
Pagi harinya, para perusuh kemarin pulang sampai jam 10 malem. Gak tau apa yang dilakuin sama mereka sampai pulang jam segitu. Zean dan Febby semalam berkunjung kesana, mereka mengundang Zia dan teman temannya untuk acara 7 bulanan Febby. Iya! Febby sedang mengandung adiknya Zafran.
Saat ini, Aska dan Zia sedang joging di taman yang dekat dengan rumahnya. Aska menyempatkan dirinya joging untuk kesehatan tubuhnya. Agar tidak selalu berhadapan dengan komputer dan client.
"Kagak usah tebar pesona! Banyak pasang mata yang liatin Lo" cibir Zia masih sambil berlari. 'lagi joging gini, sempat sempatnya cemburu. gemessin ya istriku' batin Aska.
"Cemburu?" tanya Aska.
"Biasa aja," jawab Zia. Aska membiarkan Zia berlari duluan. Dia berpura-pura jatuh, padahal dia sedang berdiri tegak.
"Tolonginn" rengek Aska. Zia mengulurkan tangannya kebelakang, tanpa melihat. Zia sedang kesal karena Aska. Aska menarik tangan Zia sehingga posisi mereka begitu dekat. Satu tangan Aska memegang tengkuk Zia, yang satunya memegang pinggang Zia. Zia menyandarkan kedua tangannya di dada bidang Aska. Aska mencium bibir Zia cukup lama, lalu melepaskannya.
'iwaw, jiwa jomblo gue astaga'
'sweet, ganteng banget lagi'
'yah udah punya pacar'
'haduh, masih pagi loh mas, baper saya'
Protes para pejoging lainnya. Aska cuma tersenyum sambil memandang betapa cantik istri yang dia nantikan bertahun-tahun.
"Lo kok cantik banget sih? Gue gak bisa berpaling sedetik pun." kata Aska. Dia mencium kembali bibir Zia. Beberapa menit kemudian melepaskannya.
"Apaan sih? Rame tau" ujar Zia.
"Gue cuma mau tunjukkin ke orang banyak kalau gue milik lo, dan Lo milik gue." jelas Aska.
"Gue seneng Lo cemburuin. Cemburu tanda cinta kan?" goda Aska.
"Tau ah" balas Zia lalu berlari. Dia malu, pipinya merona. 'kampret Aska mah.' batin Zia. Aska segera menyusul Zia yang berlari.
"Wah wah wah, lagi joging juga ada kiss scene nya ya?" tanya Zai, dia juga berada disana dengan seorang wanita. Dia menyusul kakaknya setelah melihat beberapa jomblo teriak baper.
"Huaaa, gantengkuu" sapa Zia dia langsung memeluk Zai, Zai juga membalas pelukannya dengan erat. Wanita yang bersama Zai menunjukkan wajah tidak sukanya. Setelah berpelukan dengan Zia. Zai memeluk abang iparnya dengan gentle.
"Ngapain Lo disini? Kok bisa disini? Ini jauh dari rumah ege" cerocos Zia.
"Woho, gue libur kuliah. Jalan jalan dong kesini sambil ajakin calon istri" jawab Zai.
"Hah?" tanya Zia.
"Nih, kenalin. Insyaallah calon istri gue" pamer Zai. 'mukanya kayak jealous sama Lo yang' Aska seperti memberi kode pada Zia dengan tatapannya. Anehnya Zia mengerti dia memejamkan matanya sambil sedikit mengangguk.
__ADS_1
"Hai, saya pacarnya Zai. Adrea Zeline. Panggil aja Rere" ujar wanita bernama Rere.
"Oh, hai. Gue Zia Amanda Hitler, kakak kandungnya Zai Ananta Hitler" balas Zia.
"Nah ini suami kakak gue, bang Aska." kata Zai menunjuk Aska.
"Pemimpin Asz group?" tanya Rere terkejut.
"Iya, kenal?" tanya Zai.
"Siapa yang gak kenal sama dia Zai," jeda Rere, dia terlihat antusias. Rere mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Aska malah menarik tangan Zia dari dalam kantong Hoodienya. Zia lah yang menyambut salaman Rere.
"Aska" ujar Aska dingin. Zia menatap Aska heran lalu tersenyum. 'manisnya suamiku subhanallah, bersyukur gue punya laki sedingin es batu gini' kata Zia dalam hati. Dia kembali melihat adeknya, dan calon ^istrinya^ itu.
"Dek, bilangin sama papa ntar. Anak gadis tercintanya mau kerumah, sambut dengan spesial" suruh Zia sedikit cengengesan.
