CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Manis dan Empuk


__ADS_3

TOK TOK


Devis sudah rapih dengan kemejanya kemudian ia menghampiri pintu ketika ia mendengar suara ketukan.


" Selamat pagi Tuan, ini buah yang Tuan cari."


Devis langsung menerima buah yang Lina inginkan.


" Dapat dari mana Buk?"


" Begitu Tuan bilang sama Ibuk, Nyonya ingin buah kecapi dan Jambu Ini, Buk Surti Ingat sama teman Pak Eman, Punya pohon jambu ini, kalau kecapi Ibuk minta sama teman Ibuk pagi pagi Ibuk datangi rumah nya, Tuan. Dia masih punya pohon kecapi."


Devis lalu memperhatikan bentuk bentuk buah kecapi dan Jambu B*l di piring itu.


" Terima kasih banyak, Buk Surti."


" Sama sama Tuan, Ibuk permisi."


Devis mengangguk, dan menutup pintu kembali. Lalu buah kecapi dan Jambu B* l itu Devis letakan di meja nakas.


Lina yang masih di dalam kamar mandi, tubuh nya mulai lemas hanya saja tidak mual lidah dan penciuman nya mulai terasa tidak nyaman. Namun kehamilan Lina yang ke empat bagi Lina ringan ringan saja, di banding waktu mengandung Sakya dan Aileen. Lina merasakan mual hanya sebentar. Cuma rasa nya ia lapar terus.


Lina sudah berpakaian ia pun segera keluar menyusul Devis untuk sarapan.


" Sayang kita sarapan, ini buah yang kau idamkan sudah ada."


Lina melihat buah jambu b*l dan kecapi langsung tersenyum sumringah.


" Ahh..kau dapat dari mana, Dev sayang?"Lina langsung menghampiri buah buah di piring itu.


" Dari Buk Surti."

__ADS_1


Lina langsung mengunyah buah Jambu B* l itu.


" Bagaimana rasanya?"


" Kau coba, ini." Lina menyuapi jambu itu kemulut Devis.


" Maniskan?, kayak kamu." Lina menggoda Devis.


Devis sambil menguyah buah jambu b*l itu tersenyum, wajah nya langsung merona dikatakan manis oleh Lina.


" Iya manis, daging nya di gigit empuk.. kayak kamu."


Devis balik menggoda Lina, Lina tersenyum malu.


Setelah sarapan rencana Devis hari ini ingin mengajak Lina ke kantor nya.


" Kau tidak mual?"


" Kalau begitu kau ikut aku ke kantor ku, aku akan mengenal kan kamu pada staff kantor ku, kau mau kan?"


" Baiklah!"


Lina membawa buah kecapi dan Jambu B*l kedalam kantong. Untuk jaga jaga bila rasa mual menyerangnya.


Setelah sampai di kantor Devis seperti biasa Devis menggandeng tangan Lina.


" Kau jangan gugup ya!"


" Iya Dev sayang."


Devis mulai memperkenalkan pada para karyawan di sana. Lina selalu tersenyum bila ada yang bertanya kabar pada nya, Lina selalu menjawab dengan ramah.

__ADS_1


" Kau mau lihat ruangan kantor ku?"


" Iya."


Devis membukakan pintu ruang kerjanya, lagi lagi Lina kagum dengan ruangan kantor Devis. Bahkan Adrie pun belum pernah datangi ke kantor Devis.


" Bagaimana ruangan kantor ku?, kau suka?"


" Iya Dev sayang, sangat nyaman kau bisa fokus bekerja dengan ruangan seperti ini."


" Iya kau benar, sayang."


Tak lama Johan dan Lidya datang menemui boss mereka.


TOK TOK


" Itu pasti Johan, Masuk!"


Johan dan Lidya masuk saat suara boss mereka sudah menyuruh nya masuk.


" Selamat pagi Pak Devis, selamat pagi Nyonya."


" Selamat pagi Pak Johan." balas Lina.


" Selamat pagi Nyonya." ucap Lidya.


" Selamat pagi." Lina tersenyum pada wanita itu.


" Kenalkan nama saya Lidya, Nyonya. Saya di utus oleh Pak Devis untuk membantu Pak Johan."


" Oh..iya saya sudah tahu."

__ADS_1


Johan saat ini sedang memberikan laporan pada Devis, sedangkan Lidya hanya mengikuti Johan apa yang akan di perintahkan nya. Terlihat Lina yang hanya duduk saja di sofa menatap mereka bertiga sangat serius membicarakan perusahaan. yang Lina tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Rasa kantuk Lina mulai rasakan, ia khawatir bila sudah tertidur pasti akan lemas tubuh nya dan mual. Hamil muda, Lina sudah pernah merasakan yang sudah sudah rasa kantuk dan lemas pasti selalu menyerang Lina. Lina langsung menikmati buah kecapi yang di bawa dari rumah Devis.


__ADS_2