Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Musuh baru


__ADS_3

Keesokan harinya. Big Bang University ramai karena dua mahasiswi tiba disana. Yang satu adalah Zia dengan mobil sportnya yang berbeda dari biasanya dan yang satu lagi Zia tidak tau itu siapa menggunakan mobil juga.


'siapa dia?' tanya Zia dalam hati. Zia orang yang tidak terlalu perduli dengan hal yang bukan urusannya, makanya dia pergi meninggalkan keramaian itu.


Tania yang mempunyai bakat kepo tinggi dia menanyakan hal itu pada orang yang disampingnya.


"Siapa nan?" Tanya Tania, dia bertanya pada teman yang sefakultas dengannya.


"Gisella Isya, cewek terfamous sebelas dua belas sama Bian. Dia udah lama gak ngampus karena ada masalah sih katanya. Dia juga suka sama Bian sejak ospek. Tapi mereka gak pernah pacaran. Sefakultas sama Bian" jelas Kinan.


'wah kacau, Zia bakal kena imbasnya lagi nih' batin Tania.


"Dia deket gak nan sama Hany Adelia?" tanya Tania.


"Setau gue sih deket, tapi gak tau juga. Hanykan demen sama Bian" jawab Kinan.


"Oh oke thanks infonya" jawab Tania lalu pergi.


____


Gisell pun pergi dari kerumunan itu. Dia masuk ke kelas dan menghampiri Hany dan Widya.


"Eh Sel? Udah balik Lo?" tanya Hany.


"Iya," jawab Gisell singkat.


"Gue dari bulan lalu mau masuk, tapi gak jadi. Dan gue denger lo suka sama Bian. Bener? Lo kan tau kalau ada yang suka sama orang yang gue suka konsekuensinya gimanaa" lanjutnya


"Iya gue suka sama Bian tapi kalau gak ada lo! Kalau ada Lo mah ambil aja lagi. Anggep aja pas Lo pergi kemaren gue jagain tu orang" jawab Hany.


"Oke oke fine" jawab Gisell


"Kita punya musuh Sel" sahut Hany.


"Woi Han, aduh kalau bagian itu gue gak ikut ya" ujar Widya.


"Lo tuh ya, asal ginian aja Lo maunya kabur." jawab Hany.


"Gini aja, kita putus pertemanan aja oke. Gue lebih baik dibenci untuk jadi diri sendiri, daripada munafik untuk disukai orang lain" tegas Widya.


"Oke terserah lo" jawab Hany, Widya pun berpindah tempat, menjauh dari Hany.


"Lah kenapa sih?" tanya Gisella


"Kita punya musuh namanya Zia. Fakultas manajemen bisnis. Dia deket banget sama Bian. Bahkan bukan dia yang nyamperin Bian. Tapi Bian yang samperin dia" jelas Hany.


"Hah? Yang bener aja loo??"


"Gue serius"


"Terus itu Widya?" tanya Gisell lagi.


"Dia gak mau ikutan ngapain tuh cewek."


"Selama gak ada lo, dia udah gue terorrin. Dia phobia sama ulat. Gue pernah neror pake ulat mainan dan dia pingsan" lanjutnya.


"Mana sih orangnya? Secantik apa? Yakali ulat mainan sampe pingsan?" tanya Gisell penasaran.


"Bentar" Hany pun membuka hpnya. Mencari foto Zia, lalu menunjukkan pada Gisell


"Ini? Inikan yang di parkiran tadi. Datengnya barengan sama guee" ujar Gisell


"Lo tau, sebulan kemaren Bian selalu datang ke kantin dan gabung sama temen temen Zia"


"Wah gak bisa dibiarin"


"Yaudah santai aja dulu sekarang. Lo baru masuk kampus jangan langsung buat keributan!" suruh Hany.


"Oke kita tunggu aja selanjutnya" ujar Gisell sinis.


~


Di lain tempat. Zia sedang berkumpul di tempat biasa mereka mengisi perut.


"Hot news!!" ujar Tania di sela sela makannya. Dia mengejutkan yang lain.


"Berisik Lo!!" sahut Ica.


"Zia, lu dalam bahaya" ujar Tania lagi.


"Apaan sih Tania?" tanya Luis.

__ADS_1


"Luis Lo tadi pergi gak sama Zia?" Tanya Tania.


"Nggak, gue telat bangun"


"Zia Lo tau orang yang sampe barengan sama Lo tadii?" tanya Tania.


"Mangfus dah, ada apaan sih Taniaaa?" tanya Ivan.


"Gue gak tau" jawab Zia.


"Itu sebelas dua belas sama Hany" ujar Tania. Seketika mereka terkejut dan menghentikan makannya. Kecuali Zia yang masih santai.


"Terus?" tanya Zia.


"******, ini anak pengen gua tabok" sahut Ica.


"Lo dalam bahaya Lo Zia," ujar Tania.


"Bahaya why? Kasih tau gue dengan detail!" suruh Zia. Tania menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkan pelan pelan.


"Jadi gue tadi nanya sama Kinan, kan Lo tau tuh tadi parkiran rame."


"Berbelit-belit" sahut Zia.


"Ya Allah sabar napa aswu" jawab Tania.


"Maap, oke lanjot!" suruh Zia sambil cengengesan


"Sampe dimana tadi? Gua lupa" tanya Tania sambil cengengesan.


