CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Restu dari orang tua dan Adrie


__ADS_3

Hai..Author mau jelasin di alur cerita ini Adrie dan Tiara selesai yaa!, karena Adrie dan Tiara sudah tobat.,😀😀😀✌️


Yang menunggu kelanjutan Devis dan Lina segera di bab berikut nya.,👍


Cekidot!👉


😍😍😍


Brata duduk menunggu Tiara sadar, 30 menit Tiara mulai mencoba mengerjapkan matanya yang sangat lengket pada kelopak matanya. Netra nya mengedar sekeliling ruangan kamar, ia sadar ini bukan lah kamarnya.


" Eugh?, aku di mana?" Tiara bergumam. Kedua tangan nya menumpu untuk bangun, ia duduk selimut yang menutupi tubuh nya sampai leher merosot menampakan dua gunung kembarnya.


Samar samar ia melihat sosok pria memakai bathrobe sedang duduk sambil menghisap rokok dan segelas wine di tangannya.


Pandangan Tiara sudah jelas sosok pria itu adalah Brata.


" Brata?, kau?" Tiara kemudian melihat dirinya berada di sebuah ranjang, dan dirinya terkejut tubuhnya tanpa sehelai benang menempel hanya selimut yang turun di bawah perut nya. Tangan nya buru buru menaikan selimut dan mengepit di ketiaknya dan menahan sampai di bagian dada.


Brata mematikan puntung rokok itu dan menenggak wine sampai kandas di gelas seloki.


" Kau sudah bangun." Brata berdiri melangkah mendekat ke sisi ranjang. Menatap Tiara sambil menyungging sudut bibir nya.


Tiara merasakan pada bagian intimnya tidak nyaman, ia tahu Brata sudah menggauli nya.


Tiara lalu menatap benci pada Brata.


" Brengsek!, biad*p.. ba*gsat kurang ajar.. kamu memang setaann!" Nafas Tiara terengah engah.


Tiara emosi, kemarahannya meluap tidak tertahankan lagi hingga ia harus berkata yang sangat kasar untuk Brata, namun Brata terlihat santai seolah olah Brata puas mempermainkannya. Membuat Tiara semakin kesal, Tiara melempari Brata bantal bantal yang ada di dekatnya.


" Hem, Kenapa?, kau pun juga sudah beberapa pria merasakan tubuh mu, tidak usah munafik!" Brata tersenyum mengejek.


Tiara semakin berang mendengar ucapan Brata, matanya menatap Brata nyalang.


" Owh..begitu!, dasar cowok tidak laku!"


Bibir Tiara bergetar matanya merah berkaca kaca.


" Dengar yaa!, sekaliii puun akuu jadi pelacur, aku juga tidak sudi di pakai sama kamu. Kau membayar ku mahal sekalipun, lebih baik aku jadi pelacur ADRIEE!"


DEG


Brata mendengar Tiara menyebut nama Adrie, ia semakin geram hingga kedua tangannya mengepal Brata tidak suka Tiara menyebut nama Adrie. Ada kecemburuan di hati nya.


Brata langsung menghampiri Tiara ia membungkuk tangan nya menarik rambut Tiara.


Akh.."


Tiara kesakitan karena Brata menarik rambut Tiara sangat kencang, wajah nya mendongak dan dekat dengan wajah Brata sampai hidung mancung kedua nya menyentuh. Brata menatap nyalang.


" Perempuan binal!, lancang sekali mulut mu!, kau menyebut nama siapa?, Adrie?, hem."


" Kenapa?, kau tidak suka? hah!" Adrie lebih baik dari kamu?"


" Well..kalau Adrie lebih baik dari aku, kenapa Adrie melepas mu, dan kembali pada istrinya?, kau kalah dengan istri nya...hahhhaha, istrinya lebih baik dari kamu."

__ADS_1


Tiara menurunkan matanya.


" Sekali lagi kau menyebut nama Adrie, aku pastikan Adrie akan hilang semua harta nya..dia memang kesayangan dan andalan Papa kamu, tapi aku bisa menghancurkan nya, dalam sekejap. Ingat itu!"


Tiara tidak berani menatap Brata.


" Lihat aku!, Brata menarik rambut Tiara sedikit kencang.


" Kita akan segera menikah!, jadi lah istri yang penurut untuk aku!"


" Ap- apa?, i-itu tidak mungkin, aku tidak mencintai kamu."


" Cinta urusan belakangan, aku akan membahagiakan kamu!, kalau kau menolaknya?"


Brata mengambil ponsel nya dan menunjukan foto foto mesum mereka bercinta tadi.


" Ini, lihat!, aku akan mengirimkan foto kita bercinta tadi pada orang tua kandung mu!"


" Hapus foto foto itu, aku mohon!"


" Hem, lihat lah!, kau terlihat sangat menikmatinya, sayang, di foto ini. Too bad!, foto foto ini sudah aku copy."


Brata melepas rambut Tiara tangannya mendorong tubuh Tiara, menarik selimut itu terpampang lagi tubuh bugil Tiara. Brata dengan cepat melepas bathrobe dan langsung menindih tubuh Tiara.


Tiara terhenyak, menatap benci pada Brata.


" Aku masih ingin, kita nikmati bersama!, kalau tadi kau dalam keadaan tidur. Kini kau harus melayani ku!"


