
Selama Adrie di tugaskan di Batam , Adrie selalu menghubungi istrinya pagi dan malam hari, Ia selalu menanyakan keadaan Lina dan anak anaknya.
" Buk seperti nya Toko sembako tidak muat lagi untuk menaruh stok barang barang.."
" Tiap hari ada saja pembeli yang menanyakan barang yang belum ada di toko ini "
" Jadi kemungkinan kalau barang yang belum ada kita order, tapi sepertinya sudah tidak ke tampung di sini Buk."
Lina mengangguk.
" Iya Sur..ibu juga sedang memikirkan nya hal itu."
" Pembeli yang datang juga jauh jauh asalnya buk.." Timpal Adrie lagi.
Tak lama ponsel Lina berdering ada panggilan dari suaminya.
" Sebentar Sur!...Ibu terima telpon dulu.."
" Iya Buk.."
" Halo bang.."
" Halo sayang, hari ini abang pulang.."
" Syukur lah..!, Aku sama anak anak sangat merindukan abang.."
" heheehe kamu rindu berat yaa.."
" Tentu dong bang.." Ucap Lina manja.
" Gimana toko kamu sayang?"
" Iya bang, aku mau diskusi sama abang masalah toko.."
" Apa itu sayang?"
Lina pun menjelaskan pada Adrie.
" Apa sebaiknya kamu buka cabang toko sembako.."
" Buka Cabang..?"
" Sore abang tiba, kita bicarakan nanti di rumah!"
" Ok baik lah!, Suami ku.."
Lesti lagi lagi nguping pembicaraan bossnya itu.
" Rupanya mas Adrie hari ini pulang Oww..!! aku sudah tak sabar melihatnya.."
" Les..Ibu tinggal dulu yaa!"
" Iya buk!"
Lina langsung menuju dapur untuk masak makan siang spesial buat suaminya.
Jam 11 Adrie sudah tiba di rumah, Lina menyambut suaminya.
" Sayang ku.." Adrie langsung memeluk Lina.
" Sini aku bawa tas kamu!"
Lesti sedikit memperhatikan Lina sedang memeluk suaminya, Ia terlihat mulai cemburu .
" Andai aku yang menyambut mu mas.." Lesti berandai andai.
" Mas Adrie pasti akan ke toko, aku poles wajah ku dulu!, biar terlihat cantik di mata mas Adrie..."
" Les..mau kemana?"
__ADS_1
" Ke kamar mandi dulu!"
" Jangan lama lama lagi ramai nih!"
" Iya Sur.. huhh! dasar cowok culun." Lesti bergumam sebal.
Dalam kamar Lina dan Adrie sedang berdiskusi tentang toko yang akan buka cabang.
" Besok kita cari toko yang di sewakan.."
" Mmm...apa sebaik nya tidak usah jauh jauh dari rumah bang?, biar aku bisa menjangkau nya.."
" Tentu saja sayang, depan jalan perumahan ini ada toko yang di sewakan sebaiknya kita tanyakan?"
" Oke besok kita kesana bang!, kalau hari ini abang akan lelah istirahat saja yaa!"
Adrie sudah menelpon pemilik ruko, ia dan Lina sudah berdiri didepan ruko yang akan di sewakan.
Mereka pun sudah deal dengan pemilik ruko itu, 2 hari lagi baru bisa di tempati .
" Sur...mulai besok Ruko sudah bisa di tempatin !"
" Siap buk!"
2 mobil box suplier barang barang sembako sudah berdatangan Adrie dan Lina sama sama bekerja sama Iya juga sudah mendapatkan 3 pegawai laki laki.Tak hanya pegawai, Lina juga butuh ART agar bisa menghandel 2 toko sekaligus.
Walaupun begitu, Lina tetap mendahulukan keperluan suami dan anak anaknya, sebab Adrie hanya mau masakan istrinya saja.
Ibu Jumiah membantu membersihkan sayuran dan perabotan dapur bila sudah selesai masak.
Lesti jam 7 pagi sudah datang, Ia sengaja datang awal agar bisa melihat Adrie biasanya Adrie membantu Lina beres beres di toko .
" Pagi Pak Buk!"
" Owh!, Kamu sudah datang les.."
" Iya Buk.."
" Iya sayang!"
Adrie sedang mengkroscek barang barang dan pembukuan.
" Ini kesempatan aku bicara sama mas Adrie."
Seperti orang gila Lesti bicara sendiri dan senyum senyum sendiri.
