CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Menolong pedagang baju keliling


__ADS_3

Hari hari Lina kini ia lewati dengan kesibukannya tiga usahanya yang dia kelola membuat dia sedikit melupakan masa duka nya yang telah di tinggal oleh almarhum suaminya. Ia bisa membagi waktu dengan bekerja dan merawat tiga anak anak nya.


Pagi hari sebelum anak anak nya berangkat sekolah sebisa mungkin ia mengurus keperluan anak anak nya terlebih dulu. Di jam berikut nya ia menjaga toko sembako sampai anak anak nya kembali. Siang sampai menjelang magrib Lina sudah berada di rumah. Lina semakin hari semakin cantik ia benar benar merawat diri. Meskipun sudah tidak ada pendamping ia hanya fokus pada keluarga dan usaha nya. Lina kini sangat menikmati hidup nya bersama tiga anaknya dan juga Buk Jum dan Buk Inah, Lina selalu meluangkan waktu liburan bersama mereka.


" Selamat siang Bu Lina."


" Siang."


Lina baru saja tiba di salon nya, ia langsung menuju ruang kerja nya. Mengaudit laporan usahanya. Diruangan itu juga sudah ada karyawan baru nya yang akan membantu Lina di bagian administrasi.


Kalau di hitung secara keseluruhan Lina sudah punya pegawai 15 orang termasuk Buk Jum dan Buk Inah. Ya Lina kini menyandang status janda berduit. Semua simpanan uang Almarhum suami nya ia deposit. Belum Lagi uang yang pernah di berikan oleh Devis.


Pesangon suami nya yang masih di urus oleh kantor Adrie bekerja. Lina sudah mempunyai 3 rumah. Mobil dua. Semua itu akan Lina jaga untuk masa depan ketiga anak nya.


" Lala."


" Iya Bu."


" Saya minta laporan keuangan dong."


" Baik Bu."


Selama satu jam Lina memeriksa hasil laporan keuangan dan mengaudit.


Selesai memeriksa laporan, Lina turun ingin melihat pelanggan pelanggan nya yang sedang di percantik oleh pegawai nya. Salon Lina hari ini sangat ramai. Setelah semua berjalan dengan baik Lina ingin memantau usaha butik nya di ruko sebelah nya. Lina memang harus bekerja keras agar usaha nya dapat berjalan lancar. Ia tidak mau usaha nya bangkrut di saat anak anak nya membutuh kan biaya sekolah mereka.


Di dalam butik nya Lina mengecek baju baju new arrival Ia sedang di hubungi oleh salah satu rekan bisnis nya yang bekerjasama dengan Lina.


" Siang say."


" Siang Slavina."


" Gimana barang baru ku, itu model yang sedang trend ya."


" Bagus semua say. Siap gue pajang nih."


" Harga sesuai yaa."


" Oke."


" Barang yang udah lewat trend nya boleh aja di obral murah."


" Oke siap."


" Besok gue ke lapak lu ya.."

__ADS_1


" Gue tunggu."


Tidak lama Lina menutup pembicaraan dengan rekan bisnisnya. Ponsel Lina kembali berdering Lina melihat layar ponsel nya Tiara sedang menghubunginya.


" Tiara." gumam Lina.


" Halo Kak."


" Halo Lina, apa kabar?"


" Baik, Kak."


" Besok kamu ke kantor ku ya!, ada yang harus aku bicarakan sama kamu."


" Baik Kak."


Lina kembali memeriksa barang barang baru nya.


" Silla."


" Iya Bu."


" Tolong kamu pajang baju baju ini, sesuai dengan harga yang ibu Slavina kasih."


" Baik Bu."


Ternyata seorang wanita paruh baya sedang membawa barang dagangan nya berupa pakaian wanita. Lina memperhatikan wanita itu yang sedang kerepotan membawa Tas besar nya.


" Maaf Bu, saya mau menawarkan baju baju dagangan saya. Saya sudah keliling tapi belum ada satu pun yang beli."


Lina merasa iba dan kasihan karena sudah hampir menjelang magrib Ibu itu masih berkeliling menawarkan dagangan nya. Lina pun ingin menolong nya dan membeli baju dagangan wanita itu.


" Boleh saya lihat baju baju nya Bu


" Boleh!"


Ibu itu langsung semangat ia yakin Lina pasti akan membeli baju baju itu walau Ibu itu tidak berharap banyak.


Lina melihat model baju baju itu yang terlihat lumayan bagus tidak norak dan bahan nya juga bagus. Ia hanya bingung kenapa sampai di jual murah?.


" Berapa baju baju ini, Bu?"


" Sesuai model dan bahan nya. Nak. Kalau yang model ini sepasang 70 ribu, dan kalau ini saya kasih murah 50 ribu saja."


" Baik saya ambil 10 pasang ya, dan yang model ini saya ambil 10 juga."

__ADS_1


" Wah..Alhamdulillah ya Allah, Nak. Terimakasih ya. Saya sudah kebingungan kalau dagangan saya hari ini belum juga ada yang beli. Saya lagi butuh biaya sekolah anak saya." Wanita itu berucap sambil berkaca kaca, ia tidak percaya kalau Lina membeli banyak baju baju itu.


Lina mengeluarkan uang di dompet nya, setelah Ibu itu menerima uang dari Lina. Lina memberi kan minum dan makanan.


" Buk Jum."


" Iya Nyonya."


" Tolong bawakan minum untuk tamu saya."


" Iya Nyonya."


Sambil menunggu di buatkan minuman Lina dan wanita separuh baya itu. Berbincang bincang.


" Memang nya Ibu tinggal dimana?"


" Saya tinggal di jl gede Bu."


" Baju baju ini dari mana?"


" Ini saya ambil dari Bos saya, saya cuma ambil untung sedikit Alhamdulillah saya jadi bisa setoran ke bos saya."


" Ibu mau bekerja di tempat saya."


" Hah?, mau Nak, ibu mau kerja apa saja."


" Baik besok ibu datang ke ruko saya, ini alamat nya."


" Wah alamat ruko nya sangat dekat dengan tempat tinggal saya, besok saya datang!, terimakasih sekali Nak." Ibu itu senang tak terhingga.


" Sama sama, Bu. Kebetulan pegawai saya sudah resign karena terlalu jauh dari tempat tinggal ke ruko saya."


Wanita itu hanya mengangguk.


" Baik sekarang saya pulang dulu, terimakasih sekali lagi, Nak."


" Ibu tunggu sebentar!, ini ada makanan buat dirumah yaa."


" Nak, Ibu tidak bisa berkata apa lagi saya terima makanan ini buat anak anak saya. Sekali lagi Ibu sangat berterima kasih."


" Iya Bu, hati hati di jalan yaa!'


Wanita itu langsung membereskan sisa baju dagangan nya yang hanya 3 pasang. Terlihat Tas besar itu sudah ringan Ia melipat Tas kain itu dan melangkah pamit pada Lina.


" Saya permisi Bu."

__ADS_1


Lina mengangguk setelah wanita itu jauh Lina masuk dan menyiapkan makan malam.


__ADS_2