CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Cuaca Buruk


__ADS_3

Setelah tiba di mansion nya, Devis sudah meminta Asisten rumah tangga nya, Buk Surti. Untuk menyiapkan air hangat di bath up. Sambil menunggu Lina ia ingin memulihkan tenaga nya sambil berendam setelahnya ia ingin beristirahat. Devis dengan otak mesum nya tidak mau menyianyiakan waktu nya, ia akan mengajak Lina bercinta sudah hampir dua Minggu. Devis belum bercinta dengan Lina lagi.


Lina segera melajukan mobil dari Butik dan salon nya. Ia segera meluncur ke Mansion Devis. Lina sudah di kabari Devis sudah kembali ke Korea. Ia di minta Devis untuk datang ke mansion nya, Lina sudah tahu pasti ujung ujung nya Devis minta Jatah.


Jam jam orang pulang kantor jalanan nampak padat kendaraan. Lina hampir menjelang Magrib masih di jalan, Lina sangat sabar melajukan kendaraannya yang tersendat satu menit barisan kendaraan baru jalan, begitu terus sampai lewat di pertigaan mobil Lina langsung melaju cepat. Hujan pun kini mulai mengguyur deras serta angin dan kilatan petir bersahutan. Lina jadi agak ragu untuk menempuh perjalanan ke mansion Devis karena tiba tiba cuaca sangat buruk di Jakarta.


Devis selesai berendam dan langsung membersihkan limpahan busa di tubuh nya di bawah guyuran air shower. Nampak seksi tubuh polosnya, pancuran air dari rambut mengalir turun ke leher terus pada dada bidang nya yang berbulu, menelusuri membasahi ke perut sixpactnya. Apalagi saat kedua tangan nya sedang menyugar rambut nya dari busa shampo otot bisep Devis nampak berbentuk. Pada belakang tubuh nya hampir membentuk kepala ular cobra. Tangan nya menutup kran lalu meraih handuk untuk mengeringkan rambutnya. Sebelum keluar tubuhnya dibalut dengan bathrobe. Air masih menetes di ujung ujung rambutnya. Matanya melirik pada jendela ia baru menyadari di luar sedang turun hujan deras, angin dan disertai kilat petir. Devis seketika memikirkan Lina, Lina belum sampai apalagi saat ini cuaca sedang sangat buruk.


Devis meraih ponsel nya untuk menelpon Lina, namun rupanya nya Lina telah menelpon hingga 3 kali Devis tidak mendengar.


" Sayang kau di mana?"


" Cuaca sangat buruk, Dev sayang. Maaf aku putar balik dan pulang saja ."


" Ya sudah tidak apa, hati hati sayang."


Devis menelpon nya setelah Lina memutuskan putar balik untuk pulang. Setelah menelpon Lina, masih memakai Bathrobe Devis ke ruangan kerjanya. Ia kini sedang fokus menatap laptopnya, hingga 30 menit berlalu.

__ADS_1


TOK TOK


" Masuk!"


" Tuan ada Tamu."


Tanpa melihat siapa yang datang Devis hanya mengangguk matanya masih menatap laptopnya.


" Malam Pak Devis."


Devis mendongak melihat Lidya yang datang, ia baru ingat Lidya akan mengantarkan dokumen penting yang akan di tanda tangani nya. Devis menatap Lidya pakaian nya cukup sopan. Terlihat Lidya memegang dokumen itu sangat hati hati karena dokumen itu sangat penting, Lidya tidak mau dokumen itu basah kerena tetesan air hujan yang sangat deras.


" Lidya kau baru datang?"


" Iya Pak Devis cuaca sangat buruk jadi terhambat untuk sampai di sini karena macet parah."


Devis hanya mengangguk.

__ADS_1


" Ini Pak Devis dokumen dokumen nya." Lidya langsung memberikan dokumen dokumen itu langsung ke tangan Devis.


" Saya langsung pulang ya, Pak Devis."


" Tunggulah sampai curah hujan ringan!"


" Baik lah Pak Devis."


Devis pun mulai membaca dokumen dokumen itu dia sangat teliti. Hampir 20 menit dokumen dokumen itu Devis tela'ah. Membuat Lidya masih berdiri dan semakin kikuk di ruangan itu.


" Pak Devis saya permisi dulu, rupanya hujan dan angin sudah reda."


Devis yang masih menatap dokumen dokumen itu terhenti.


" Iya Lidya sebentar saya antar."


Namun saat Devis ingin mengantar Lidya sampai pintu. Kaki Lidya sudah keram dengan sepatu fantovel nya ia melangkah namun tiba tiba kaki nya keplitek, hingga menyebabkan Lidya kehilangan keseimbangan dan tubuh nya terhuyung kesamping Devis, Devis reflek kedua tangan nya melingkar pada pinggang Lidya, Lidya tanpa sadar tangan nya berpegangan pada leher Devis. Lidya langsung menatap wajah Devis, Devis pun ikut menatap Lidya.

__ADS_1


" Pak Devis maaf, sa-sa-saya tidak se-"


Lalu tiba tiba pintu ruangan itu terbuka lebar, nampak Lina sedang berdiri di ambang pintu itu.


__ADS_2