CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Lupakan Masa lalu


__ADS_3

Satu Minggu setelah kepergian Adrie, rumah di kediaman Lina kini kembali dengan suasana normal. Lina masih saja menangis di dalam kamar. Lina tanpa sadar masih melakukan kebiasaan kebiasaan melayani kebutuhan suami nya , kebiasaan kebiasaan itu menunggu Adrie pulang dari kantor, Ia tidak sadar menyiapkan hidangan makan malam untuk Adrie atau meletakkan minum di meja sofa. "


" Nyonya sedang apa di sini?" ucap Bu Jum melihat majikannya berdiri di ambang pintu.


" Menunggu Tuan Adrie pulang dari kantor."


Buk Jum mengerti perasaan majikan nya itu yang belum terbiasa dengan keadaan sekarang bahwa Tuan Adrie sudah tiada.


" Nyonya, Tuan Adrie sudah tiada dia sudah senang di sana."


Seketika Lina terisak kembali, lagi lagi ia merasa suami nya masih hidup rasa nya ia masih belum percaya dengan kenyataan yang dihadapinya sekarang.


Buk Jum melihat ke dalam, di meja sofa ada gelas yang biasa di sediakan untuk Tuannya itu.

__ADS_1


" Biarlah seperti ini dulu Buk Jum." pinta Lina pada Buk Jum.


" Saya hanya masih merasakan Adrie ada disamping saya." Lina mengusap air matanya yang meluncur tanpa bisa di tahan.


" Baiklah Nyonya." Buk Jum duduk di teras menemani Lina yang terdiam, majikannya itu masih butuh waktu tapi hari demi hari majikan nya itu pasti bisa melewati kesendiriannya.


Disaat malam mulai larut lagi lagi Lina merindukan Adrie, di kamar Lina seperti tidak sadar ia menunggu kedatangan Adrie menyusul untuk tidur di sampingnya ia sangat merindukan harum tubuh suaminya. Malam yang menyiksa dirinya ingin bertemu sosok Adrie. Lina kemudian duduk di sisi ranjang ia harus sadari bahwa ia tidak bisa seperti ini terus terusan ia harus ingat masih ada ketiga anaknya yang membutuhkan dirinya.


Lina ingin melepas bayang bayang masa lalu disaat Adrie masih ada. Ia pun melangkah masuk ke kamar mandi untuk membasuh wajah nya, ingin memulihkan kesadarannya. Adrie sudah tiada bukan berarti ia harus terpaku dalam kesedihannya, ia harus kuat mejalani hari hari bersama anak anaknya dan masa depan nya. Ia harus berani tanpa Adrie.


Lina memilih tidur di kamar anak anaknya Aileen dan Aldeen. Ia ingin besok merapihkan barang barang Adrie dan akan menyimpan barang pribadi suaminya ia tidak mau lagi melihat yang akan membuat ia bersedih kembali.


Esok pagi nya Lina sedang sibuk mengeluarkan pakaian Adrie dari dalam lemari hingga yang tersimpan hanya baju Lina saja. Barang pribadi suami nya sebagian akan Lina simpan dan juga akan di kasihkan pada seseorang yang membutuhkan tapi juga akan lina pakai seperti jam ponsel atau perhiasan Adrie.

__ADS_1


Lina memasukan pakaian dan celana Adrie didalam dus besar. Entah kapan baju baju itu akan di kasihkan yang pasti Lina tidak mau melihat baju baju itu di lemari pakaian nya.


TOK TOK


" Nyonya ini baju baju Tuan yang masih ada sudah Buk Jum setrika karena belum sempat Buk Jum cuci kemarin."


Lina menerima baju baju itu, baju yang terakhir Adrie pakai sebelum Adrie meninggal.


" Makasih Buk Jum." Lina sebelum memasukan baju suaminya ke dalam dus, ia mencium baju baju itu baju Adrie yang terakhir masih Adrie pakai ketika dia pulang dari kantor dan baju kotor saat ia akan pergi makan malam.


Selesai dengan menyimpan barang barang Adrie di dalam dus. Suara bel pintu terdengar Lina bergegas keluar kamar untuk melihat siapa yang datang.


☘️☘️☘️☘️

__ADS_1


"Luka yang ditoreh kan oleh pengkhianatan masih bisa terobati, tapi akan lebih perih lagi ditinggalkan selama lamanya oleh seorang yang kita cintai "


__ADS_2