CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Aldo Ngambek


__ADS_3

Sampai hari ke 5 Bimo belum bisa kembali, Aldo menginap menunggu Ayah nya yang akan menjemput nya. Bimo sendiri tidak mungkin lagi menjemput putra nya karena sudah lelah. Bimo hanya menyuruh supir nya untuk menjemput putra nya.


Putra nya setelah tiba dirumah, memasang wajah cemberut ia kesal dengan Ayah nya harus nya Ayah nya yang menjemput bukan supir.


Aldo masuk rumah tanpa memberikan salam atau suara pada Ayah nya. Aldo melangkah ingin masuk ke kamar nya tidak mau melihat Ayah nya yang sedang menonton tv.


" Aldo..Aldo."


Aldo tetap tak mau menoleh pada Bimo. Langkah nya terus menaiki tangga menuju kamar nya.


" Ada apa lagi dengan nya?"


Terpaksa Bimo menyusul Aldo sampai di kamar nya, sampai di depan pintu kamar Bimo ingin membuka pintu itu namun di kunci.


TOK TOK TOK


" Aldo..Aldo." Bimo menghela nafasnya.


TOK TOK TOK


" Buka pintu nya, Nak!"


Aldo tetap tidak mau membuka kan pintu untuk Ayah nya. Sampai 10 menit akhirnya Bimo menjauh meninggalkan pintu kamar putra nya. Bimo ingin tidur di ranjang kamar nya. Dari raut wajah nya Bimo terlihat sedih, putra nya tidak mau bicara pada nya.


Bimo terbaring memikirkan putra nya, matanya sebenarnya sudah ngantuk tapi entah tidak mau terpejam padahal tubuh nya sudah sangat lelah. Hingga 30 menit.


TOK TOK TOK

__ADS_1


" Masuk!"


Bimo melirik pada pintu yang sedang di buka, rupanya Aldo yang membuka pintu Aldo berdiri di ambang pintu sambil memegang handel pintu.


" Aldo."


Aldo hanya diam sambil menundukkan kepala. Bimo pun duduk dan bersandar pada kepala ranjang tidur.


" Masuk lah!"


Aldo melangkah pelan menghampiri Ayah nya.


" Maafin Aldo Pah."


Bimo tersenyum ia menarik tangan putra nya untuk duduk.


" Ada apa, kamu marah pada Papa tadi?"


" Papa tadi tidak sempat, maafin Papa ya."


Aldo mengangguk


" Pah."


" Iya?"


" Kenapa Mama tidak tinggal dengan kita sih?, di rumah ini."

__ADS_1


Bimo bingung bagaimana menjelaskan pada putra nya. Tangan nya mengusap wajah nya.


" Eumm.. Mama sudah bahagia dengan keluarga nya, jadi tidak mungkin lagi untuk tinggal bersama kita.


" Lalu apa yang membuat Mama tidak bahagia dengan Papa?"


" Papa yang bersalah, tidak bisa membuat Mama kamu bahagia, dan Papa sudah menyesali itu. Sekarang hanya kamu adalah kebahagiaan Papa."


" Apa Papa masih sayang sama Mama?"


" Itu sudah tidak mungkin lagi, Nak. Mama mu sudah ada yang lebih menyayangi dirinya suami nya dan anak anak nya. Papa tidak mungkin mengganggu kebahagiaan Mama kamu. Kamu merindukan Mama?"


" Iya Pah."


" Bagaimana kalau libur sekolah kau menemui Mama, dan adik adik kamu."


Aldo pun tersenyum, pikiran nya jadi membayangkan anak anak Ibunya bukan hanya diri nya saja, tapi masih ada 2 adik yang lucu lucu. Di rumah Ibunya, dan bisa bermain bersama.


" Baiklah Pah!, boleh Aldo tidur di kamar Papa?"


" Kau sudah besar tidurlah di kamar mu!"


Bimo tersenyum putra nya kini mengerti, dengan apa yang di jelaskan nya.


" Ok, fine..! jangan lupa Papa harus datang rapat di sekolah besok."


" Baik Papa pasti akan hadir."

__ADS_1


Aldo kemudian meninggalkan kamar itu dan menutup pintu kembali.


Esok hari nya Bimo sudah siap untuk hadir rapat orang tua dan guru. Bimo sudah lebih dulu datang 30 menit sebelum rapat di mulai. Sudah terbiasa dengan rapat rapat di kantor ia tidak pernah telat rapat apa pun. Baginya disipilin waktu adalah paling utama.


__ADS_2