
Devis kini sudah di Amsterdam ia langsung fokus pada pekerjaan nya, bukan cuma itu saja ia masih harus menyelesaikan urusan dengan Maria yang mengaku telah dihamilinya.
Fredy sang supir sudah hampir dua Minggu ini, Freddy belum melihat Maria. Maria sepertinya sedang menghindar dari nya. Keberadaan Freddy kini di tempat bengkel usahanya ia dan beberapa anak buahnya sedang mereparasi mobil. Tidak di sadari sebuah mobil Rolls Royce berhenti tidak jauh dari bengkel nya, bengkel itu terlihat ramai beberapa anak buah Freddy sibuk melayani menservis mobil mobil itu.
" Tuan."
" Iya."
" Nyonya floren datang."
Freddy langsung melihat sebuah mobil yang dikenalnya itu, ia membuang nafas kasar. Sepertinya ia harus berdebat kembali pada Nyonya besar itu.
" Baik lah!, tolong kau lanjutkan mobil ini."
" Baik Tuan."
Freddy membersihkan kedua tangan nya sebelum menghadap pada Nyonya Floren. Freddy masuk kedalam mobil dan duduk di kursi belakang di mana Wanita setengah baya itu menunggu Freddy untuk bicara.
" Apa kabar, Mom?, kenapa mommy kesini?"
Nyonya Floren diam ia menatap putra nya dengan perasaan sedih. Kulit nya nampak semakin gelap dan kusam. Tangan dan wajah sedikit ada kotoran hitam oli mobil. Nyonya Floren inisiatif menarik tisu basah untuk mengelap kotoran oli mesin di kening Freddy, Freddy hanya diam dengan apa yang di lakukan Mommy nya itu.
" Kau kerja apa Nak?"
" Seperti yang Mommy lihat, aku bekerja di bengkel."
" Mommy dengar kau bekerja pada Tuan Lefrandt sebagai supir?, apa tidak ada pekerjaan yang lebih pantas dengan gelar sarjana mu itu." Nyonya Floren nampak kesal dengan putra kedua nya itu.
" Mommy tidak habis pikir dengan kamu, Freddy pulang lah!, kembali bekerja di perusahaan Ayah mu!"
__ADS_1
" Kau bekerja sebagai supir Tuan Lefrandt sedang kan dia bekerjasama dengan perusahaan Ayah mu, kalau sampai dia tahu kau adalah putra seorang Leander, mau di taruh di mana muka orang tua mu ini, Nak?"
" Kenapa Mommy harus malu, aku tidak mau lagi bekerja di perusahaan Papa. Papa selalu meragukan kemampuan ku, Mom!" biar perusahaan Papa, Fredo yang memimpin. Dan pekerjaan ku ini tidak akan membuatku kelaparan."
Nyonya Floren menarik nafas kasar harus bagaimana? menghadapi putranya ini yang pembangkang.
" Perusahaan telah mengalami kerugian yang besar, Sepertinya ada tangan tangan yang usil mengincar keuangan perusahaan, bisa bisa perusahaan akan mundur dan bangkrut. Susah payah Kakek mu dan Ayah mu membangun perusahaan 30 tahun lamanya, apa kau mau dalam beberapa bulan kedepan perusahaan akan tutup?, perusahaan Kakek mu adalah masa depan mu masa depan kalian semua!"
Freddy diam merenungkan ucapan wanita yang telah melahirkannya dan membesarkannya.
" Bagaimana kabar Papa, Mom?"
" Papa mu kesehatan nya menurun."
" Apa? Papa sedang sakit?"
" Sudah satu Minggu Papa mu tidak masuk kantor."
" Baiklah!, besok Freddy pulang Mom."
Nyonya Floren tersenyum lega, akhirnya putranya itu mau memenuhi permintaannya.
" Bangunlah!, dan raih kembali kesuksesan perusahaan keluarga kita, bantu Kakak mu Freddo. Tunjukan kemampuan mu di hadapan Papa mu. Mommy yakin Papa mu melihat mu kembali Ia akan pulih kesehatannya."
Tangan Nyonya Floren bicara pada Freddy sambil mengusap punggung lebar putra nya itu.
" O' iya Mommy dengar kau sedang dekat dengan putri Tuan Lefrandt, apa itu benar?"
Nyonya Floren tersenyum. Rupanya diam diam putra nya itu sedang jatuh cinta terlihat dari kedua bola mata Putra nya ada cinta di matanya. Wajah Freddy seketika merah seperti tomat. Namun tiba tiba mata Freddy meredup.
__ADS_1
" Mommy tahu dari mana?" Freddy menoleh.
" Tak perlu kau tahu, Mommy dapat gosip itu."
Nyonya Floren terkekeh.
" Mommy masih saja suka bergosip."
Kembali Nyonya Floren tersenyum lebar, ia senang menggoda putra nya itu."
" Tapi Mom, Freddy belum bisa membawa nya kerumah, dia masih terlalu gengsi pada Freddy."
" Jelas dia tidak mau pada seorang supir, tunjukan pada diri nya, siapa kamu sebenar nya."
" Nanti!, Freddy harus menyelesaikan urusan perusahaan Papa dulu!, baru Freddy akan buka identitas Freddy, Mom."
" Dia hanya gengsi pada mu, bukan berarti dia tidak suka pada mu. Wanita tidak akan lepas bila lelaki nya akan terus menyayanginya dan mencintai nya. Wanita hanya butuh kesetiaan."
" Aku sudah mencium nya, Mom."
" Wow, itu keren!, kalau kau sudah menciumnya berarti hanya dia yang kau mau, Karena Mommy tahu sifat kamu tidak sembarang memilih pasangan. Kau sudah mantap dengan dia."
" Ya sudah, Mommy pulang. Ingat! selesaikan masalah perusahaan Papa mu."
" Baik Mom. I love you Mom."
" I love you too. Son."
Freddy keluar dari mobil, Nyonya Floren pun meminta supir nya untuk jalan. Freddy berdiri menatap mobil itu sampai hilang dari pandangan nya.
__ADS_1