
Sesampainya Zia dirumah.
"Zia, kamu pergi sama Luis bawa mobil juga, lah ini? Kenapa pulangnya sama Bian?" tanya Mamanya.
"Bian nyerempet mobil Zia ma, jadi tu mobil mau di benerin sama dia" jawab Zia.
"Terus tadi katanya kamu mau tidur di apartemen kok gak jadi?" tanya papanya
"Eh iya kok gak jadi? Padahal Zia mau bersih bersih dulu tadi" ujar Zia.
"Apartemen kamu itu selalu bersih, orang suruhan papa mu yang nyuruh" kata mamanya.
"Ooo" jawab Zia.
"Lo kalau diusir atau mau kabur banyak tempat ya kak?" tanya si Zai
"Di kafe ada ruangannya, apartemen juga Lo punya" lanjut Zai.
"Lah kan papa emang beliin kita apartemen satu persatu di tempat yang beda beda" jawab Zia.
"Oiya gue lupaa" sahut Zai sambil tertawa kecil.
"Pinter banget sih kamu" ujar Zia sambil tersenyum kesal.
"Yaudah kamu masuk ke kamar, mandii!" Suruh mamanya.
"Iya ma iya, anaknya masih wangi juga" balas Zia lalu dia pergi ke kamarnya dan mandi kemudian tertidur dengan lelap.
___________
Pagi ini, Zia sudah bersiap siap untuk pergi ke kampusnya. Dia ingin pergi menggunakan mobilnya yang satu lagi.
"Morning" sapa Zia saat ia ingin sarapan, dia tidak melihat ke arah meja karena sibuk menggulung lengan bajunya yang kepanjangan.
"Morning.." balas mereka.
"Lah kok ada Varo?" tanya Zia saat melihat ada Bian dirumahnya.
"Kok Varo? Kamu lupa nak? Namanya kan Bian, anak om Mahen tau" jelas papanya
"Iya papa, Zia tau. Diselip namanya kan ada varonya, jadi Zia panggil Varo aja" jelas Zia juga.
"Hweii haii, kak ipebbbb" panggil Zia.
"Haii adekk" sapa Febby
"Kamu tu ya ada tamu juga, tetep aja kek gitu" kata mamanya
"Be yourself mama, Zia itu ya gini. Emang mau Zia jadi orang pendiem, kalem gitu? Lagian Zia tu suka kayak gini, nah kalau ada orang yang gak suka sama Zia yang kayak gini, Zia gak masalah. Lagian Zia hidupkan bukan buat bikin dia terkesan" jawab Zia santai sambil memakan rotinya.
"Emak gue ngomong cuma berapa kata, lah Lo nyerocos aja" sahut Zean.
__ADS_1
"Eh kembaran dugong. Darimana pak?" tanya Zia, Zean yang mau ngomong disambar sama Zai.
"Sok bisa Lo jadi pendiem?" ledek Zai. Zia pun tutup mulut tidak menjawab, bahkan saat ditanya dia hanya diam. Zia hanya menguji coba mereka saja sebenarnya.
"Eh, mending Lo ngomong dah! Sumpah, Lo jadi kalem gitu gak cocok!" sahut Luis.
"Hahahahahaha, tau gue tau." Jawab Zia.
"Lo? Lo bukannya pacar Zia?" tanya Bian pada Luis. Seketika Zia tertawa mendengarnya.
"Hahahaha, pacar? Emang pacar gue dia mah" jawab Zia.
"Pacar apa? Pantesan jones, sepupu sendiri dikatain pacar" sahut Zai.
"Gue single, bukan jones. Gue tabok lu ntar!" balas Zia. 'just sepupunya kenapa kemaren bilangnya pacarr?' tanya Bian dalam hati.
"Eh udah telat, Zia mau berangkat dulu." pamit Zia menyalim tangan kedua orang tuanya.
"Kamu pergi sama Bian kan? Bian kesini kan buat jemput kamu" kata mamanya.
"Pertama, Zia gak mau. Kedua, Zia gak minta dijemput. Ketiga, mama mau Zia pulang tinggal nama?" tanya Zia.
"Eh Lo ngomong asal jeplak sumpah" protes Zean.
