Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Zai sadboy:)


__ADS_3

'mas Zai kenapa?' tanya Kinan dalam hati.


"Mas Zai kenapa?" tanya Kinan lagi. Kali ini bersuara.


"Emmm.. bisa jadi cemburu. Kan tadi oki ngerangkul lo" kata Rizka.


"Aaah iyaa! Eh tapi gak mungkin mas Zai cemburu sama aku" balas Kinan.


"Yaaa.. bisa jadi dia suka sama lo"


"Lo gimana bisa deket sama paduka cool guy?" tanya Rizka.


"Abangku deket sama kakaknya dia. Tau Asz group?" tanya Kinan.


"Asz group? emmm.. ooo ituukan? Perusahaan yang baru beberapa bulan berjalan tapi suksesnya udah mancanegara. Gaji karyawan perbulan juga banyakk banget. Gue yakin, yang kerja disitu IQ-nya tinggi" sahut Oki.


"Ooo.. pemimpinnya kak Aska bukan?" tanya Rizka. Kinan mengangguk.


"Mas Zai itu adek iparnya kak Aska" kata Kinan. Rizka dan Oki mengangakan mulutnya.


"Serius lu?" tanya Rizka. Kinan mengangguk lagi.


"Abangku, kak Aska sama istri kak Aska deket banget, walaupun beda derajat. Mereka baik banget tau. Sebelumnya yang bayar kuliah aku istrinya kak Aska. Dia yang tawarin. Tapi sekarang, biaya kuliah ku di bayarin sama ibu kandungku" jelas Kinan.


"Terus, lu bisa kenal sama kak Aska, sama kak Zai gimana?" tanya Oki.


"Waktu di Bali. Mereka liburan dan tinggal dirumah ku. Awalnya, aku kira kak Zia itu sombong. Eh ternyata baik bangett" jawab Kinan.


"Kak Zia?"


"Istrinya kak Aska" jawab Kinan.


"Wait" Oki mengeluarkan ponselnya.


"_HitZi3?" tanya Oki sambil menunjuk foto Zia yang ada di Instagram.


"loh.. kamu tau instagramnya?" tanya Kinan.


"Astagaa Kinan.. siapa yang gak tau dia. Dia tu juga pengusaha. ZiCF kan punya dia. Dan lu tau suksesnya luar biasaa itu kafenya" jawab Oki.


"Perfect couple" ujar Rizka.


"Hiyaahh.. gue patah hati deh" balas Oki.


"Ini ada Rizka Ki! Jangan ganggu romantisnya mereka!" balas Kinan.


"Lah Rizka? Lu aja gimana" tanya Oki.


"Aku? Gak mau ah. Sama Rizka aja tuh" suruh Kinan.


"Yaudah deh, Rizka aja. Hai sayangg" kata Oki


"Idiii" balas Rizka


"Hahahaha"


-------


"Woi, lu kenapa paduka?" tanya teman Zai, Ambri.


Zai diam, tanpa suara.


"Woi! Kerasukan apa si ni anak?" tanya teman Zai yang satunya, Irsyad.


Zai masih diam dengan pandangan lurus kedepan.


Ambri menyenggolnya pelan, Zai tersadar dan oleng hampir jatuh.


"Gila lu ya?" tanya Zai.


"Lah kita yang harusnya nanya gitu ogeb! Lu kenape, hm? Kek anak paokk paokkk?" tanya Irsyad.


"Paduka sakit hati ya?" tanya Ambri.

__ADS_1


"Sotoi lu" jawab Zai.


"Kerasukan apa si?" tanya Irsyad gantian.


"Gak ada. Eh.. denger denger, gue dipanggil paduka cool guy?" tanya Zai.


"Kok baru tau si? Emang gila lu ya" balas Irsyad.


"Lah?"


"Lu kenapa sih, cerita sini cerita sama babang Ambri"


"Gak usah gitu, geli gue" balas Zai. Ambri dan Irsyad tertawa.


"Gue... ganteng gak?"


"Kalau lu gak ganteng, fans lu gak banyak paduka" balas Irsyad.


"Tau tuh, emmm.. gue yakenn seratus persen, lu ditolak sama cewek cantik kan? Siapa nih siapa?" tanya Ambri.


"Kantin yok" Zai mengalihkan pembicaraan.


"Gak usah ngalihin pembicaraan" suruh Irsyad.


"Gue bayarin" lanjut Zai.


"Ahhhhhh skuylaahhh" ajak Irsyad bersemangat.


"Bener bener. Temen siapa si?" tanya Ambri.


"Temen lu, gila" balas Zai.


"Oiya lupa gue" mereka tertawa, lalu pergi ke kantin.



Zai terus memandang Kinan yang tertawa tawa di kantin. Tangannya sering dipegang Oki, tapi Kinan sering memarahinya.


"Ooo, ituuu. Jadi, paduka kita suka sama yang itu ya?" tanya Irsyad.


"Tau dari mana lu?" tanya Irsyad


"Yang cowok. Itu anak populer di kampus" jawab Ambri.


