
Keberadaan Maria kini tidak diketahui oleh siapa pun termasuk kedua orang tua, Maria kini tinggal sendirian di sebuah kontrakan yang ia sewa dengan harga yang murah. Maria tidak mungkin tinggal di apartemen mengingat tempat itu sudah di tarik oleh Ayahnya. Maria menghidupi diri nya dengan uang simpanan nya saja. Maria sedang memikirkan bagaimana cara nya untuk bertahan hidup sebab uang simpanan nya akan habis dipakai untuk kebutuhan hari hari dan juga di pakai untuk memeriksa kandungan nya ke dokter. Maria sudah satu bulan meninggalkan rumah.
Lenda Lefrandt, selalu memikirkan putri nya makin hari kesehatan ibu Maria menurun. Revanno sendiri juga memikirkan kondisi istrinya yang tidak mau makan dan juga tidak mau keluar rumah. Sebagai suami dan juga seorang Ayah ia sadar akan sikap nya yang terlalu keras kepada putrinya itu. Sebenar nya dia hanya ingin memberi pelajaran untuk putri nya. Tapi di luar pikiran Revanno, putri nya itu benar benar tidak pernah menghubungi Ibu nya. Revanno pun juga berfikir mungkin saja Maria tinggal bersama dengan laki laki itu, Freddy. Supir Revanno yang sudah satu bulan lebih tidak bekerja lagi di rumah nya. Revanno sangat membenci Freddy. Laki laki yang sudah merusak anak satu satu nya, dan juga masa depan nya.
Freddy Leander sang CEO, sedang duduk di kursi kebesaran nya. Ia sedang menunggu Kakak nya untuk membahas perusahaan. Ayah mereka Tuan Leander kini sudah menyerahkan perusahaan inti dan cabang pada kedua putra nya. Tuan Leander hanya memantau saja. Mengingat fisik nya memang sudah tidak bisa seperti dulu. Berjalan pun sudah tidak kuat ia lebih banyak duduk di kursi roda. Karena pengapuran tulang dan sendi. Sang istri Nyonya Floren Leander makin sering menemani suami nya ke rumah sakit. Orang tua Freddy menginginkan kedua putra nya menikah dan mendapatkan cucu itu saja kini impian hidup mereka. Menikmati masa tua mereka.
Freddy sudah menyelesaikan masalah di perusahaan. Ia telah memecat orang orang yang sudah menyalah gunakan hak di perusahaan. Selama satu bulan Freddy bekerja keras, perusahaan telah pulih kembali berkat kecerdasan Freddy dan Kakak nya Freddo.
__ADS_1
Dalam ruangan itu. Freddy Leander sedang memikirkan Maria. Ia pun tidak tahu keberadaan wanita pujaan nya itu. Freddy termenung entah mengapa wanita itu sulit untuk di lupakan ia masih membayangi penyatuan nya dengan Maria. Freddy tersentak dari lamunan nya karena suara ponsel nya.
" Iya Kak."
" Aku tidak sempat kesitu lagi, kita bertemu di rumah saja, sekaligus aku ingin melihat kondisi Papa."
" Baiklah, aku pulang sekarang!"
__ADS_1
Sampai di mansion nya Freddo sudah lebih dulu sampai. Ia baru saja tiba dan memarkirkan mobil nya. Tapi di luar dugaan Ia melihat mobil Tuan Revanno yang pernah ia perbaiki. Freddy berfikir kedatang Tuan Revanno hanya mengunjungi Ayah nya saja.
Freddy kini harus bersiap menghadapi Ayah dari Maria yang sudah ia sayangi itu. Tuan Revanno sampai kini belum tahu Freddy adalah putra seorang Leander.
Freddy melangkahkan kaki nya dia sedikit gugup karena Tuan Revanno ada di ruangan Ayah nya.
Sebelum mengetuk pintu Freddy menarik nafas dalam dalam. Ia ingin tahu bagaimana ekspresi Tuan Revanno bila melihat diri nya.
__ADS_1
TOK TOK
Freddy membuka pintu dan kini melihat di ruangan itu sudah ada Ayah nya dan Tuan Revanno juga Kakak nya Freddo.