Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Eh lo?!


__ADS_3

Saat ini Zia sedang berada di cafe yang tidak jauh dengan rumah sakit itu. Dia bingung, kenapa dia lari? Dan kenapa dia merasa sakit hati? Memikirkannya saja membuatnya pusing. Dia pun menutup wajahnya dengan kedua tangan. Tiba tiba ada orang datang di mejanya.


"Permisi, bisa saya duduk disini? Semua kursi sudah penuh."tanya pria itu menggunakan bahasa Inggris.


"Duduklah tidak ada yang melarangmu" jawab Zia tapi tidak melihat orangnya.


"Orang Indonesia?" tanyanya lagi dengan bahasa Indonesia.


"Iya" jawab Zia kemudian melihat pria didepannya.


"Eh lo?! Lo ngikutin gue?" tanya Zia.


"Nggak" jawab pria itu santai. Zia hendak pergi tapi tangannya di tahan.


"Varo lepasinn!" suruh Zia.


"Nama gue Bian. Kenapa Lo panggil Varo?" tanya Bian. Pria yang saat ini menahan tangannya adalah Bian.


"Nama panjang Lo siapa?" tanya Zia.


"Bian Varo Mahendra" jawabnya


"Ada Varo nya kan? Gak salah dong gue? Sekarang lepasinn!" suruh Zia.


"Lepasin tangan adek gue!" teriak seorang pria lainnya yang tak lain adalah Zean. Bian pun melepas tangan Zia, Zia bersembunyi di balik badan Zean.


"Lo apain adek gue?" tanyanya.


"Gak gue apa apain" jawab Bian dingin.


"Bang, ayok balik ke rumah sakit aja" ajak Zia.


"Yaudah ayok" ajak Zean lalu menggenggam tangan Zia.


"Maafin Abang ya." kata Zean saat diperjalanan menuju ruangan baby Lucas.


"Zia yang minta maaf, Zia juga gak tau tadi kenapa tiba tiba kabur" jawab Zia menyengir, menampakkan giginya yang putih dan rapi.


"Terus cowok yang tadi siapa?" tanya Zean.


"Au ah bang. Zia kagak kenal manusianya seremmmm" Ujar Zia. Mereka pun sampai kembali diruangan baby Lucas.


"Maapin Zia hehe, Zia juga bingung tadi ngapa kabur." ujarnya sambil tersenyum.


"Kamu ada masalah akhir akhir ini?" tanya Grossvater.


"Tidak grossva" jawab Zia lagi lagi dengan senyumannya.


"Ponakan om paling syantik udah kembali?" tanya Lee yang baru masuk Zia hanya mengangguk.


"Kamu bisa pulang hari ini sayang" ujar Lee pada Yossie.


"Ah syukurlah. Aku bosan disini" jawab Yossie. Mereka bersiap dan pulang kerumah besar.


______________


Sebulan lebih Zia sudah di Jerman. Dia sudah tamat dari SMA nya. Zai yang ikut diJerman hanya bisa belajar dari smartphone pintarnya. Zean dan Febby pun disini. Namun sesekali Zean dan Zeco harus keindonesia mengurus semua perusahaan mereka. Saat ini Zia sedang joging sendirian sambil telponan dengan temannya di Indonesia. Panggilan suara diwhatsapp berbasis grup.


*📞 Tania; lo kuliah dimana sih jadinyaa?


📞 Ica; iya nih, Lo kuliah di Jerman? Kaga jadi di Indonesia? Tega banget Lo PHP-in kita.


Zia; (sambil ngos-ngosan karena berlari kecil) gue kuliah di Indonesia loh. Tenang dulu kek. Santai, relax.


📞 Qiara; Lo ngapa ngos-ngosan Ziaa? Lo lagi ngapain?


Zia; joging.


📞 Alya; eh tumben.


📞 Tania; di Indo jaaammm setengah 11 emang disana jam berapa?

__ADS_1


Zia; setengah 6 cuaca masih seger bro. (Sambil terus berlari)


📞 Ica; Lo jadinya kuliah dimana?


Zia; Indonesia icakuu


Zia; eh betewe ra lo udah di Paris?


📞 Qiara; iya udah. Gue lagi sarapan.


Zia; joging dong lu kayak gue nih. Kan jam waktu Jerman sama kea di Paris.


📞 Qiara; ogah capek gue.


📞 Alya; Qiara diajak Joging, ya nolakk!


Zia; Lo Al kapan ke Swiss?


📞 Alya; gak lama lagi.


(Alya, Qiara, Ica, Tania. Mereka semua takut Zia menanyakan tentang Aska).