"Hahaha, sambut taaa*ii. Kalian udah mau pulang?" tanya Zai.
"Belum" jawab Zia. 'keren, abang ipar gue bener bener. setia banget sama Zia, dingin amat dari tadi, ngerespon aja nggak loh. haduh, bersyukur gue kalau Zia dapet laki yang sesetia ini' batin Zai. Dia melamun.
"Eh Zean dirumah kan?" tanya Zia membuyarkan lamunan Zai.
"Iya, tadi malam nginap. Katanya sih sampe besok atau lusa. Baby Zap kangen sama gue soalnya" jawab Zai.
"Kangen apaan, oomnya laknat gini" sahut Zia. Mereka tertawa.
"Iya iya hati hati" balas Zia.
"Duluan kak, bang" pamit Rere dengan sopan.
"Nanti ikut ngumpul ya re" suruh Zia, Rere tersenyum, mereka berdua pun pergi. Aska dan Zia melanjutkan jogingnya.
"Sayanggg, lapar" keluh Zia pada Aska saat berlari.
"Cium dulu" suruh Aska menepuk pelan pipinya.
"Dih, gue bilangin mami Lo. Kagak mau kasih istri makan" ancam Zia.
"Gue kasih tau mami Lo kejam sama suami" balas Aska meniru Zia.
"Dih dih kan, suudzon. Kurang baik apa lagi istrimu ini mas Aska?" tanya Zia dramatis.
"Nah gitu aja, panggil gue mas" suruh Aska.
__ADS_1
"Gak mau, geli gue geli" respon Zia, Aska tertawa. Aska melihat dari kejauhan, ada kedai sarapan pagi, Aska menarik tangan Zia dan mengajaknya kesana. Setelah sampai, mereka memesan nasi goreng spesial.
"Pacarnya Zai kagak demen sama Lo yang" ujar Aska.
"Iya, demennya sama Lo" balas Zia.
"Jih, sorry sorry aja lah ya. Gue mah cuma demen sama satu cewek. Zia Amanda Hitler" balas Aska.
"Gak percaya gue" tantang Zia.
"Jadi gimana biar percaya?" tanya Aska. Makanan mereka tiba.
"Selamat menikmati mas, mbak" kata pelayan. Zia tersenyum, Aska menatap dingin.
"Gimana caranya Lo percaya? Biar gue lakuin? Atau gue makan cabe ini banyak banyak?" tanya Aska.
"Sakit perut gue gak mau ngurusin" kata Zia.
"Astaga bini gueee" keluh Aska. Zia mendekat ke Aska. Mencium bibir Aska.
"Gue percaya kok" kata Zia setelahnya. Aska tersenyum, wajah Zia masih dekat dengan Aska.
"Sa ae istriku" ujar Aska, dia mencium pipi tembem Zia. Zia cengengesan lalu balik ke tempatnya. Mereka menikmati nasi goreng itu.
"Nanti kerumah papi gue temenin aja ya" kata Aska setelah makan. Aska memanggil Zeco papi, memanggil Zeva mami. Sedangkan Zia tetap papa mama. Zia memanggil Hans papi memanggil Alice mami. Aska memanggil mereka tetap papa mama.
"Lo gak kerja?" tanya Zia.
"Besok aja, lagiankan dirumah pasti pada ngumpul." jawab Aska.
"Ya udah terserah kamu sayang" balas Zia.
"Dih, jangan godain gituu!!" suruh Aska sambil cengengesan.
"Kagakkkk, orang manggil sayang dikata godain gimana sih" kata Zia.
"Serah deh serah, bini emang selalu bener" respon Aska.
"Bagus deh kalau tau" balas Zia cengengesan.
"Kamprett!! Eh gue bayar dulu ya sayang." ujar Aska, diapun pergi ke kasir. Zia menyibukkan dirinya dengan ponselnya. Jarak kasir dan mejanya cukup jauh. Ada orang yang terus menerus mencubit pipinya, karena sibuk main hp dia tidak melihatnya. Dia kira itu Aska yang jahil. Setelah dia mendongak ternyata bukan. Zia takut, dia menegang.
"A- ASKAAA" teriak Zia cukup keras. Dia jadi pusat perhatian. Aska yang mendengar teriakan Zia langsung menghampirinya.
__ADS_1
"Kenapa ada ap— ngapain Lo disini? Pergi!" bentak Aska, dia menarik tangan Zia. Zia bersembunyi dibalik badan Aska.
"Gue cuma mau ketemu bentar" balasnya, dia adalah.........