Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Go Filipina


__ADS_3

Malam hari pun tiba. Zia sudah packing, sudah bersiap untuk pergi menuju Filipina. Sekarang dia sedang sarapan dirumahnya sambil menunggu jemputan dari triple badboy. Dimas ikut tour ini, tetapi dia menggunakan duitnya sendiri dan membayar hotelnya sendiri. Zia membujuk pak Adit untuk memberikan hotel secara free untuk dimas, dan akhirnya pak Adit setuju. Dengan syarat jangan bilang pada siapapun.


Zia sedang makan malam bersama keluarganya.


"Uang kamu cukup nggak sayang? Nanti papa transfer kalau kurang" tawar papanya.


"Cukup kok pa, nanti kalau kurang Zia minta ke papa"


"Kamu kok bisa dapat tour gratis ke Filipina dek?" tanya Febby, Zai lah yang menceritakan semuanya.


"Eh pa ma, ada sesuatu Zia lupa kasih tau." ujar Zia, dia menaiki tangga dengan cepat untuk menuju kamarnya mengambil 2 surat yang tadi diberikan pak Adit.


"Zia dapat beasiswa di Rusia, ada juga yang dari Big Bang University" ujar Zia. Zean tersedak.


"Pelan pelan sayang" ujar Febby.


"Big bang University?" tanya Zean


"Iya, ngapa sih bang?" tanya Zia balik


"Abang dulu mau masuk situ gak kuat. Kamu malah dapat beasiswa" ujar Zean.


"Yaudasi gak papa bang, kalau lo masuk big bang University Lo gak bakal punya bini kak Febby" ujar Zai.


"Yakk tull" tambah Zia.


"Jadi kamu mau masuk yang mana?" tanya Papanya.


"Ziakan anak tercantik terimud di keluarga ini setelah mama jadi Zia pilih big bang aja ya pa, ma. Zia gak mau ke Rusia mau netep di Indonesia." Ujar Zia.


"Kamu yakin dek? Penyesalan itu selalu diakhir" ujar Febby.


Toktoktok..


"Bii bukainn" suruh mama Zia. Pelayan pun menuju pintu dan melihat tamunya. Lalu berjalan menuju meja makan.


"Ada den Ivan dan temannya nyonya" ujar pembantu.


"Suruh masuk bi" ujar mamanya. Mereka pun masuk dan menyalimi tangan mama papa Zia.

__ADS_1


"Pengantin baru uyy," ujar Dimas. Mereka pun tertawa


"Kalian udah makan? Makan dulu ya. Baru pergi" ujar mama Zia.


"Iya Tante" ujar mereka bersamaan. Setelah selesai makan.


"Kamu katakan keputusan kamu nanti setelah pulang dari Filipina. Apapun pilihan kamu nantinya, papa mama tidak akan menyalahkan kamu. Papa dan mama akan selalu mendukung kamu." Ujar papanya.


"Jangan sampai salah pilih dek." lanjut Febby.


"Iya pa, iya kak."


"Zia pergi dulu ya" ujar Zia sambil menyalim dan memeluk keluarganya. Ivan, dan yang lainnya ikut pamit.


"Oleh² untuk kami" ujar Zai.


"Always" jawab Zia dengan muka datar.


"Kalau kurang uang kamu segera telepon papa ya sayang" ujar papanya.


"Okee paa aman"


__


"Zi, Lo tadi ngomong apaan sama bokap kok pake keputusan keputusan?" tanya Dimas.


"Gue dapat beasiswa di Rusia" jawab Zia


"Jadi Lo mau ke Rusia?" tanya Aska disebelahnya. Zia sedang main game cacingnya, Aska melihat Zia yang masih menggunakan case yang dibelikannya. Ivan merampas hp Zia.


"Jangan main hp mulu ih" ujar Ivan.


"Iya iya, Zia minta maapp" ujar Zia.


"Ndaa" panggil Aska.


"Apa beb?" tanya Zia keceplosan, dia terkejut dengan ucapannya. Ivan dan yang lain hanya tertawa. Jantung Zia degdegan saat ini, sama seperti Aska. 'kok bisa keceplosan gini sih? **** amat gue astagaa' batin Zia. Dia berusaha untuk tetap santai saat ini


"Lo mau ke Rusia?" tanya Aska lagi.

__ADS_1


"Ogah, gue pengennya di Indonesia. Gue juga dapat beasiswa di big bang University" ujar Zia.


"Gue juga rencana kuliah disitu" ujar Ivan.


"Yang bener?" tanya Zia antusias.


"Iya, Ica katanya juga"


"Eh?! Jangan jangan Lo udah jadian sama Ica" tanya Dimas.


"Proses" lanjut Ivan


"Aaaaa kusuka kusuka." Sahut Zia. Aska melihatnya pun tersenyum. 'andai gue bisa kuliah di Indonesia' batin Aska.


"Van, jadian di Filipina seru tuh" ujar Aska.


"Ha bener itu kata askaaaaa" ujar Zia.


"Eh udah sampe." ujar Ivan mengalihkan percakapan.


Mereka sudah tiba dirumah pak Adit. Pak Adit langsung mengantar mereka ke bandara karena takut terlambat.


"Wah kalian bertiga kok pake jaket seragam?" tanya Joshua. OpTb menggunakan jaket yang Zia beli dari Jerman.


"Yaiyalahh" sombong Dimas sambil tertawa.


"Hati hati. Jaga diri kalian ya" ujar pak Adit setelah tiba di bandara.


"Oke pak" teriak mereka semua, mereka sedang menunggu dibandara.


"Anak anak, tempat duduk kalian sesuai dengan tempat duduk dikelas ya." ujar pak Roy.


"Oke pakk" kata mereka lagi bersamaan.


-


Mereka sudah berada di dalam pesawat. Sesuai perkataan pak Roy, mereka duduk berdampingan dengan teman sebangku dikelas. Zia bersama dengan Aska. Beberapa jam setelah mereka melayang diudara. Sekarang jam 11 malam. Zia mengantuk dan akhirnya tertidur. Dan tanpa sadar dia tidur dipundak Aska. Aska pun membiarkannya tidur disitu. Tak lama kemudian dia juga tertidur.


Beberapa jam kemudian. Akhirnya mereka tiba di Filipina. Ternyata sudah ada orang utusan untuk menjemput mereka semua. Mereka semua langsung tidur dikamar masing².

__ADS_1


__ADS_2