
Abrey segera menjauh dari penjaga pintu itu, dan buru buru membukakan pintu gudang untuk Lina.
Dalam gudang, Lina berjalan kesana kemari sambil memegang dagu. Wajahnya nampak cemas, memikirkan apakah Abrey berhasil atau tidak, menemukan kunci gudang itu?
Beberapa menit kemudian, Lina mendengar suara kunci di masukan ke dalam lubang.
Lina langsung mendekatkan daun pintu itu.
CEKLEK.
Suara pintu berhasil Abrey buka.
" Kak, Abrey."
" Lina, ayo cepat keluar!, penjaga pintu itu masih tertidur."
" Iya Kak."
Lina segera ambil langkah keluar dari gudang itu, namun langkah nya berhenti.
" Tunggu, Kak!"
" Apa lagi?, cepat!, nanti penjaga itu keburu bangun."
Lina menutup pintu gudang itu, untuk mengelabui penjaga. Agar penjaga pintu mengira, Lina masih berada di dalam gudang
Abrey dan Lina mengendap kan langkah nya, ketika hampir mau melewati penjaga itu. Namun penjaga pintu itu menggerakkan tubuh nya, hingga Abrey dan Lina harus menghentikan langkah sejenak untuk melewati penjaga itu.
" Sstt...berhenti!" Tangan Abrey menahan Lina.
Dada Lina semakin berdetak kencang, nafas nya tertahan, Ia takut Lina tidak berhasil lolos dari rumah itu.
Rupa nya penjaga itu hanya menggerakkan tubuh nya untuk mengarah kesamping, mata nya masih terpejam.
" Ayo Lina!, Orang itu masih terlelap!"
" Benarkah?"
" Iya, cepat!"
Akhir nya, Lina lolos dari kurungan dalam gudang itu, dan berhasil keluar dari rumah Abrey dan Michel. Lina segera masuk untuk menemui anak anaknya. Ia melihat garasi, mobil suami nya tidak ada. Adrie sedang berada di kantor.
Buk Jum dan Buk Inah sedang di dapur termenung memikirkan Nyonya mereka.
" Lalu bagaimana dengan nasip anak anak ini, Buk Jum?, saya kasihan melihat Aldeen setiap hari mencari mama nya." Buk Inah terisak.
" Tuan Adrie, sangat tega sekali!. Kok, bisa yaa?, menyembunyikan Nyonya dari anak anak, apa Tuan Adrie tidak memikirkan perasaan mereka?"
Namun perbincangan mereka terhenti. Buk Jum dan Buk Inah mendengar suara Lina memanggil manggil Sakya Aileen dan Aldeen.
" Apa itu suara, Nyonya?"
" Iya, itu suara Nyonya!, apa Tuan dan Nyonya sudah baikan?"
Buk Jum dan Buk Inah, segera berdiri menghampiri Nyonya mereka.
__ADS_1
" Sakya, Aileen, Aldeen !"
" Nyonya?, Nyonya sudah kembali!"
" Buk Jum, Buk Inah."
Lina langsung menghampiri kedua orang yang sudah Lina sangat sayangi itu. Lina langsung memberi pelukan pada kedua nya.
" Ya Allah, Nyonya apa yang sudah terjadi?" Ucap Buk Jum dengan suara isakan tangis.
" Iya Nyonya, kami sangat khawatir pada Nyonya. Nyonya baik baik saja, kan?" Ucap Buk Inah bergantian.
" Sa- saya, baik baik saja. Buk Jum, Buk Inah!, nanti saja saya ceritakan. Sekarang anak anak sedang apa?"
" Anak anak sedang tidur siang, Nyonya!"
" Tolong bangunkan, mereka!, segera kemasi baju anak anak sekarang!"
" Ta-tapi, Nyonya."
" Saya sudah tidak ada waktu,Tuan Adrie sudah berubah!, dia sudah tidak seperti orang yang saya kenal lagi. Saya takut, Tuan akan menyakiti saya lagi!"
" Ba- baik, Nyonya!"
" Jangan khawatir, saya akan menghubungi Buk Jum dan Buk Inah, kembali.!
" Memang nya..Nyonya mau kemana?"
" Entah lah, Buk Jum?, yang jelas saya sudah tidak aman, di sini!"
Buk Jum dan Buk Inah, saling pandang sesaat. Rasa nya tidak percaya, dengan yang terjadi pada Nyonya mereka.
" Baik, Nyonya!"