"Populer kenapa?" tanya Zai.


"Dia deket sama cewek, deket gitu lah. Suka main sama cewek, tapi dia gak banci. Dari yang gue denger, dia punya dua temen cewek yang dekettt banget dari fakultas yang sama. Bisa jadi itukan?" jelas Ambri.


"Menurut pandangan gue. Lu naksir ke cewek yang tangannya sering dipegang. Yang punya alis tebal, plus bulu mata lentik. Benerkan?" tanya Irsyad.


"Uuuuhhh paduka jadi sad" ledek Ambri.


"Paduka cool guy, sad" sahut Irsyad.


"Gue tabok lu berdua ya" balas Zai. Ambri dan Irsyad tertawa.


Zai menidurkan tubuhnya di kursi panjang yang ada di kantin.


"Lu pesen apa Zai?" tanya Ambri.


"Jus cabai"


"Gak usah gila monyet" protes Irsyad. Zai cengengesan.


"Gue sering makan apa sih? Ya itulah yang gue pesen" jawab Zai.


"Ya kali aja berubahkan" Ambri pun pergi memesan.


"Dah lah Zai, cewek banyak. Fans lu juga banyak. Pilih salah satu" suruh Irsyad.


"Duuhhh paduka cool guy beneran sad" Irsyad bersuara cukup keras.


Zai menendang kakinya. Irsyad tertawa.

__ADS_1


∆∆


"Istriku tercinta ingin apa? Nggak pengen apa apa?" tanya Aska saat Zia berada di pangkuannya.


Mereka berdua tidak kerja hari ini, dikarenakan bos nya males, dan sang sekretaris mager.


Mereka pun memilih menonton televisi di ruang keluarga. Aska menarik Zia agar duduk dipangkuannya. Zia sama sekali tidak berontak dan menuruti keinginan suaminya itu.


"Emmm.. gak ada" jawab Zia.


"Yakin?" tanya Aska.


"Emm.. karena kamu lagi nawarin. Aku mau lontong. Lontong sayur" jawab Zia menatap Aska.


"Yaudah aku beliin dulu" Aska menggeser Zia. Tapi Zia menetap dan tidak ingin berpindah.


"Siapa yang suruh beli, kamu lah yang bikin" kata Zia. Aska mengangakan mulutnya.


"Sayang.. lontong kan bikinnya lama. Dimasak sampe lima jam. Kalau beli kan instan" balas Aska.


"Tapi, baby maunya ayah yang bikin. Kan tadi ayah yang tawarin" balas Zia dengan suara anak kecil, Zia juga menunjukkan puppy eyes nya.


"Sayang, bukannya aku gak mau buatin untuk kamu. Tapi kan lontong tuh matangnya lama" elak Aska lagi.


"Yauda gini aja. Kamu suruh Zai beli lontongnya. Tapi kamu yang buat sayurnya" usul Zia.


"Harusnya gak usah gue tawarin kan ya?" gumam Aska.


"Hem.. kenapa?" tanya Zia.


"Nggak apa apa. Aku bikinin kok" jawab Aska. Dia mengambil ponselnya.


–ipar luknut–


📞 Zai; Assalamualaikum, kenapa bang ?


Aska; dimana lo? Masih lama gak balik kampus?


📞 Zai; tar lagi balik. Kenapa?


Aska; kakak lu pengen lontong, cariin lontongnya aja.


Zia; cepet gak pake lamaaaaaa ( mematikan teleponnya )


"Astaghfirullah ay" balas Aska. Zia cengengesan.


"Lama sihhh" protes Zia.


"Ya udah ayok" Aska menggendong Zia.


"Iss kenapa digendong mas crushhhh" protes Zia lagi.


"Kamu kecapekan nanti" balas Aska. Zia diam lalu mengalungkan tangannya di leher Aska.


"Kok kuat?" tanya Zia.


"Angkat mobil aja kuat apalagi angkat kamu" balas Aska.


"Gayanyaaaaaaaa ampun dahhh" ledek Zia. Aska tertawa. Dia mengecup pipi Zia.


"Uuuuuh gemessss banget sihhh bumilku" balas Aska.


"Emmm... ayy," panggil Zia. Aska berdehem. Mereka masih di posisi yang sama, Aska jalan santai sehingga terasa lama.


"Kalau aku gendut, kamu tetep sayang gak?" tanya Zia takut takut. Aska berhenti.


"Kamu gendut karena baby kita kan. lagian, kamu lucu kalau gendut, kamu tambah imut, aku tambah sayang, tambah cinta sama kamu" jawab Aska. Aska kembali berjalan.


"Serius, ntar kamu cari selingan lagi"


"Kan udah pernah aku bilang, sampai kadal berubah jadi anakonda, kamu tetap bidadari dihatiku. Dan takkkkkan terganti sampai kapanpun" balas Aska. Zia menatap Aska sambil tersenyum, Aska membalas senyumnya.


"Sa ae kutil badak" kata Zia sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang Aska. Aska tertawa melihatnya.

__ADS_1


 


__ADS_2