Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Ribut muluu?!!


__ADS_3

"Mama sudah baik baik saja Zeco, kembalilah ke Indonesia. Zia harus kuliah dan Zai harus sekolah." suruh Grossmutter.


"Mama mu benar nak, kembali lah ke Indonesia mereka sudah banyak tertinggal materi dan lain sebagainya" sambung grossvater.


"Baiklah, aku akan kembali ke Indonesia. Jika ada sesuatu, atau kalian membutuhkan sesuatu hubungi aku. Jangan sampai lupa" suruh Zeco.


"Papa mu ini banyak duit Zeco, tidak mungkin kami akan merepotkan kamu" ujar grossvater.


"Anak dan papanya sama sama kaya. Sepertinya semua harta grossvater tidak akan habis tujuh turunan" ujar Zia. Mereka hanya tertawa mendengarnya.


"Pergilah istirahat, kalian harus ke Indonesia hari ini juga" suruh Grossmutternya. Mereka pun menuruti keinginannya dan menuju kamar untuk berkemas.


Memang sudah hampir seminggu lamanya Zia di Jerman. Dan sekarang waktunya mereka untuk pulang ke Indonesia. Banyak yang sudah menanti Zia, mulai dari HzIn, ZiCF, dan kuliahnya. Semua terbengkalai seminggu belakangan. Dia bisa mengurus semuanya melalui ponselnya saja. Akhirnya pagi ini dia pulang kembali ke Indonesia dan bisa mengurus semuanya besok pagi. Dia akan kuliah dan berjumpa dengan temannya. Dia merahasiakan kepulangannya karena memang semua secara tiba tiba.


Zia sudah keluar dari kamarnya membawa kopernya dan menggunakan baju tidur seperti biasanya.


"Zia kau pergi ke Indonesia dengan baju tidur?" Tanya Lee.


"Tidak ada yang salah ongkel. Akan ribet jika Zia memakai pakaian yang menyulitkan." Jawab Zia.


"Keponakan yang sangat ajaib"


"Terimakasih ongkel itu seperti pujian untukku" jawab Zia.


"Tidak usah ongkel ladeni, ongkel tau Zia seperti apa" sahut Zean


"Kamu berisik ya! Setelah nikah makin dihina aja adeknya. Pengen nampol" sambung Zia. Semua hanya tertawa mendengarnya.


"Kalian sudah selesai?" tanya Grossvater.


"Iya pa, kami sudah selesai, kami akan berangkat." Jawab Zeva.


"Jangan lupa memberitahuku juga ada sesuatu!" suruh Zeco.


"Iya iya, sudah sana pergi!" suruh Lee.


"Kau mengusirku kak?" tanya Zeco.


"Tidak, aku hanya takut kau terlambat"


"Ah iya terserah mu. Aku pergi dulu. Sampai jumpaaa" pamit Zeco. Mereka menggunakan helikopter yang selalu mendarat di di halaman rumah keluarga Hitler yang besar.


'back Indonesia again, hidup gue naik pesawat mulu dah' batin Zia. Mereka semua sudah berangkat menuju Indonesia.

__ADS_1


__________


Beberapa jam kemudian..


"Capek banget gue, bulak balik Jerman Indonesia" keluh Zia.


"Lah lo mending, gue sama papa kemaren pas ada baby Lucas?!" sambar Zean


"Lo ya Lo gue ya gue, beda lah bosss" jawab Zia.


"Bertengkar teros, sampe biji rambutan jadi biji kopi" sahut mamanya.


"Zean ma, dia mah aneh, makin tua bakat ngegas sama nyolotnya bertambah" jawab Zia.


"Sembarangan" sambung Zean, Zia hanya menjulurkan lidahnya dan berjalan kearah kamarnya.


"Gak makan dulu kamu Zii? Gak laper?" tanya Zeco.


"Ntar Zia turun paa, mau mandi duluu" jawab Zia. Dia pun menuju kamarnya untuk membersihkan diri. Setelah itu turun.


"Kuliah besok?" tanya Zeva. Zia hanya berdehem.


"Mode irit bicara telah merasukinya" sahut Zai.


"Prett" sarkas Zean


"Nahkan, punya Abang sama adek gak ada bedanya" sahut zia


"Papa punya tiga anak, gak adaa bedanya, hobinya ribut mulu, ngebacot mulu, heran jadinya." lanjut papanya. Zia hanya tersenyum Pepsodent.


"Luis, Lo sanggup kagak besok kuliah?" Tanya Zia.


"Sanggup sih, santuy aja"


"pfftt.., lo diajarin ngomong santuy sama ni anak?" tanya Zean sambil menunjuk Zia.


"Kagak, gue nemu bahasanya ntah dimana lupa" jawab Luis.


"Besok Zia sama Luis kuliah, Zai besok sekolah. Zean, sama papa besok kerja. Febby juga mau ke tempat kerjanya. Lebih baik kita istirahat sekarang" ajak papanya. Mereka pun setuju dan pergi menuju kamar masing masing.


•.


•.

__ADS_1


Pagi telah tiba, alarm alami Zia sudah menyadarkannya dari mimpi. Sekarang Zia sudah bersiap siap, tinggal turun untuk sarapan.


"Pagi manusia manusia pribumi" ujar Zia.


"Pagi" jawab mereka semua kecuali Zean. Aura aura nyolotnya ingin muncul, namun Febby langsung menyodorkan roti pada Zean agar tidak ngebacot dipagi hari. Semua orang tertawa melihatnya.


"Hari pertama kuliah, jangan petakilan kamu." Suruh mamanya.


"Iya ma iyaa" jawab Zia.


"Luis, kalau Zia buat ulah, kasih tau tante ya."


"Iya tante"jawab Luis


"Big Bang rame pasti. SMA kemaren aja pas Zia dateng orang pada hebohh. Apalagi ini sekali dua." sahut Zai.


"Yaudah kalau gitu Zai mau berangkat duluan. Byee" pamit Zai menyalimi semua keluarganya.


"Kagak enak jadi paling muda, jadi paling ribetkan gue" ujar Zai


"Lu sekali ngomong ngebacot mulu ya dek" sahut Zia. Zai cengengesan.


"Belajar yang bener! Jangan kebanyakan kasus da mau tamat!" Suruh mamanya.


"Jangan pacaran, gue aja masih single" lanjut Zia


"Lo kan jomblo sih kak."


"Orang pada ngantri, gue aja yang masih mau hidup enak" jawab Zia.


"Jomblo tetep jombloo" teriak Zai sambil berlari menuju motornya.


"Bodoamat gue kaga dengerrr" teriak Zia.


"Abang gue kalem uyy" kata Zia sambil melirik abangnya yang masih mengunyah.


"Abis kakak jejeli roti biar anteng mulutnya" sahut Febby semua hanya tertawa.


"Papa mau ke kantor dulu ya"


"Zia sama Luis juga mau ke kampus" ujar Zia sambil menyalimi seluruh keluarganya


"Yaudah kalian hati hati" kata mamanya. Zia pun berangkat.

__ADS_1


__ADS_2