
Bimo melangkah masuk ruang Aula sekolah. Mata nya sempat melirik pada putra yang sedang berkumpul dengan teman teman termasuk Sakya. Langkah nya terhenti ketika putra nya memanggil nya dari kejauhan.
" Papa." Aldo melambaikan tangan pada Bimo.
Bimo berhenti sesaat lalu melambaikan kembali pada putra, Bimo kemudian melangkah masuk ke gedung Aula. Bimo duduk di barisan kursi paling depan dalam ruangan masih banyak kursi yang belum terisi penuh.
Tak lama mobil Lina masuk ia sedang memarkirkan mobilnya yang sedang di atur oleh tukang parkir. Lina turun dari mobil nya, ia berjalan tangan nya sambil menyampirkan tas di bahu nya. Mata nya sempat melihat putra nya Sakya yang sedang berkumpul dengan teman teman nya termasuk Aldo.
" Sakya..itu nyokap lu?" ucap salah satu teman Sakya yang memang dari gaya nya sudah terlihat playboy.
Sakya hanya mengangguk mata nya masih melihat Mama nya yang sedang berjalan menuju gedung Aula sekolah.
" Gilee..nyokap lu cantik benerr, Sak."
Aldo langsung menyenggol lengan salah satu teman nya.
" Ck..gak sopan lu." ucap Aldo.
" Lha gue punya mata, suka suka mata gue lah."
" Jangan jangan selera lu, Tante Tante Yee?" Balas Aldo.
" Kalau emang iya, kenapa?"
" Jijik lu."
Namun di sambung lagi dengan ucapan teman Sakya yang sedang berdiri di samping Aldo.
__ADS_1
" Bahaya nih..kalau Bokap gue lihat Nyokap lu, Sak. Bisa naksir Bokap gue sama Nyokap lu, untung Bokap gue gak ikut rapat."
" Emang Bokap lu kemana gak ikut rapat?"
" Bokap gue? biasalah..ngerem di rumah bini mudanya."
Aldo hanya geleng geleng kepala mendengar celotehan celotehan teman temannya.
Lina masuk mata nya mencari kursi yang nyaman untuk duduk. Lina tidak melihat Bimo duduk di kursi barisan depan. Lina memilih duduk di barisan depan. Bimo yang menyadari kehadiran Lina, ia langsung menyapa.
" Lina."
" Eh..Pak Bimo."
Bimo langsung pindah dari kursinya ia duduk di sebelah Lina yang di sisi kursi Lina masih kosong.
" Iya tidak apa Pak Bimo."
Selama duduk di samping Lina, Bimo sempat melirik pada Lina yang sedang memainkan ponselnya.
" Ehem..Lina maaf yaa, Aldo menginap di rumah kamu selama saya keluar kota, tidak enak jadi merepotkan kamu.
" Tidak apa Pak Bimo, anak Bapak anteng kok main dengan Sakya."
" Terimakasih Lina."
Rapat orang tua dan guru akan di mulai. Beberapa guru wali kelas dan juga kepala sekolah sudah duduk di meja panjang dan menghadap pada orang tua murid.
__ADS_1
Dalam pembahasan rapat itu mengenai biaya biaya sekolah dan pembahasan kelulusan. Selama rapat berlangsung Bimo dan Lina hanya diam kedua nya sedang mendengar kan guru yang juga sebagai moderator untuk menyampaikan materi materi dalam rapat.
Hingga di sesi pertanyaan moderator memberi kesempatan pada orang tua untuk bertanya
" Lina ada yang ingin kau tanyakan?" ucap Bimo basa basi sebenarnya ia ingin mengajak Lina bicara karena sedari rapat berlangsung Lina hanya diam saja.
" Ah tidak ada Pak, saya sudah mengerti, mungkin Pak Bimo ingin bertanya."
" Euh..sama saya juga sudah mengerti."
Rapat guru dan orang tua selesai selama 2 jam. Lina yang hendak berdiri ingin pulang menahan Lina sebentar.
" Kau sudah mau pulang?"
" Iya Pak Bimo, sudah siang saya harus kembali kerumah."
" Euh..Lina."
" Iya Pak Bimo?"
" Eumm..apa..apa kamu." tiba tiba Bimo tidak ada keberanian untuk mengajak Lina bertemu. Padahal hati nya sudah siap ingin mengatakan pada Lina untuk mengajak Lina jalan.
" Ah..tidak ada Lina,.maaf."
" Oh..ya sudah, saya duluan ya Pak Bimo."
" Kalau begitu bareng dengan saya sampai parkiran mobil."
__ADS_1
Lina hanya mengangguk.