Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Terungkap


__ADS_3

"Jadi gini,"


"Lu tau kan cewek yang waktu itu siapa? Gue lupa namanya"


"Iya gue tau" balas Aska.


"Nah waktu itu dia ajakin gue dinner, tapi cewek gila itu maunya pake mobil dia. Gue udah nolak waktu itu, karena gue juga tau mama bilang mama punya firasat gak enak malam itu, tapi dia maksa gue buat pergi. Akhirnya gue pergi"


"Gue tau gue goblokk karena nurutin itu cewek. Gue tau dia gila tapi gue tetep ngikut, lu tau dah seberapa begoonya kembaran lo ini"


"Alhamdulillah sadar" ujar Aska.


"Kembaran kurang ajar" balas Aksa. Refiona, Aska dan Zia tertawa.


"Nah, waktu pulang dinner, dia lewatin jembatan panjang. Gue bener bener gak tau harus gimana, makanya gue coba buat hubungin lo biar lo bisa lacak gue kalau ada apa apa"


"Dia berhenti di jembatan, jembatan itu lah pokoknya, gue tanya “mau ngapain kesini?” dia jawab “mau hirup udara segar”. Gue ikut keluar dari mobil dan berdiri disampingnya. Gak tau kenapa, kenapa dia bisa kuat dia angkat kaki gue dan berusaha jatuhkan gue sungai itu. Gue bisa bertahan lima menit menggantung"


"Tapi dia bener bener gila! Dia pijak tangan gue dan otomatis pegangan gue lepas. Gue terjun bebas dari atas."


"Setelah sampe bawah kepala gue terantuk batu. Itu bener bener kuat sampe gue amnesia"


"Makanya lo lama muncul karena itu?" tanya Aska.


"Iya, karena gue amnesia"


"Gue gak tau apa apa setelahnya."


"Beberapa jam kemudian, gue ada dirumah kecil yang dipenuhi banyak orang"


"Banyak yang tanya gue dari mana orang mana. Gue juga gak tau gue siapa. Tiba tiba aja muncul bapak tua, yang setau gue dia tuan takur disana"


"Dia tunjukkan KTP gue ke warga sekitar. Dia jelasin siapa gue, dan dia minta gue jadi anaknya"


"Ternyata tuan takur ini, gak punya anak. Jadi dia asah gue dengan berbagai macam kemampuan. Sampai akhirnya, dia suruh gue pegang perusahaan di kota"


"Waktu itu, gue ketemu sama dia" Aksa menunjuk Refiona.


"Gue yakin lo masih gak kenal orang ini" Aska menggeleng. Refiona membuka alat penyamaran yang berada di tubuhnya.


"Yuka?" tanya Aska.


"Kakak gak pernah perhatiin Yuka, kakak cuma fokus ke kak Aksa yang mukanya mirip banget sama kakak kan?" ujar Yuka.


"Bener dugaan ku, aku pernah liat dia kan" ujar Zia.


"Dia datang di pesta pernikahan kita" jawab Aska.


"Kakak ipar" Yuka melambaikan tangannya. Zia tersenyum.


"Gue cerita sampe dimana tadi?" tanya Aksa.


"Pikun dah lu ah" ledek Aska.


"Baru ketemu jangan baku hantam!" lerai Yuka.


"Eh tunggu, berarti dia bukan istri lo?"


"Ya lo gila juga apa? Gak mungkin kan sepupu lo jadiin istri"


"Santai boss" balas Aska.


"Sampe manaaa tadi?" tanya Aksa lagi.


"Ketemu Yuka" jawab Zia.


"Gue ketemu Yuka tahun lalu. Dia jelaskan apapun tentang gue, tapi gue tetep lupa sama semuanya"


"Berselang 3 bulan gue jadi bos di perusahaan tuan takur"


"Lo tau sendiri, kalau orang udah sukses cobaannya banyak. Musuh gue juga banyak coy"


"Suatu hari gue berantem lebih tepatnya diserang. Padahal gue baru balik dari luar negeri. Gue diserang abis abisan sampe kepala gue di pukul pake balok. Nah mulai dari situ, gue inget masa lalu gue, gue inget lo, inget papa, inget mama"


"2 Minggu setelah ingatan gue pulih, tuan takur sama istrinya meninggal karena kecelakaan pesawat, semua perusahaannya jatuh ke tangan gue."


"Gue jual itu perusahaan, dan gue buat KSM group. Kenapa KSM? Karena biar lo peka, dan ternyata lo beneran peka"


"Yaa.. gue bangun sendiri perusahaan itu, tapi gue juga dibantu sama Yuka. Sampai akhirnya, perusahaan gue udah lumayan. Gue beranikan diri buat ajak kerja sama Asz. Dan akhirnya kita ketemu sekarang"


"Tadinya, gue mau lo yang buktiin semuanya. Tapi gue gak bisa lagi pendem semuanya karena rindu mama sama papa" jelas Aksa.


"Mama sama papa juga rindu sama lo, gue bahkan istri gue yang belom pernah ketemu sama lo, juga rindu sama lo" balas Aska.

__ADS_1


"Lo duluin yang lebih tua, gasopan" ledek Aksa.


"Nggak nggak, kak Aksa beneran udah nikah. Nama istrinya Refiona" ujar Yuka.


"Terus mana?"


"Di apartemen lah, besok gue ajak mau temui mama sama papa" ujar Aksa.


"Terserah dah" balas Aska.


"Yuka bingung sih, kalian berdua punya ilmu telepati ya? Masa iya seminggu setelah kak Aksa nikah, kak Aska nyusul"


"Ikatan batin kuat itu namanya" balas Aksa.