"Iya gue tau, emang kalau gak ada gue pasti sepi." jawab Zia kepdan.
"Kapan sih geernya manusia ini ngilang?" tanya Zai.
"Cari ilmu apa cari pacarr?" goda mamanya.
"Keduanya" jawab Zai, lalu pergi meninggalkan rumahnya.
"Kenapa kamu bilang tinggal nama?" tanya papanya.
"Bian Varo Mahendra, spesies makhluk terfamous di kampus Zia pa. Dia punya banyak fans. Kalau Zia pergi sama dia, Zia pasti di gebukin sama fans fans nya. Tinggal nama deh Zia pulang." Jawab Zia.
"Jadi Zia pergi sendiri aja ya, kalau gitu Zia pergi dulu, assalamualaikum." Pamit Zia langsung keluar dari rumahnya, diikuti oleh Luis.
"Maafin Zia ya Bian, Zia rada aneh gitu emang" kata mamanya.
"Zia denger ma," balas Zia yang tiba tiba masuk kembali.
"Ngapain kamu masuk lagi?" tanya mamanya.
"Salah bawa kunci mobil" jawab Zia sambil cengengesan.
"Kamu ngambil kunci siapa?" tanya Mamanya.
"Kuncinya papa" jawab Zia.
"Yaudahlahhh, Zia mau pergi duluuu. Assalamualaikum" ucapnya lagi, dan salim lagi ke semua orang. Lalu dia pergi meninggalkan rumahnya menuju ke kampus.
__ADS_1
"Kok bisa punya anak kek gitu ya allah" tanya papanya.
"Gak apa apa tau om, om punya anak kayak gitu serukan?" tanya Bian.
"Iya seru, seru banget sampe bikin om pusing, kerjaannya ngocehh mulu kagak bisa diem" jawab Zeco. Semua hanya tertawa mendengarnya.
"Kalau gitu Bian pamit dulu ya om, tante, takut telat"
"Iya hati hati ya Bian, maafin lah ya kalau Zia rada kasaran gitu orangnya" ujar mamanya.
"Hehe, iya tante. Gak apa apa kok, makasih ya om, tante sarapannya" kata Bian, lalu dia pergi meninggalkan halaman rumah Zia.
°•°•°•°
Setelah lama Zia mencari ilmu dikelasnya. Akhirnya jam istirahat pun tiba. Mereka bersama sama menuju kantin.
"Mana nih si Varo kagak muncul muncul?" tanya zia. Saat dia melihat sekeliling, ada Kris muncul disitu. Zia pun menghampiri Kris.
"Eh kak.. gak tau dah gue siapa nama Lo. Lo temennya var.. eh Bian kan? Mana orangnya?" Tanya Zia.
"Mau buat apaan lo nyariin dia?" tanya Kris.
"Dia punya utang sama gue" jawab Zia. Ternyata Bian sudah dibelakangnya.
"Utang apaan? Ngawur dah lu! Gak tau gue dimana Bian" jawab Kris
"Oh yauda, makasih" jawab Zia, habis itu dia berbalik dan menabrak dada bidangnya Bian.
"Muncul kayak setan Lo ya" ledek Zia.
"Cepet bayar utang lu!" suruh Zia.
"Yaudah iya ayok, mana temen temen Lo?" tanya Bian.
"Bi, utang apaan gila?" tanya Kris.
"Ntar gue kasih tau, gue mau bayar utang dulu nih sama ni anak tikus" ujar Bian.
"Gue jotos lu ntar" ujar Zia sinis sambil berjalan menuju temannya diikuti Bian dan Kris
"Pesen sepuas lo, ntar gue yang bayar" suruh Bian saat tiba di tempat temannya.
"Awas aja lu kabur, gue gantung dipohon toge" ujar Zia.
Plak!
Plak!
"Ngomong asal jeplak aja, senior itu" kata Ivan
"Pohon toge mah kaga ngaruh geblek" sahut si Ica.
__ADS_1
"Lo berdua tu ya, sakit bege" protes Zia sambil memegang kepalanya yang tadi digeplak Ica dan Ivan. Mereka hanya tertawa mendengar protesannya Zia.