CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Tidak Butuh Penolakan


__ADS_3

Devis dan Lina mulai menikmati makanan mereka, tak lama dua orang pengamen datang berdiri tak jauh dari meje mereka.


" Permisi Bapak Ibu sambil menikmati makanan anda ijin kan kami mengamen."


Pengamen itu mulai memainkan gitar nya.


Jreenng


" … Georgia, wrap me up in all your-


I want you in my arms


Oh, let me hold you


I'll never let you go again like I did


Oh, I used to say


"I would never fall in love again until I found her"


I said, "I would never fall unless it's you I fall into"


I was lost within the darkness, but then I found her, i found you."


Devis mendengar lagu itu langsung tersenyum, seperti mewakili hati nya terhadap Lina. Pengamen itu menyanyikan lagu nya sangat benar pengucapan nya, di tambah suara nya sangat bagus dan membentuk pecah suara satu dan suara dua pada reff nada nya.


Banyak para pengunjung kagum dengan suara pengamen itu di tambah lagunya yang sedang booming. Selesai lagu itu di nyanyikan Devis mengeluarkan pecahan 100 ribu 5 lembar, membuat dua orang pengamen itu senang menerima pemberian Devis.


" Waduh boss makasih banyak ya!"


" Iya."


" Semoga langgeng boss."


" Terimakasih."

__ADS_1


Selesai menikmati makan malam mereka, keduanya masih menikmati malam panjang dengan berbincang bincang. Devis dan Lina kembali ke rumah, Devis tetap menggandeng tangan Lina sampai di mobil.


" Sepertinya pakaian mu masih ada di lemari di kamar mu."


" Iya sayang."


" Tidurlah!, besok kita ke makam Adrie, kan?"


" Iya sayang."


Devis kembali menarik tangan Lina saat Lina melangkah untuk memadamkan lampu ruangan tengah.


" Sayang sebentar!"


" iya?"


" Dari kedatangan sore tadi aku belum mencium mu."


Devis menangkup kedua pipi Lina dan mulai memajukan wajah nya mencium bibir Lina dan mulai memagut nya dalam dalam.


" Ya sudah aku masuk ke kamar ku."


" Tidur lah di kamar ku!"


" Dev..."


Tanpa di beri kesempatan Lina bicara Devis langsung menggendong Lina. Sambil melangkah.


" Aku tidak butuh penolakan."


Devis membawa Lina di kamar nya dan mengunci pintu itu, Devis mulai melucuti pakaian Lina dan langsung di baringkan nya tubuh Lina di ranjang. Devis mengungkung nya, mulai menciumi wajah Lina dari kening, hidung, kedua mata Lina, pipi dan dagunya.


Devis tersenyum.


" You are so beautiful."

__ADS_1


" And you handsome." Lina pun tersenyum


" Thanks."


Devis kini mencium kedua bibir Lina, bantal di kepala Lina ia tarik di ganti dengan kedua telapak tangan Devis sebagai bantalan di kepala Lina. Tangan Devis menelusup pada rambut kepala belakang Lina bibir Devis memagut bibir Lina dengan lembut.


Jari jari Lina melepaskan kancing kemeja Devis, saat Devis mengungkung nya. Devis mengangkat tubuh nya membantu meloloskan kemejanya. Devis kini menatap lekat lekat wajah Lina sampai hidung mancung mereka menyentuh. Terasa hembusan nafas di wajah mereka. Devis rindu nafas hidung Lina.


" Tahan nafas mu."


" Eugh?"


Tiba tiba mulut Devis memasukan batang hidung Lina lidah nya ia mainkan terasa basah di hidung Lina, Lina mulai kehabisan nafas dan megap megap.


Devis tersenyum. tangan nya menarik hidung Lina.


" Kau ingin membuatku mati. Dev."


Devis hanya terkekeh.


" Trus..apa lagi yang ingin kau lahap, Dev?"


Devis langsung menjilati telinga Lina, Lina mulai terasa geli.


" Setelah telinga apa lagi?"


Devis mulai mengerjai wajah Lina, Devis melahap dagu Lina dan rahang Lina.


" Dev.."


" heum?"


" Wajahku basah semua."


Devis tertawa memang di lihat Devis, wajah Lina sudah basah oleh liur lidah Devis.

__ADS_1


πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜‹


Sudah ya lanjut besok adegan endul surendul takendul kendul, Author ngantuk.πŸ‘


__ADS_2