"O"


"Gue tampol juga lu" kata Aska. Yuka menjauh sambil cengengesan.


"Gue mau ketemu mama papa"


"Besok. Besok hari Minggu, rutinitas antar besan kumpul. Besok mama sama papa kumpul dirumah Zia. Begitupun dengan kita berdua. Jadi besok lo ikut kerumah Zia bawa istri lo" suruh Aska.


"Oke oke" balas Aksa.


Hening!


"Ay, aku bingung. Yang dikuburkan waktu itu siapa?" tanya Zia bingung.


"Sayang. Kamu kok gitu? Aku merinding sekarang"


"Aku jugaaaa" Zia memeluk Aska.


Tek!!


"Aaaaaaaaa"


"Tenang lah Yuka, Zia ini cuma mati lampu" ujar Aksa.


~•~•~


Keesokan harinya , mereka semua sudah bersiap menuju rumah besar keluarga Hitler.


Aksa dan Refiona yang asli mendatangi rumah Zia. Mereka berdua akan berangkat bersama dalam satu mobil. Sedangkan Yuka, dia akan menyusul karena ada beberapa hal yang harus dia urus.


"Iya iyaa" jawab Aksa.


Empat puluh lima menit kemudian, mereka tiba dirumah besar.


"Cari tempat persembunyian ntar" suruh Aska. Aksa berdehem. Zia dan Aska pun keluar dari mobil.


"Heyoooo wasapp genggg. Tokoh utama datang" ujar Aska berteriak.


"Salam dulu" kata Zia.


"Eh iya maapp"


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" jawab mereka bersama. Aska dan Zia bersaliman dengan seluruh anggota keluarga.


"Kenapa nih, kok bahagia banget?" tanya paa Hans.


"Woh ya jelas bahagia lah pa. Ada kabar gembira ni" jawab Aska.


"Apaan tu?" tanya papa Zeco. Zeco sudah kembali bersamaan dengan Zeva.


"Mau yang mana dulu nih, yang pertama apa yang kedua?" tanya Aska.


"Ribet amat idup lu ya?" protes Zean. Aska tertawa. Zia memilih pergi kedapur mengambil minuman.


"Jangan sodaaaa" teriak Aska. Zia berdehem


"Yang pertama deh, apaan?" tanya Alice.


"Bentar lagi mama papa punya cucu" jawab Aska.


"Zia???" Aska mengangguk


"Alhamdulillah.. gak sia sia kalian ke bali" ujar papa Zeco. Aska cengengesan.


"Udah berapa lama?" tanya Febby.


"Empat Minggu kak" jawab Zia.

__ADS_1


"Loh berarti pas di Bali udah hamil?" tanya mama Zeva . Aska mengangguk.


"Wih, untung aja gue yang ditembakk bukan lo kak" sahut Zai.


"Hehe makasih la ya bro" ujar Zia.


"Santai ae bro" balas Zai. Mereka tertawa.


"Kabar kedua?" tanya Papa Hans. Aska pun menelpon Aksa.


Lima menit kemudian Aksa muncul bersama dengan Refiona.


"Hah??? Aa- aksa?" tanya Alice. Aska tersenyum sambil mengangguk. Aksa pun memeluk Alice.


"I- ini beneran Aksa?" tanya Papa Hans.


"Ini Aksa, kembaran Aska yang hilang" jelas Aska.


"Dan ini, istri kak Aksa. Kak Refiona" sahut Zia. Alice dan Hans memeluk Aksa erat, tangis haru mengiringi kebahagiaan mereka.


"Gimana bisa kamu masih hidup?" tanya Alice. Aksa pun mulai bercerita kembali.


♠♠


Mereka semua berkumpul di kolam renang. Aksa, Aska, Zai dan Zean berenang di disana.


"Eh.. istrinya Aksa bentar lagi lahiran. Istri gue juga kan, nah Zia lagi hamil. Berarti, tinggal lu Zai atau lu yang mau lahiran" ledek Zean.


"Gak usah gitu lah boss" balas Zai. Mereka tertawa.


"Gimana caranya Zai lahiran?" tanya Febby.


"Ya gitu" jawab Zean.


"Hahahahahaha"


"Kinan digimanain Zai?" tanya Zia.


"Gak digimana gimanain" jawab Zai datar.


"Hahahaha, cemen sih." ledek Aska.


"Gue ganteng gue imut gue diem" balas Zai.


"Hahahaha"


Tik tik tik..


"Eh hujan" ujar Alice.


"Naik kalian" suruh mama Zeva. Mereka pada naik dan pergi berteduh kedalam. Tapi tidak dengan Aska yang masih didalam, Zia juga masih diluar membujuk Aska.


Tiba tiba Zia ditarik ke dalam kolam oleh Aska. Untung Zia jago renang jadi dia tidak tenggelam.


"Ayo naik, ntar sakit" ajak Zia.


"Aku kebal gak bakal sakit" jawab Aska.


"Dih dihh" Aska tertawa.


"Sayang, sekali lagi makasih ya. Makasih untuk segalanya" ujar Aska. Zia tersenyum


"Jangan berubah, tetap jadi Aska yang Zia kenal" Zia mengelus pipi Aska.


"Aku gak akan berubah"


"Jangan selingkuh, bertahan pada ku"


"Aku akan jadi orang bodoh jika melakukan itu" balas Aska. Zia tersenyum manis, Aska pun begitu.


"Aku sayang kamu" ujar Zia.


"Aku lebih sayang sama kamu" jawab Aska.


Aska mendekatkan wajahnya ke Zia lalu....


Yagitu :v


_____________


Ending gak ni??? Ramein dong :^


_____________

__ADS_1


__ADS_2