Lina masuk kamar untuk mengambil surat surat penting dan tiga buku tabungan serta ATM yang Lina simpan secara sembunyi dari Adrie. Untuk saat ini, Lina memang harus menyingkir dahulu!. Sampai keadaan kembali tenang seperti sediakala, bagi Lina biar bagaimana pun juga Adrie tetap suami nya. Lina bermaksud agar suami nya merenung dan bisa intropeksi diri. Lina pun demikian, ia sudah tidak mau lagi berhubungan dengan Devis. Diri nya berjanji untuk melupakan Devis dan menutup hati nya rapat rapat. Demi ketiga buah hati nya, dan rumah tangga mereka.
Selesai berkemas Lina dan ketiga anaknya pergi meninggalkan rumah dan mencari taxi. Ia akan menempati rumah yang pernah ia beli dulu, dengan atas nama Lina.
" Memang kita mau kemana, Mam?" Tanya Sakya.
" Kita akan menempati rumah baru, sayang."
" Trus, Papa tidak ikut?" Sambung Aileen.
Lina tampak bingung menjawab memberi alasan, pada anak anak nya.
" Papa pasti akan menyusul, sayang."
Dirumah Abrey, tepat nya di gudang belakang, penjaga pintu itu sedang menghubungi boss nya, Adrie.
" Dasar bodoh!, kenapa sampai bisa lolos?, istri saya?"
" Maaf boss...euh, sa- saya ketiduran, boss!"
" Cepat, cari istri saya, sampai ketemu!"
__ADS_1
" Ta-tapi boss, saya terkunci dari dalam, boss!, saya tidak bisa keluar dari sini, boss."
" Buat apa saya membayar, anda?, kalau kerja anda tidak becus."
Penjaga pintu itu, merutuki kebodohannya karena istri boss nya telah lolos akibat tidur terlalu lama. Hingga ia bisa ceroboh tidak menjaga istri boss nya itu dengan benar.
Tak lama Abrey datang dengan membawa uang yang Lina berikan sesuai kesepakatan Abrey dan Lina.
" Lho!, Mba Abrey bisa masuk?, Mba yang mengunci rumah?, truss istri boss, kok?, bisa lolos?"
" Ya, elu...tidur udah kayak kebo, mana ngorok lagi!. Nafas lu bau naga, tau!" ucap Abrey frontal.
Penjaga itu heran, sambil garuk garukan kepalanya.
" Truss..Istri boss, kemana pergi nya?"
" Mana saya tau?, itu urusan, elu!"
Abrey pun berlalu meninggalkan penjaga itu yang sedang kebingungan. Ia lalu masuk ke kamar nya, untuk bersiap siap pergi bersama teman teman nongkrong nya.
👉👉
Taxi yang membawa Lina dan ketiga anak nya sudah hampir sampai di rumah baru Lina.
" Pak supir, belok kiri yaa!"
" Baik, Bu!"
" Sakya Aileen Aldeen, kita sudah hampir sampai."
Sakya pun seperti tidak sabar dengan rumah baru mama nya.
" Nah..!, kita sudah sampai, Pak supir stop di sini saja!, itu rumah saya."
Sakya Aileen nampak kagum dengan rumah baru mama nya.
" Wow...rumah mama bagus." Ucap Aileen.
" Iya..rumah mama bagus tapi tidak tingkat."
Lina senang dengan ocehan anak anak nya, rupa nya mereka nampak bahagia menempati rumah barunya.
" Ayo kita turun!"
Lina sudah tiba di teras depan rumah, ia sudah mengambil kunci rumah nya pada orang yang di sewa nya untuk membersihkan rumah Lina seminggu sekali. Rumah Lina memang sudah lengkap ia mengisi perabotan dan perlengkapan rumah sedikit sedikit. Setelah di buka rumah itu sudah nampak bersih dan rapih.
" Ayo masuk!"
Sakya Aileen langsung rebutan kamar untuk mereka.
" Yang ini untuk kamar, ku!"
" Jangan itu sudah kamar, Abang!"
Hayoo...sudah sudah!, nanti biar mama yang menentukan kamar untuk, kalian!. Sebaik nya kalian mandi, mama akan masak untuk makan malam kita."
__ADS_1
Lina masuk dapur itu yang terlihat sangat nyaman. Ia mulai mengeluarkan bahan bahan makanan yang ada di kulkas dan memotong sayur dan juga menghaluskan bumbu masakan.
Lina ingin menghubungi sahabat sahabat nya, untuk datang ke rumah baru nya. Tapi saat ini Lina sedang tidak menggunakan ponsel nya. Ponsel Lina sempat Lina cari, namun tidak di temukan. Seperti nya Adrie telah menyimpan ponsel Lina.