" Ehemm..." Lesti berdehem. Mencocokan suara nya seperti orang latihan nyanyi saja mengambil suara lembut.
" Mas Adrie...ck kurang lembut."
" Masss Adrie..tes tes 123 ahh!, Kurang pas suara ku menyebut mas Adrie."
" Coba lagi!, Eheemm.."
" Masss.." Ucapannya di buat manja sekali.
" Ok ini sudah pas menurutku."
Lesti mengambil nafasnya dalam dalam dan menghembusnya, dan merasa sudah siap Lesti mulai membalikkan badannya dengan suaranya mendesah manja.
" Massss Addd.."
" Lho mas Adrie kemana?, Yaa mas Adrie sudah pergi."
Lesti kesal karna sudah latihan, namun sia sia Tuannya itu sudah pergi.
" Yaahh kesempatan ku bicara sama mas Adrie tidak ada lagi deh mmmh..sebel."
Di dapur Lina sudah menyiapkan sarapan.
__ADS_1
" Bang sarapannya sudah siap!"
" Abang mau mandi dulu sayang!"
" Sayang aku liat tadi Lesti sedang bicara senyum senyum sendiri."
" Masa kayak gitu bang?"
" Iya, makanya abang langsung pergi, takut abang lihatnya...aneh gitu."
Lina tertawa melihat tingkah Adrie yang lucu.
" Kok bisa aneh gitu ya Bang ??
Adrie hanya menaikan kedua bahunya .
" Ya sudah!, nanti aku tanya pada Lesti. Abang mandi kemudian jangan lupa sarapan yaa..!"
Lina menuju ke toko ingin menanyakan pada Lesti, namun tidak di sangka Lina mendengar suara Lesti seperti sedang bicara, penasaran Lesti bicara pada siapa pada hal di lihat tidak ada orang atau pembeli atau mungkin sedang bicara pada Surya. Lina berjalan pelan pelan dan sembunyi di balik dinding .
" Mas Adrie..kenapa tiba tiba pergi?, padahal aku mau bicara pada mu mas!"
" Aku mau menatap wajah mu yang ganteng dan tampan itu lho mas!"
Lesti memejamkan mata membayang kan sedang mencium Adrie. Bibirnya ia maju kan.
" Rasanya aku ingin memeluk dan mencium mu..!, Muaaaahhh."
Lina kaget mendengar ucapan Lesti tidak di sangka Ia menyukai suaminya, Lina masih berdiri sembunyi di balik dinding, Tidak lama Lina mendengar suara Surya sudah datang.
" Woyy!" Lesti di buat kaget oleh suara Surya.
" B* go lu!, Ngagetin gua aja."
" Lagian elo kayak orang gila ngomong sendirian."
" Ihh...siapa juga yang ngomong sendirian?"
" Heh burung clepuk!, Emang gue kagak merhatiin apa? buseng tuh bibir...merah banget habis minum darah lu?"
" Ulet bulu tuh..!, Nempel di jidat 2 lagi!"
Lesti langsung bergidik dan mengusap usap keningnya.
" Serius lu Sur?, Ulet bulu nempel di jidat gue?"
Lesti buru buru mengambil kaca kecil di tas selempang nya. Surya kemudian tertawa melihat Lesti yang panik.
" Hahahaha Lu ngaca dahh..!"
" Alis elu ketebelan kayak ulet bulu."
Mendengar ucapan Surya, Lina jadi tertawa sampai sakit perut namun dia tutup mulutnya sambil memegang perut. Gimana tidak ketawa Surya ngebanyol seperti artis asal Betawi si Mandra.
" Yaa udah sihh!, Sur...elu sengaja ngerjain gue aja!"
" Lagi...ngomong sendirian mulut ampe monyong gitu!, mau cium siapa sihh..?" Sembako?"
" Surya awas lu yaa..!"
" Udah kerja kerja! tuh, ada yang beli."
Lesti kemudian siap siap melayani pembeli ia melangkah sambil menghentakkan kakinya.
Lina kemudian jalan perlahan lahan kembali ke dapur. Ia masih ketawa cekikikan kerena melihat ulah 2 pegawainya itu. Melihat istrinya tertawa sampai mengeluarkan air mata, Adrie yang sedang sarapan bertanya?
" Sayang kamu ketawa kenapa?"
" Itu lho bang!, si Surya sama Lesti."
__ADS_1
" Kenapa memangnya dengan mereka?"
Lina pun menceritakan ulah kedua pegawainya. hingga membuat Adrie pun ikut tertawa.