Tiara akhirnya kalah, ia takut dengan ancaman Brata. Malam itu Brata menghabiskan waktu bercinta dengan Tiara, Brata melakukannya sangat lembut, Tiara tidak bisa menolak ia pun menikmatinya. Brata sangat puas ia mendapat pelepasan 3 kali. Hingga jam 4 pagi, kedua nya terlelap Brata memeluk tubuh Tiara posesif.


" Tante dan Om merestui kalian, menikah, Tante mohon jaga dan bina sebaik mungkin pernikahan kalian!, apalagi kalian berdua sudah pernah gagal. Jangan terjadi lagi kegagalan itu." Ucap Pak Purnomo tegas.


Tiara sedari tadi tidak berbicara, ia merasa belum bisa mencintai Brata. Tiara hanya mendengar dan mengangguk saja dengan wejangan wejangan dari Ibu angkatnya itu.


" Tiara apa kau sudah siap, menikah dengan Brata?"


Tiara menoleh pada Brata, Brata tersenyum dari matanya sedikit mengancam, pada Tiara.


" Tiara sudah siap, Mam."


" Brata Om titip Tiara, jaga dia baik baik!"


" Iya Om, Brata akan jaga Tiara, Brata akan bahagiakan Tiara."


" Trimaksih!, ya sudah, kalau kami sudah merestui kalian, kapan kalian akan menikah?"


lanjut Bu Purnomo.


" Minggu depan, Tante Om." ucap Brata.


" Secepat itu, Brata." Balas Tiara.


" Buat apa lama lama?, aku ingin kau cepat hamil dan punya anak yang banyak."


Mata Tiara langsung mendelik, hati nya sebal dengan ucapan Brata.

__ADS_1


Pak Purnomo dan istri nya tersenyum mendengar ucapan frontal Brata.


Tiga hari kemudian undangan pernikahan Brata dan Tiara sudah di sebarkan, Adrie senang mendengar berita Tiara akan menikah dengan Brata, sebagai laki laki walaupun dirinya dan Brata sama sama buaya, Adrie paham Brata adalah laki laki yang tanggung jawab. Tebakan nya tepat pada Brata sudah menyukai Tiara pada pandangan pertama. Hanya tinggal kenangan manis yang tidak bisa Adrie lupakan waktu bersama Tiara.


" Ra, selamat kau akan menikah."


" Ya..trimakasih, Drie!"


" Hanya itu saja?" Adrie menautkan kedua alisnya.


" Aku tidak mencintainya. Drie."


Adrie harus menyemangati Tiara, ia paham dengan sifat Tiara, dulu pun Adrie mengejar ngejar Tiara waktu masih SMA dulu, akhirnya Tiara mau menjadi pacar nya, sampai akhirnya Tiara masih menyimpan rasa pada nya. Makanya Kedua nya sampai menjalin hubungan cinta terlarang.


" Ra, cinta itu akan tumbuh seiring kau selalu bersamanya, jalani saja!, istri ku pun sama. Lina awalnya memang belum bisa mencintaiku, tapi kemudian..anak ku sudah tiga, Ra." Adrie tersenyum pikiran nya ingat masa lalu dengan Lina memaksa Lina untuk di jadikan istrinya.


" Percaya deh!, kamu pasti ujung ujung nya tidak akan mau jauh jauh dari Brata."


" Ck, ya..coba kita tidak datang ke kantor perusahaan nya, dulu. Aku itu masih betah menyendiri, Drie."


" Aishh..itu nama nya sudah jodoh, mungkin ini jodoh yang tepat untuk kamu, ingat!, kegagalan adalah pelajaran yang sangat berharga, berati kau bersyukur, ada pria ganteng pintar pengusaha sukses, mau jadi kan kamu istri, sah lagi."


" Aku lihat Brata memang sungguh sungguh, dia juga pernah gagal aku yakin dia tidak mau kedua kali nya gagal. Kau tahu Ra?"


" Apa?"


" Brata menemui ku, yaa..dia memang bicara menanyakan hal tentang kamu, terlihat dari mata nya ia sayang sama kamu, Ra. Sungguh!"


" Ini aku berucap, karena aku dan Brata sebagai sesama laki laki, dia tidak main main dengan kamu, sesama laki laki tentu aku tahu, paham mana ucapan yang lagi buaya ngegombal dan mana bukan?"


" Cocok kan janda ketemu duda." hehehehe


" Apa sihh, kamu!" Tiara tersipu wajah nya menahan malu dengan candaan Adrie. Tiara mencubit perut Adrie.


" Aduh!" eits, awas!, nanti di lihat Brata bisa di tonjok muka aku." Adrie terkekeh.


" Berati selama kau bersama ku, kau buaya pantas saja ngegombal terus."


Adrie tersenyum bahagia, melihat teman dan sahabat sekaligus pernah jadi kekasih nya itu.


" Boleh aku memeluk mu."


" Ya sudah, sini ku peluk."


Kedua nya berpelukan, tentu pelukan itu tidaklah sama lagi seperti dulu, pelukan keduanya kini pelukan sebagai sahabat.


" Trimakasih ya, Drie." Tiara terisak.


" Sama sama Ra!, aku hanya mendoakan semoga kau bahagia hidup berdampingan dengan Brata."


Kedua melepas pelukan Adrie melihat Tiara menitikan air mata bahagia.


" Aku percaya, kamu akan bahagia bersama Brata." Adrie menghapus air mata Tiara.


" Kau mau kan?, jadi saksi di pernikahan ku nanti."

__ADS_1


" Tentu saja!, aku mau melihat kamu mengucap sumpah dan janji kamu dan Brata nanti."


__ADS_2