
Aska mengantar Zia dan langsung pulang kerumahnya. Sesudah Zia keluar dari mobilnya, Aska berkata
"Ntar malam triplebad ngumpul. Lo ikut ya, ntar gue jemput jam setengah delapan." ujar Aska sambil pergi dari rumah Zia.
"Gue belum jawab iya, udah cabut aja tuh anak." sahut Zia. Zean pun muncul di depan pintu.
"Ehh monyettt.. ngapa kaga jemput woi, malah dirumah, untung ada si aska" sahut Zia.
"Gue yang nyuruh dia anterin lo pulang" jawab Zean
"Alah bacut, dala ya bang ganteng gak laku laku, gue masuk dulu" ucap Zia membuat Zai geram.
"Gak laku laku dari lubang pipet. Lu kaga tau apa, lu kan punya kakak ipar yang cantik jago masak imut lucu kyut" sahut Zean
"Bacut bang bacutt gue laperr" jawab Zia sambil berjalan kearah dapur, kemudian membawa makanannya menuju kamar.
Pukul 15:05
Zia bangkit dari rebahannya, dia baru saja melihat sinetron, yang pemainnya lumayan ganteng. Zia bersiap menuju cafenya. Sesampainya di cafe seluruh pelayan menyapanya. Alika melihatnya dari kejauhan.
"Dia adik Zean? Beautiful." gumam Alika.
"Benar anda benar. Dia pemilik kafe ini. Dan dia benar benar cantik" jawab pelayan dibelakangnya.
"Kaget gue astagaa, mbak kenapa kek setan gitu sih?" pelayan pun hanya diam sambil tertawa kecil.
"Alika, kamu dipanggil nona Zia" suruh kepala pelayan. Alika pun menghampiri Zia.
"Saya Alika, ada apa nona?"
__ADS_1
"Kak Alika? Ternyata bener dugaan gue. Alika yang dimaksud bang Zean kakak" jawab Zia, Alika pun heran.
"Lo lupa sama gue kak? Awhh.. lo pernah nolongin gue waktu SMP. Duh lo lupa sama gue kak" ujar Zia.
"Ahhh ternyata lo cia." jawab Alika.
"Hemmm.. kakak tinggal disinikan?" tanya Zia, Alika hanya mengangguk.
"Makasih udh bantuin gue dulu kak"
"Gue juga makasih sama keluarga lo dek, berkat abang lo gue punya penghasilan." sahut Alika.
"Yaudah kak, kakak lanjut kerja ya hehe.. cia mau ketemu sama temen temen. Semangat kerjanya ya kak" ujar Zia sambil tersenyum. Alika pun ikut tersenyum dan meninggalkan ruangan Zia. 'untung gue punya bos baek banget, gue kira galak' batin Alika. Zia keluar dari ruangannya dan menghampiri teman temannya sambil membawa paper bag.
"Wah wahhh.. beneran dibeli ternyata, bukan satu lagi tapi tiga" ujar Ica.
"Gue kan ga pelitt" sahut Zia, mereka pun berbincang-bincang sampai sore dan akhirnya pulang kerumah masing masing.
.-.
.-.
Didalam mobil hening, sampai Zia membuka suara.
"Mau ngapain sih?" tanya Zia.
"Dimas ulang tahun" jawab Aska.
"Pake seat belt lu atau gue pakein lagi" suruh Aska, Zia pun langsung memakainya.
__ADS_1
"Gue belum beli apa apa askaaa. Puter balik bisa gak?"
"Ngapain nyet??" tanya Aska
"Ada yang ketinggalan" jawab Zia sambil cengengesan, Aska pun memutar balik mobilnya. Zia ingin mengambil oleh oleh untuk triplebad. Setelah selesai mengambilnya, Zia kembali ke mobil Aska dengan tiga paper bag ditangannya.
"Bujugile, apaan itu? Hadiah buat Dimas semua?" tanya Aska.
"Sssttt... Diem, ntar lu tau juga" jawab Zia. Aska pun melajukan mobilnya ketempat yang dimaksud. Mereka berada dicafe tetapi bukan cafenya zia. Setelah tiba Zia membawa paper bagnya, dibantu sama Aska.
"Anj.. lu bawa apaan Ziaa?" tanya Dimas
"Lu ambil satu satu dah paper bagnya, anggep aja itu hadiah lo ya dim, gue gak tau. Aska ngasih tau gue dadakan." jawab Zia. Mereka pun mengambil paper bagnya dan membuka.
"Wadidaw.." ujar Dimas, Zia membelikan jaket costum buat mereka bertiga, dibelakangnya ada tulisan triple badboy dalam bahasa jerman tetapi tidak terlalu jelas, tulisan itu ada di lapisan bagian dalam jaketnya, tetapi bisa dilihat, karena tepat dibagian luar area kata kata itu seperti tembus pandang.
"Maap ga mewah hehe" lanjut Zia sambil menyeruput minumannya.
"Ini dari Jerman?" tanya Ivan, Zia hanya berdehem.
"Gue pakek dah besok kesekolah, terus punya lu mana Zi?" tanya Ivan
"Gue? Ngapain. Gue kan orang baru sih" jawab Zia, mereka tidak sadar kalau dari tadi Zia memakai jaket yang sama.
"Dih kok lu gitu sihh?" ujar Ivan, Zia pun berdiri membelakangi mereka, tertulis dibelakang jaketnya bertuliskan one princess juga dalam bahasa Jerman. Kemudian Zia kembali duduk sambil nyengir.
"Bagus bat ini jaket, gue sukaaaa" sahut Dimas.
"Makasih one princess" ujar mereka bersamaan dengan bahasa Jerman, Zia pun terkejut.
__ADS_1
"Tau bahasa Jerman darimana kalian?"
"Udh belajar kami mah" jawab aska. Zia pun hanya mengangguk angguk sambil melihat sekelilingnya.