo jangan Ampe lolos!"
Membuat para karyawan tertawa karena banyolan banyolan itu, Riuh tawa canda itu lah yang membuat Tiara semangat beraktifitas.
Salah satu karyawan yang nekat menghampiri Tiara, ingin berkenalan dengan rayuan gombal nya.
" Mba Tiara mundur dulu!" ucap Mamat julukan si raja gombal.
" Lho memang nya kenapa, kok!, saya disuruh mundur?"
" Habis nya, Mba Tiara cantiknya kelewatan."
Membuat karyawan di bagian packing melihat nya tertawa terbahak bahak.
" Ah!, bisa saja!" balas Tiara yang ikut tertawa wajah nya jadi tersipu malu.
Datang lagi si Komal, menghampiri Tiara ingin menggoda Tiara.
" Ehh.. ada Neng Selena Gomez."
" Angkat air pake ember."
" Cakep!"
" Kenalin, Justin Bieber."
" Hahhhhhahah." riuh tawa para karyawan semakin ramai saja di gudang itu.
Hingga Dika bagian kepala gudang menghentikan aksi rayuan gombal anak buah nya pada Tiara.
" Sudah sudah!, ganggu anak boss aje lu pada ."
" Tidak apa Pak Dika."
" Bukan gitu Mba Tiara, nanti Pak boss marah lagi."
" Tidak, Papa ku orang nya baik."
" Mba Tiara."
" Iya?"
" Mba Tiara, mau kan?, bangun rumah, biar aku jadi tangganya."
" Apa hubungannya Pak Dika?"
" Maksudnya, yuk!, kita sama sama membangun rumah tangga."
__ADS_1
Karyawan kembali terkekeh.
" Wah Pak Dika, bisa ngegombal juga." celetuk Komal.