Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Kerja


__ADS_3

Setelah turun dari tribun, Aska bersama kedua temannya menuju ke kelasnya. Perjalanan Aska terhenti karena ada yang memanggilnya.


"Iya pak?" tanya Aska, pak botak lah yang memanggilnya.


"Bukti dari mana kamu tentang semua yang kamu katakan tadi?"


"Pak saya orang baik walaupun sifat saya yang nakal. Saya punya banyak mata mata pak."


"Sekarang siswi yang bernama Zia dimana?" tanya pak botak.


"Di Jerman pak, lagi liburan sama keluarganya."


"Jangan bercanda Aska!"


"Aska bener kok pak, Zia di Jerman" jawab Ivan.


"Besok jika dia sudah sekolah, sampaikan permintaan maaf saya pada Zia"


"Oke pak" jawab mereka bersamaan kemudian pergi dari hadapan Pak botak. Menuju ke kelasnya.


Di Jerman..


[Bahasa Jerman]


"Banyak sekali oleh oleh mu Zia. Aku.. lelah.. membawakan.. semuanya.." keluh Luis ngos-ngosan lalu merentangkan tangannya menjatuhkan diri dikasur Zia.


"Terimakasih Luis sudah membawakannya. Aku punya banyak teman Luis, aku ingin memberikan mereka semua oleh oleh khas dari negara ini." jawab Zia


"Bagaimana kau membawa semua ini besok?"


"Di masukkan ke koper atau kuletakkan di tas ku."


"Baiklah terserahmu"

__ADS_1


"Danke Luis"


"Hm, aku lapar."


"Tunggu disini aku akan ambilkan makanan untukmu." Zia ingin beranjak namun tangannya ditahan, Luis pun bangun.


"Tidak usah, ayo kita makan bersama dibawah" ajak Luis menarik tangan Zia. Zia pun hanya mengikuti.


Di Indonesia..


Zean sedang tidur di kafe, diruangan pribadinya, menikmati indahnya mimpi, tetapi mimpinya buyar karena hp nya yang selalu berbunyi. Zean pun merana kasurnya dan mencari hpnya. Dengan mata yang masih tertutup dia mengangkat teleponnya.


"Waalaikumsalam siapa?" tanya Zean dengan suara khas bangun tidur.


"Alika, Lo gak lupa kan tentang perjanjian."


"Oooh lo, gak bisa nanti gitu. Gue masih ngantuk."


"Udah sore woi!"


"Ya!" Alika pun mematikan ponselnya. Zean memencet tombol untuk memanggil pelayan. Pelayan pun datang.


"Ada apa bos?"


"Nanti kalau ada cewek tomboi yang datang jam setengah limaan, namanya Alika dia temennya Febby. Nanti kalau udh datang panggil saya!" suruh Zean.


"Oke bos" kata pelayan itu kemudian pergi, Zean pun kembali tidur.


Gak lama setelahnya, Alika sudah datang. Pelayan pun langsung menanyakan namanya.


"Nona Alika?" tanya sang pelayan.


"Iya, kenapa ya?"

__ADS_1


"Silahkan duduk di meja nomor lima, saya panggilkan tuan Zean dulu." suruh pelayan itu, Alika pun duduk sesuai meja.


"Kafenya rame, bertingkat juga, untung dia udah pesen tempat. Eh tapi, apa ini kafe dia, tadi di bilang tuan kan?" tanya Alika dalam hati. Lima menit kemudian, muncullah Zean yang baru bangun tidur.


"Mau pesen apa?" tanya Zean.


"Ini kafe lo?" tanya Alika balik, tetapi Zean tidak meresponnya.


"Lo butuh kerjakan? Lo tentuin gak kerjanya apa?" tanya Zean.


"Nggak, yang penting gue kerja punya penghasilan." jawab Alika.


"Lo mau kerja gak di restoran ini? Gaji sehari seratus ribu, dilantai tiga ada kamar khusus pelayan kalau mau nginep, nginep gak dipotong gaji kok. Lo juga dapat baju khusus tiap sebulan sekali. Kalau makan, bayar sendiri. Mau gak?"


"What?" tanya Alika.


"Kenapa? Gak mau?"


"Gue mau. Ini kafe lo?"


"Bukan.. ini kafe adek gue yang kena fitnah sama orang yang kemaren itu."


"Oo.. ntar dia marah gimana?"


"Adek gue gak jahat. Besok kalau dia udh pulang dari jerman, lo sapa aja dia."


'Ini orang ganteng, blasteran, baik, tajir lagi. Beruntung banget dahh' batin Alika.


"Setujukan, kerjaan lo nanti dikasih tau sama kepala pelayan." Zean pun memanggil kepala pelayan, pelayan yang tadi.


"Ini kepala pelayan, kalau ada apa apa lo bisa tanya sama dia."


"Mbak, tunjuin dia kerja apa, kasih seragamnya, kasih kunci kamarnya. Jelasin semuanya disini. Oke!" suruh Zean.

__ADS_1


"Baik boss"


"Setelah ini, kalau lo mau gabung sama kita silahkan gabung. Ntar gue ada pertemuan sama tiga cowok yang kemaren nemuin Lo juga." Alika pun hanya mengangguk.


__ADS_2