"Temen gue gini amat, yang satu rada rada. Yang satu lagi pikunn, kok bisa gini ya?" tanya Ica


"Haha, Lo nanya sama Kinan terus?" tanya Ivan


"Nah gue nanya sama si Kinan, Kinan bilang namanya Gisell sefakultas sama Bian. Demen sama Bian dari ospek dan sebelas dua belas sama si Hany. Satu geng sama si Hany iblis itu" lanjut Tania.


"Terus hubungannya sama gue apa?" tanya Zia polos


"Luis kok lu bisa punya sepupu modelan gini sih?" tanya Ica.


"Om Zeco salah cetak maybe" jawab Luis asal.


"Bodoamat gue gak denger" balas Zia.


"Oke nyantuyyy!" suruh Zia.


"****** dah, kalau jiwa santuynya balik lagi ya gini" jawab Dimas. Datanglah Bian dengan Kris. Bian duduk disamping Zia. Zia diapit Luis dan Bian. Dan ada dua manusia yang melihat mereka dari kejauhan.


"Hai gaysss" sapa Kris.


"Eh haiii" jawab mereka bersamaan. Bian hanya diam, dia masih merasa bersalah tentang tangan Zia yang sudah terobati.


"Tangan Lo masih sakit?" tanya Bian.


"Udah sehat, santai ajaa. Nabok lu aja udah bisa nih" jawab Zia asal, Bian masih saja merasa bersalah.


"Masalah semalem udah, santai aja. Yang lain cuma lagi emosi aja. Mereka gak benci sama Lo kok" lanjut Zia.


"Iya udah santuy aja," jawab Tania


"Kita kayak gitu karena emang prinsip pertemanan. Satu kena kami semua juga kena. Satu luka semua siap bantai." jelas Ivan


"Gue salut sama pertemanan kalian" sahut Kris.


"Makanya lain kali tuh nanya gak usah asal aja" suruh Luis ketus.


"Luiss, jangan gitu donggg!!" pinta Zia sambil menatap Luis dengan puppy eyesnya.


"Kris sakti udah tau kan ceritanya?" tanya Dimas. Kris hanya berdehem.


"Kalian mau ke bioskop gak? Laki gue bayarin" sahut Zia tiba tiba.


"Pemerasan halus diamah" protes Ica


"Boleh tuh, mau nonton apaan" jawab Bian.


"Astaga, gue gak betulan Varo." Ujar Zia.


"Lah betulan juga kagak apa apa" suruh Bian.


"Ogah, ntar gua dibilang matre" jawab Zia

__ADS_1


"Nonton Dilan aja" usul Tania.


"Dilan? Ogah gue sumpahh." Jawab Zia.


"Zia diajak nonton Dilan, ya ogah ogahan" sahut Ivan.


"Jadi mau nonton apaan?" Tanya Bian.


"Kagak usah, gue cuma becandaa" jawab Zia.


"Lah seriusan ini?"


"Iya kagak jadiii" jawab Zia.


"Bi, jagain Zia bener bener lah!" suruh Luis.


"Iya pasti gue jaga" jawab Bian.


"Awas aja nggak, mantan triplebad SMA Kebangsaan bakal ngancurin Lo" ancam Ivan.


"Eh gua ikut lahh" pinta Luis.


"Nah iya sama lo" sahut Dimas.


"Iya iya gue jaga."


"Kapan kalian tunangan?" Tanya Tania. Zia melotot dan langsung menutup mulut Tania.


"Asal ceplos aja lu ya, gak liat ini tempat umum? Lo mau buat gue mati" bisik Zia.


"Ya kagakk" jawab Tania.


"Yaudah jangan gituuuu" pinta Zia.


"Zia, gue penasaran sama Lo. Lo siapa sebenarnya?" tanya Kris.


"Sebenarnya guee..."


"Gue bukan manusia" jawab Zia sontak semua terkejut, termasuk Luis.


"Lo vampire?" tanya Luis


"Lo manusia serigala?" tanya Dimas


"Lo Goblin yang kayak di Drakor?" tanya Tania


"Atau Lo malaikat pencabut nyawa yang di film Goblin?" tanya Ica.


"Kebanyakan nonton Drakor jadi gini" balas Zia.


"Lo siapa Zia? Lo dirasuki?" tanya Ivan.


"Saha eta sahaaaaaa" sahut Dimas.


"Hahahaha, apaan sih gilaa" tanya Zia.


"Gue bukan manusia tapi gue... Gue bidadari" jawab Zia.


"Gila kepedean" sahut tania


"Narsisnya kumat" ujar Dimas


"Lah gue serius, gue kira beneran bukan manusia" sambung Kris.


"Bidadari dari kuburan iya" sahut Luis.


"Op, menyakitkan bang" peringatan Zia pada Luis.


"Utututu," kata Luis mengacak rambut Zia.


"Gak selamet Lo dirumahhh!" kata Zia sinis.


"****** hahahahaha" ledek mereka semua.


Di kejauhan.


"Se akrab itu? Bahkan Kris jugaa?" tanya Gisell


"Iyaa" jawab Hany.


"Tunangan?" tanya Gisell lagi

__ADS_1


"Nah kalau itu gue gak tau" jawab Hany.


"Oke oke, kita liat aja besok" lanjut Gisell lalu mereka pun pergi.


__ADS_2