📞 Tania; Lo kapan balik ke Indonesia? Gak mau ngelihat gue romantisan sama Dimas.


Zia; bodo amat.*


Brukk...


Tiba tiba ada yang menabrak Zia, Zia jatuh, kakinya pun keseleo.


*Zia; awh.. ahhh


📞 Ica; Zi Lo kenapa?


📞 Tania; Zia Lo kenapa?


📞 Alya; Ada apaan ziii?


Zia; ada manusia gila yang nabrak gue. Aduh kaki gue sakit banget lagi. *


"Mau saya bantu?" tanya orangnya.


*📞 Tania; Woi lu kalau jalan liat liat dong. Wah kacau.


Zia; gak bakal denger begook! Gue pake headset.


📞 Tania; ah Lo sih.*


"Jalan liat liat dong! Percuma Lo punya mata." suruh Zia, sambil memegang kakinya.


"Saya minta maaf saya gak sengaja" jawab pria itu. Teman temannya mendengarkan karena panggilan belum terputus. Zia mendongakkan kepalanya melihat orang yang dia rasa pernah mendengar suara ini.


"Lo? Lo lagi? Astagaaa" keluh Zia.


"Lo ngikutin gue ya?" tanya Zia.


📞 Ica; Zi siapa?


"Gue gak ngikutin lo!" jawab Bian, lagi lagi Zia bertemu dengan Bian.


*Zia; idola kesayangan Tania, Bian Varo Mahendra.


📞 Tania; buju gile, kok gue?


📞 Alya; hah? Ngapain dia disitu.


Zia; tau ah.*


Zia berusaha berdiri, dan berjalan dengan kakinya yang masih keseleo.


"Mau gue bantuin?" tanyanya.

__ADS_1


"Gak perlu! Jangan sentuh gue!" suruh Zia ketus sambil memasang wajah datar. Zia terus berjalan terpincang-pincang. Meninggalkan Bian sendirian.


*📞 Qiara; tu anak ngikutin lo?


Zia; gak tau gue. sebulan yang lalu juga gue ketemu dia dicafe.


📞 Tania; wah ada sesuatu nih.*


Zia pun sampai dirumahnya. Panggilan mereka belum terputus sudah sekitar 1 setengah jam mereka telponan.


"Kenapa kamu terpincang-pincang Zia?" tanya Zeco.


"Pas Zia joging ada yang nabrak pa" jawab Zia.


"Siapa?" tanya Zean.


"Cowok yang di kafe semalam" jawabnya


"Dia lagi? Mau apa dia disini? Dia buntutin Lo dek?" tanya Zean.


"Siapa sih?" tanya Zai, Zeco, Luis, dan Lee bersamaan.


"Zean gak tau namanya, sebulan yang lalu waktu Zia kabur itu cowok narik tangannya. Orang Indonesia sih" jawab Zean.


"Sudahlah mungkin hanya kebetulan" jawab Febby


"Sini biar grossmutter urut", Zia pun mendekat pada grossmutter nya.


"Aaaaahh.. awhhh" keluh Zia sambil menitihkan sedikit air mata.


"Eh dia nangis? Yang bener aja?" tanya Zean.


"Sakitttt" jawab Zia.


📞 Tania; lah, cewek bar bar kayak dia bisa nangis jugaa.


Zia; sakit begoo.


Semua orang terkejut mendengar perkataannya. Zia menunjukkan hpnya yang sedang bertelponan dengan teman temannya.


"Papa kira kamu ngejek grossmutter"


"Gak mungkinlah pa" jawab Zia.


"Udah, udah gak sakit lagi kan?" Tanya Grossmutter.


"Eh iya, makasihh grossmutter" ujar Zia.


"Yaudah mandi sono. Keringatan semua badan Lo" suruh Zean.


"Iyee"


*Zia; manteman tercinta, gue matiin dulu ye. Gue mau mandi.


📞 Alya; yaudah iye sono lu mandi. Baunya sampe sini.


Zia; au ah gelap.*


Zia pun mematikan teleponnya dan menuju kamarnya untuk membersihkan diri.


"Zean, cari tau gih! mau adik kamu dicelakain orang?" suruh Zeco.


"Ya jelas gak mau lah pa," jawab Zean.


"Kalian berdua cari tau sana. Daripada ntar adikmu diikutin terus" suruh Zeva pada Zai dan Zean.


"Luis bantuin sana" suruh Yossie.


"Iya maa"


"Eh besok aja. Kalian istirahat aja sekarang. Urusan Zia biar utusan grossvater yang nyari tau." suruh Grossvater, mereka pun nurut dan masuk ke kamar masing masing untuk istirahat.

__ADS_1


__ADS_2